Transportasi Perkotaan untuk Masa Depan dan Lingkungan

Dari perjalanan, operasional, hingga kebiasaan pengguna.

Kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang seiring dengan aktivitas perkotaan yang semakin beragam. Semakin banyak orang yang perlu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semakin besar pula kebutuhan terhadap transportasi yang mampu melayani mobilitas sekaligus memperhatikan lingkungan.

Di tengah kebutuhan tersebut, transportasi publik memiliki peran yang semakin penting. Bukan hanya sebagai sarana perjalanan, tetapi juga sebagai bagian dari membangun mobilisasi perkotaan yang lebih berkelanjutan.

LRT Jabodebek menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Sebagai transportasi publik yang seluruh rangkaiannya menggunakan tenaga listrik, LRT Jabodebek juga menghadirkan perjalanan dengan jejak karbon yang lebih rendah. Namun, keberlanjutan tidak berhenti pada kereta. Dalam operasionalnya sehari-hari, terdapat pengelolaan energi, gedung, air, hingga fasilitas yang mendorong pengguna ikut menerapkan kebiasaan ramah lingkungan.

Mobilitas dengan Jejak Karbon Lebih Rendah

Seluruh rangkaian LRT Jabodebek menggunakan tenaga listrik. Berdasarkan penelitian dari Ametis Institute, perjalanan menggunakan LRT Jabodebek menghasilkan rata-rata 15 gram CO₂e per orang per kilometer.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan sepeda motor konvensional berkapasitas di bawah 250 cc sebesar 37 gram, mobil listrik sebesar 33 gram, serta mobil konvensional berkapasitas 1.000–2.000 cc sebesar 31 gram CO₂e per orang per kilometer.

Data tersebut menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi turut menentukan besarnya jejak karbon dari aktivitas perjalanan. Ini hanyalah salah satu bagian dari upaya tersebut.

Energi Bersih di Balik Operasional

Keberlanjutan juga diterapkan pada fasilitas yang mendukung kegiatan LRT Jabodebek.

Gedung Divisi LRT Jabodebek menerapkan konsep Ramah Lingkungan. Pemanfaatan energi terbarukan juga dilakukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 60 kWp yang terpasang di atap Gedung Divisi LRT Jabodebek. Energi surya tersebut mampu menghemat penggunaan listrik hingga 15%.

Hal ini merupakan upaya menjaga lingkungan dari fasilitas yang menopang operasionalnya.

Air yang Diolah dan Digunakan Kembali

Selain itu, terdapay proses operasional yang tidak terlihat oleh pengguna, namun memiliki peran dalam penggunaan sumber daya.

Dalam proses pencucian kereta, LRT Jabodebek menggunakan Automatic Train Washing Plant (ATWP) yang terintegrasi dengan Water Treatment Plant (WTP). Air bekas pencucian tidak langsung dibuang, melainkan diolah melalui proses pemisahan lumpur dan oli, dan penyaringan, sebelum sebagian digunakan kembali. Selebihnya dialirkan ke lingkungan, dengan penyesuaian pH / tingkat keasaman agar tidak merusak lingkungan.

Satu rangkaian kereta membutuhkan sekitar 973 liter air untuk sekali pencucian. Dari jumlah tersebut, sekitar 309 liter atau hampir sepertiganya berasal dari air hasil daur ulang.

Sepanjang Semester I 2026, penggunaan air hasil daur ulang tersebut telah menggantikan kebutuhan sekitar 293.859 liter air bersih.

Pengelolaan tersebut menjadi contoh bahwa keberlanjutan juga dapat dilakukan melalui hal-hal yang berlangsung di balik layar. Air yang telah digunakan tidak langsung menjadi limbah, tetapi diolah dan dimanfaatkan kembali untuk mengurangi kebutuhan air bersih.

Pengguna Juga Menjadi Bagian

Ekosistem transportasi berkelanjutan tidak akan lengkap tanpa keterlibatan pengguna.

LRT Jabodebek menyediakan water station gratis di seluruh stasiun yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk mengisi ulang air minum dengan membawa botol atau wadah minum pribadi.

Fasilitas sederhana ini menjadi bagian dari upaya mendorong kebiasaan menggunakan kembali wadah minum sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Dengan demikian, keberlanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab operator. Pengguna pun dapat mengambil bagian melalui pilihan dan kebiasaan sederhana selama menggunakan transportasi publik.

Keseluruhan upaya tersebut membentuk satu ekosistem yang saling terhubung.

Transportasi perkotaan untuk masa depan tidak hanya tentang bagaimana masyarakat bergerak, tapi juga tentang bagaimana perjalanan, operasional, dan kebiasaan di dalamnya dapat berjalan dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

    Jakarta, 20 September 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) kembali melaksanakan pekerjaan preservasi jalan tol berupa rekonstruksi perkerasan di Ruas Tol Jagorawi. Pekerjaan ini dilaksanakan secara bertahap pada sejumlah…

    Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

    Uang makan menjadi salah satu pengeluaran yang hampir selalu muncul setiap hari. Jika tidak diperhatikan, pengeluaran untuk sarapan, makan siang, makan malam, kopi, atau camilan bisa membuat anggaran bulanan cepat…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

    Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

    Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

    Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

    Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

    Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

    Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

    Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

    Saat Kebutuhan Datang Tak Terduga, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana yang Fleksibel

    Saat Kebutuhan Datang Tak Terduga, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana yang Fleksibel

    Hadapi Tantangan Pasar Otomotif, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan Laba 91,2%

    Hadapi Tantangan Pasar Otomotif, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan Laba 91,2%