Panen Perdana Greenhouse Hidroponik, Krakatau Steel Perkuat Pendidikan Pertanian Modern dan Ketahanan Pangan Pesantren

Cilegon (15/1) – Krakatau Steel Group melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan panen perdana melon hidroponik di fasilitas Greenhouse Krakatau Steel Group Peduli yang berlokasi di Pondok Pesantren Amalul Ummah, Rabu (14/1).

Panen perdana
ini menjadi momen kebahagiaan tersendiri bagi para santri dan tim TJSL Krakatau
Steel Group, setelah melalui masa tanam selama kurang lebih 70 hari. Melon
premium jenis White Kirin dan Diva 16 yang dibudidayakan dengan sistem
pertanian modern tersebut menghasilkan buah berkualitas tinggi, baik dari sisi
ukuran, tekstur, maupun tingkat kemanisan yang mencapai brix 18.

Inisiatif Berkelanjutan untuk
Pendidikan dan Kemandirian Pesantren

Pembangunan greenhouse ini tidak semata-mata difokuskan
pada penyediaan infrastruktur fisik, melainkan dirancang sebagai program
keberlanjutan untuk mendukung pendidikan pertanian modern di lingkungan
pesantren. Melalui program ini, Krakatau Steel mendorong kemandirian ekonomi
pesantren sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.

Program greenhouse pesantren ini merupakan kolaborasi
end-to-end Krakatau Steel Group dengan melibatkan unit-unit usaha yang memiliki
kompetensi di bidangnya masing-masing. Perancangan desain dilakukan oleh
Engineer PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK), dukungan material baja ringan oleh
PT Krakatau National Indonesia (KNI), konstruksi oleh PT Krakatau Perbengkelan
& Perawatan (KPDP), serta pendampingan budidaya hingga panen oleh tim TJSL
Krakatau Steel Group. Pembiayaan program ini merupakan kolaborasi PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk bersama Group Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), Group
Krakatau Baja Konstruksi (KBK), dan PT Krakatau Baja Industri (KBI).

Penguatan Kapasitas Santri
dan Ekosistem Usaha

Selain pembangunan fasilitas, Krakatau Steel juga
memberikan pelatihan komprehensif kepada para santri, mencakup teknik budidaya
hidroponik, manajemen operasional greenhouse, hingga strategi pemasaran hasil
panen. Dalam pelaksanaannya, PT Krakatau Steel melibatkan pesantren yang telah
berhasil mengembangkan greenhouse di Provinsi Banten, yakni Pesantren Al-Markas
Serang, sebagai bagian dari transfer pengetahuan agar hasil panen sesuai dengan
target yang direncanakan.

“Pembangunan greenhouse hingga panen perdana ini merupakan
wujud nyata dukungan Krakatau Steel terhadap pengembangan masyarakat sekitar,
khususnya pesantren. Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan
keagamaan, tetapi juga pusat inovasi pertanian modern yang mampu menciptakan
kemandirian ekonomi dan memberikan pembelajaran nyata yang tidak hanya
diperoleh dari buku,” ujar Direktur SDM PT Krakatau Steel (Persero) Tbk,
Suryantoro Waluyo.

Dukungan terhadap Ketahanan
Pangan Nasional

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar
Djohan, menegaskan bahwa program greenhouse pesantren ini sejalan dengan Asta
Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam percepatan ketahanan pangan
nasional.

“Program TJSL Krakatau Steel melalui pengembangan
greenhouse hidroponik di pesantren merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan
dalam mendukung Asta Cita, terutama pada agenda percepatan ketahanan pangan.
Kami percaya ketahanan pangan nasional harus dibangun dari akar rumput, dengan
melibatkan komunitas pendidikan seperti pesantren agar tercipta sistem pangan
yang mandiri, berkelanjutan, dan inklusif,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang
juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association
(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Kepastian Pasar dan
Keberlanjutan Program

Untuk memastikan keberlanjutan program, Krakatau Steel
turut menyiapkan ekosistem pemasaran yang terintegrasi. Sebagian hasil panen
pesantren binaan akan diserap langsung oleh Krakatau Steel Group, serta
dipasarkan melalui kerja sama dengan pengelola ekowisata, di mana pengunjung
dapat melakukan aktivitas petik buah langsung di greenhouse. Skema ini
memberikan kepastian pasar sekaligus mendorong perputaran ekonomi pesantren
secara berkelanjutan.

Melalui inisiatif TJSL ini, Krakatau Steel berharap dapat
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat hubungan
yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

    Jakarta, 28 Agustus 2026 — iFortePay memperkuat dukungannya terhadap digitalisasi transaksi pelakuvusaha dengan menghadirkan solusi pembayaran digital sebagai Official Payment Gateway Pekan Halal Indonesia 2026, yang berlangsung pada 28–30 Agustus…

    Dari Keluarga, untuk Generasi Esok PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

    Kolaborasi Enam Entitas Pelindo Perkuat Intervensi Gizi bagi Anak, Orang Tua, dan Ibu Hamil Jakarta, 28 Agustus 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) memperluas Program Tanggung Jawab Sosial…

    You Missed

    Test Automation Innovation Summit | Manila , Philippines

    Test Automation Innovation Summit | Manila , Philippines

    iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

    iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia  2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

    Dari Keluarga, untuk Generasi Esok PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

    Dari Keluarga, untuk Generasi Esok  PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

    2026 High-Performing Local Government Appreciation Batch II Regional Java–Bali: Indonesia Ministry of Home Affairs Grants Performance Incentives and Promotes Inter-Regional Solidarity

    2026 High-Performing Local Government Appreciation Batch II Regional Java–Bali: Indonesia Ministry of Home Affairs Grants Performance Incentives and Promotes Inter-Regional Solidarity

    Perlukah Menyiapkan Dana Darurat Sejak Usia 20-an?

    Perlukah Menyiapkan Dana Darurat Sejak Usia 20-an?

    Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa–Bali: Mendorong Pemerintah Daerah Terus Berinovasi dan Memperluas Praktik Baik

    Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa–Bali: Mendorong Pemerintah Daerah Terus Berinovasi dan Memperluas Praktik Baik