IEF 2026: Open Network Jadi Mesin Baru Layanan Keuangan Inklusif

JAKARTA —Sesi IEF Talks Panel 1 bertema “The Open Network: Powering Financial Services” digelar pada hari pertama Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (5/2/2026). Diskusi menyoroti bagaimana Indonesia Open Network (ION) dapat mengubah lanskap layanan keuangan digital menjadi lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif.

Membuka akses keuangan yang lebih adil

Keynote disampaikan oleh Nilay Patel (Founder, Easypay) yang menekankan bahwa jaringan terbuka bisa mendemokratisasi akses keuangan digital. “Selama ini, banyak UMKM bergantung pada satu atau dua platform besar. Open network memberi mereka pilihan, daya tawar, dan kesempatan yang lebih setara,” ujar Nilay.

Ia menambahkan bahwa inklusi keuangan bukan hanya soal akses pembayaran, tetapi juga akses pembiayaan dan data yang adil. “Jika data transaksi lebih interoperabel, UMKM bisa lebih mudah dinilai kelayakannya untuk kredit,” katanya.

Cloud, UMKM, dan interoperabilitas

Diskusi panel dipandu oleh dr. Bayu Prawira Hie dengan panelis Siddharth Prakash (Google Cloud), Ronald Walla (APINDO), dan Sourabh Gupta (Flip). Siddharth Prakash menekankan peran infrastruktur cloud dalam mempercepat adopsi ION. “ION bukan sekadar konsep kebijakan, tetapi infrastruktur yang membutuhkan teknologi yang andal, aman, dan skalabel,” katanya. 

“Cloud memungkinkan UMKM mengakses teknologi kelas global tanpa investasi mahal,” tambahnya. 

Ronald Walla menyoroti tantangan UMKM dalam mengakses layanan keuangan. “Banyak UMKM masih informal dan kesulitan mendapat pembiayaan. ION bisa membantu menciptakan jejak digital yang lebih kredibel,” ujar Ronald. 

“Namun, ini harus dibarengi literasi digital dan perlindungan konsumen yang kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Sourabh Gupta menekankan pentingnya interoperabilitas pembayaran. “Ke depan, konsumen tidak perlu memikirkan platform apa yang dipakai. Yang penting transaksi berjalan mulus lintas aplikasi,” jelasnya. 

“Standar terbuka akan menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi ekosistem,” tambah Sourabh.

Kesimpulan panel

Panel sepakat bahwa keberhasilan ION akan bergantung pada kombinasi regulasi yang jelas, kepercayaan pasar, dan kolaborasi antara pemerintah, fintech, dan UMKM.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Pengalaman Kuliah yang Membentuk Skill dan Karier

    Berbagai aktivitas kemahasiswaan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman nyata. Tidak hanya menambah wawasan, kegiatan ini juga membantu membentuk karakter, meningkatkan keterampilan interpersonal, dan memperkuat kesiapan…

    Hotel Business dengan Konsep leisure di jantung Kuta

    Salah satu brand dari Swiss-Belhotel International adalah Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Bali. Lokasinya strategis di jantung Kuta, dekat dengan bandara, dan dekat dengan tempat wisata dan hiburan populer seperti mal, restoran,…

    You Missed

    Pengalaman Kuliah yang Membentuk Skill dan Karier

    Pengalaman Kuliah yang Membentuk Skill dan Karier

    SOLAR & STORAGE LIVE VIETNAM 2026 TRỞ LẠI VÀO NGÀY 8–9/7 VỚI KỲ TỔ CHỨC THỨ 10, TRONG BỐI CẢNH QUÁ TRÌNH CHUYỂN DỊCH NĂNG LƯỢNG TẠI VIỆT NAM ĐANG TĂNG TỐC

    Hotel Business dengan Konsep leisure di jantung Kuta

    Hotel Business dengan  Konsep leisure di jantung Kuta

    Fisik Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur

    Fisik Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur

    KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek di Pagi Hari, Distribusi Pengguna di Jam Sibuk Lebih Merata

    KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek di Pagi Hari, Distribusi Pengguna di Jam Sibuk Lebih Merata

    Financial Burnout: Saat Capek Cari Uang Tapi Saldo Tabungan Tidak Bertambah

    Financial Burnout: Saat Capek Cari Uang Tapi Saldo Tabungan Tidak Bertambah