Kementerian Dalam Negeri Gelar Rapat Kerja Bersama K/L untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju Target 8 Persen

Jakarta, 10 September 2026 – Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan dan Pemaparan Rencana
Kerja Tim Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Daerah yang berlangsung
pada 4 hingga 6 September 2026 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta
Utara.

Agenda strategis ini digelar dalam rangka pemantauan,
pengawalan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah guna mendukung pencapaian
target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% sebagaimana diamanatkan dalam
Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.

Rapat kerja lintas kementerian dan lembaga ini dibuka dengan
arahan langsung dari Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol. Drs. Tomsi
Tohir, M.Si., serta menghadirkan jajaran narasumber dan pemapar kunci:

– Komjen
Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si.
– Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam
Negeri
– Teni
Widuriyanti
– Sekretaris Kementerian PPN / Sestama Bappenas
– Moh
Edy Mahmud
– Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Badan Pusat
Statistik (BPS)
– Ir.
Medrilzam, M.Prof.Rcon., Ph.D.
– Deputi Bidang Pembangunan
Kewilayahan, Kementerian PPN/Bappenas

Pendekatan Penyelesaian Masalah dan Penyusunan Rencana
Kerja Wilayah

Sekretaris Jenderal Kemendagri menegaskan pentingnya
pergeseran pendekatan dari sekadar pemantauan administratif (compliance-oriented)
menjadi pendekatan penyelesaian masalah secara konkret (problem-solving
oriented
). Pada sesi teknis, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan,
Kependudukan dan Pelayanan Publik Kemendagri, Dr. T.R Fahsul Falah, S.Sos.,
M.Si.
, bersama Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi menyampaikan
penjelasan teknis kegiatan dan pembagian wilayah kerja tim pemantauan. Forum
ini membedah secara rinci angka pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten/kota
serta merumuskan aksi nyata bagi Pemerintah Daerah.

Guna memastikan pengawalan berjalan efektif di seluruh
Indonesia, rapat kerja membagi pembahasan ke dalam kelompok wilayah provinsi
per pulau. Seluruh jajaran Pejabat Eselon I Kemendagri ditugaskan sebagai
penanggung jawab untuk mengordinasikan penyusunan dan pemaparan Rencana Kerja
Masing-Masing Provinsi.

Aksi Konkret dan Penguatan Indikator Dini

Dalam diskusi panel, Kemendagri bersama Bappenas, BPS, dan
Kementerian Investasi/BKPM menyelaraskan indikator penilaian pertumbuhan
ekonomi daerah:

– Penggunaan
Deteksi Dini (Early Warning Indicator)
: Menerapkan sistem
peringatan dini bulanan dari BPS untuk membaca sinyal dinamika ekonomi
daerah secara real-time.
– Percepatan
Investasi dan Perizinan
: Mengurai hambatan perizinan di daerah serta
mengoptimalkan potensi investasi guna mendorong kemudahan berusaha.
– Sembilan
Langkah Strategis Pemda
: Mendorong daerah mempercepat realisasi APBD,
proyek infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, perluasan lapangan
kerja, hingga peningkatan output industri dan sektor primari.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari ini akan
diakhiri dengan pembulatan hasil rapat serta penutupan oleh Sekretaris Jenderal
Kemendagri pada Minggu, 6 September 2026, untuk memastikan seluruh provinsi
memiliki rencana aksi yang terukur, tepat waktu, dan berorientasi pada hasil (no
issue without owner, no owner without deadline
).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI

    Usaha kuliner dan jajanan makanan menjadi salah satu sektor usaha yang banyak diminati dan ditekuni masyarakat. Tingginya minat terhadap sektor ini turut mendorong semakin ketatnya persaingan di antara para pelaku…

    Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat

    BOGOR — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat pengelolaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) agar manfaatnya bagi masyarakat dapat diukur dan berkelanjutan. Melalui Rapat Kerja Komunikasi…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI

    Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI

    Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat

    Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas

    Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

    Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

    DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

    DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

    Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live

    Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live