SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE

Sendawar, Kutai Barat, (24/6) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menyelenggarakan Sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) (SNI 9042:2021 CHSE) bagi pelaku usaha pariwisata di Sendawar, Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata sekaligus mendukung pembangunan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Barat. Sosialisasi diikuti oleh pelaku usaha rumah makan, pengelola hotel dan penginapan, pengelola tempat hiburan, serta pengelola objek wisata. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, Sumardi, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Eden Suliyanto, serta narasumber dari PT SUCOFINDO (PERSERO), Gita Oktarina Eka Putri dan Finnuala Lovenka Q.

“Kabupaten Kutai Barat memiliki potensi pariwisata yang sangat besar untuk terus berkembang. Agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi daerah dan masyarakat, diperlukan penguatan kapasitas pelaku usaha melalui penerapan standar yang diakui secara global. Melalui kegiatan ini, SUCOFINDO hadir untuk mendukung transformasi sektor pariwisata daerah menuju pengelolaan yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ujar Rony Wijaya selaku Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Samarinda.

Rony Wijaya menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga sertifikasi menjadi faktor penting dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

“Kami berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal bagi semakin luasnya penerapan standar di sektor pariwisata Kutai Barat. Ketika standar telah menjadi budaya dalam pengelolaan usaha, maka kepercayaan wisatawan akan meningkat dan pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sumardi, mengapresiasi inisiatif PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam memberikan sosialisasi SNI 9042:2021 CHSE kepada para pelaku usaha pariwisata di wilayahnya.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus berupaya mendorong peningkatan kualitas layanan pariwisata agar mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berkelanjutan bagi wisatawan. Sosialisasi ini menjadi langkah yang sangat positif karena memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha mengenai standar yang perlu diterapkan dalam pengelolaan usaha pariwisata,” kata Sumardi.

Selama pelatihan berlangsung, Auditor and Risk Officer PT SUCOFINDO (PERSERO), Gita Oktarina Eka P, memaparkan perkembangan regulasi sektor pariwisata serta tahapan sertifikasi SNI 9042:2021 CHSE sebagai acuan dalam pengelolaan destinasi dan usaha pariwisata.

“Dalam dua hari ini, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai aspek-aspek yang menjadi fokus penilaian dalam SNI 9042:2021 CHSE, mulai dari pengelolaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, hingga kelestarian lingkungan. Selain itu, peserta juga dibekali informasi mengenai mekanisme sertifikasi dan perkembangan regulasi terbaru sektor pariwisata sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan dan daya saing destinasi wisata di Kabupaten Kutai Barat,” jelasnya.

Gita Oktarina Eka P menambahkan bahwa pemahaman yang baik terhadap persyaratan SNI 9042:2021 CHSE akan membantu pelaku usaha dalam mempersiapkan proses sertifikasi sekaligus memperkuat tata kelola usahanya.

Sebagai lembaga Testing, Inspection, and Certification (TIC) dan Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP), PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui berbagai layanan, seperti Sertifikasi Usaha Pariwisata, Sertifikasi Halal, Sertifikasi Hotel Berbintang, Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan berbasis Global Sustainable Tourism Council (GSTC), Sertifikasi Sistem Manajemen ISO, serta Pengujian Lingkungan dan Kualitas Air.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Hari Pelanggan Jadi Momentum, PAM JAYA Beri Air Gratis untuk Masjid Istiqlal

    Bagi PAM JAYA, Hari Pelanggan bukan hanya tentang memberikan layanan, tetapi juga tentang terus mendengarkan, hadir, dan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan PAM JAYA Jakarta,…

    Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan

    Dari pedagang sembako seperti Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga, hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan titik awal yang berbeda.…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Hari Pelanggan Jadi Momentum, PAM JAYA Beri Air Gratis untuk Masjid Istiqlal

    Hari Pelanggan Jadi Momentum, PAM JAYA Beri Air Gratis untuk Masjid Istiqlal

    Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan

    Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan

    Climate risk is changing where banks lend – before disaster strikes

    Climate risk is changing where banks lend – before disaster strikes

    Assess by Lapa Labs: how we read AI skill inside your actual work

    Assess by Lapa Labs: how we read AI skill inside your actual work

    Design WAH! 2026 Puts the Commercial Potential of Singapore-Based Emerging Design IP in Focus

    Design WAH! 2026 Puts the Commercial Potential of Singapore-Based Emerging Design IP in Focus

    Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Marga Berkomitmen Perkuat Layanan Berbasis Suara Pengguna

    Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Marga Berkomitmen Perkuat Layanan Berbasis Suara Pengguna