PTPN I (Persero), Subholding PTPN III (Persero) Terus Perkuat Branding Produk Hilir

Jakarta – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding PTPN III (Persero) terus memperkuat strategi branding dan pemasaran produk hilir sebagai bagian dari akselerasi hilirisasi serta peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan.

Regulasi yang membuka peluang bagi badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperluas bisnis hingga menyasar konsumen akhir dan pasar ritel menjadi momentum strategis bagi PTPN I untuk mendekatkan produk-produknya kepada masyarakat.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan perusahaan memiliki sejarah panjang sebagai produsen berbagai produk konsumen berkualitas yang reputasinya telah dikenal hingga pasar Eropa dan Amerika.

“Kita memiliki sejarah panjang sebagai produsen consumer goods dengan reputasi yang sudah dikenal hingga Eropa sejak zaman Belanda. Teh Walini, Kopi Banaran, Cerutu Golden Djawa, Cerutu Deli Nusantara, dan berbagai produk perkebunan lainnya merupakan merek-merek yang memiliki nama besar. Namun, ketika BUMN tidak lagi menyentuh pasar hingga sektor riil, pamor merek-merek tersebut perlahan tertinggal dari merek swasta yang bergerak lebih agresif. Sekarang saatnya kita kembali memperkuat posisi itu sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” kata Abdul Rivai Ras di Jakarta, Kamis (6/8).

Abdul Rivai Ras mengakui, membangkitkan kembali kejayaan merek-merek PTPN I di tengah persaingan pasar yang semakin ketat bukan pekerjaan mudah. Namun, tren pasar saat ini memberikan peluang besar karena konsumen semakin mengutamakan kualitas, keamanan pangan, reputasi produk, serta keberlanjutan lingkungan.

“Kesadaran masyarakat terus meningkat seiring membaiknya tingkat kesejahteraan. Konsumen kini tidak hanya membeli produk, tetapi juga memilih kualitas, keamanan pangan, reputasi premium, dan proses produksi yang ramah lingkungan. Karena itu, kami akan terus memperkuat branding seluruh produk ritel PTPN I, mulai dari Teh Walini, Kopi Banaran, Kopi Rollaas, Cerutu Golden Djawa, Cerutu Deli Nusantara, hingga produk-produk unggulan lainnya,” ujarnya.

Menurut Abdul Rivai Ras, program hilirisasi yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto merupakan peluang strategis bagi PTPN I untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan. Hilirisasi, menurutnya, tidak cukup berhenti pada proses produksi, tetapi harus mampu membangun merek, memperluas akses pasar, dan menciptakan pengalaman yang mendorong konsumen terus memilih produk PTPN I.

“Hilirisasi tidak berhenti ketika produk selesai diproduksi. Hilirisasi baru berhasil ketika produk sampai ke tangan konsumen, digunakan, dibeli kembali, dan menjadi pilihan utama masyarakat. Di situlah nilai tambah benar-benar tercipta,” katanya.

Dekatkan Produk kepada Konsumen

PTPN I memiliki modal kuat untuk mengakselerasi strategi tersebut. Selain didukung portofolio merek yang telah dikenal luas, perusahaan memiliki belasan ribu karyawan yang tersebar di berbagai wilayah operasional.

“Kita tidak boleh hanya bangga memiliki Teh Walini, Kopi Rollaas, Kopi Banaran, Cerutu Golden Djawa, maupun Cerutu Deli Nusantara. Produk-produk itu harus semakin dekat dengan masyarakat. Transformasi dimulai dari diri kita sendiri. Belasan ribu insan PTPN I harus menjadi pelanggan pertama, duta pertama, sekaligus pemasar pertama bagi produk kebanggaan perusahaan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pemasaran, PTPN I akan memperluas penggunaan produk-produknya di seluruh lingkungan perusahaan, mulai dari kantor, ruang rapat, mess karyawan, guest house, hingga destinasi wisata yang dikelola perusahaan.

“Kalau kita sendiri belum bangga menyajikan produk PTPN I kepada tamu, bagaimana masyarakat akan mengenal kualitasnya? Setiap fasilitas perusahaan harus menjadi etalase yang memperkenalkan kekuatan merek-merek PTPN I,” katanya.

Selain memperluas penggunaan produk di lingkungan internal, PTPN I akan mengembangkan gerai dan café berbasis produk hilir pada sejumlah aset strategis perusahaan. Konsep tersebut dirancang sebagai ruang yang mengintegrasikan promosi, pengalaman pelanggan, dan aktivitas perdagangan dalam satu ekosistem bisnis.

Melalui gerai tersebut, pengunjung dapat menikmati cerutu premium Indonesia yang dipadukan dengan kopi dan teh produksi PTPN I, sekaligus memperoleh berbagai produk unggulan perusahaan.

“Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar café. Kami ingin membangun sebuah destinasi yang menjadi rumah bagi merek-merek PTPN I, tempat masyarakat dapat menikmati kualitas produk sekaligus melakukan transaksi. Di situlah promosi, pengalaman pelanggan, dan bisnis bertemu dalam satu ekosistem,” ujar Abdul Rivai Ras.

Jadikan Aset sebagai Mesin Pertumbuhan

Pengembangan gerai akan memanfaatkan aset-aset strategis perusahaan yang berada di Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Optimalisasi aset tersebut akan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan sekaligus memperkuat jangkauan pasar produk-produk PTPN I.

“Setiap aset PTPN I harus menjadi mesin pertumbuhan. Aset tidak boleh hanya menjadi bangunan yang dimiliki perusahaan, tetapi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memperkuat merek, menggerakkan hilirisasi, dan menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan,” tegasnya.

Abdul Rivai Ras optimistis sinergi antara penguatan merek, optimalisasi aset, dan keterlibatan seluruh insan perusahaan akan mempercepat transformasi bisnis PTPN I. Melalui strategi tersebut, Holding Perkebunan Nusantara mendorong produk-produk unggulan PTPN I semakin dekat dengan masyarakat, memperluas pangsa pasar, dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar nasional maupun internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar

    Mulai 1 Oktober 2026, balasan bisnis melalui WhatsApp Business Platform yang sebelumnya gratis tanpa batas kini dikenai biaya setelah kuota gratis 1.000 pesan service per nomor bisnis per bulan habis.…

    Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi

    Industri energi selama ini identik dengan investasi bernilai besar, teknologi, serta kompleksitas operasional. Namun, di balik berbagai keputusan strategis perusahaan, terdapat satu faktor yang tidak kalah penting, yakni manusia. Hal…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    The Barnacle Problem: Singapore’s Offshore Floating Solar Farm Faces an Unlikely Enemy

    Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar

    Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar

    Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi

    Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi

    Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen

    Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen

    Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026

    Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026

    Semakin Pede dengan GCG, PAM JAYA Raih Predikat “Sangat Baik”

    Semakin Pede dengan GCG, PAM JAYA Raih Predikat “Sangat Baik”