Dari Pensiunan Menjadi Pengusaha Kuliner Viral, Kisah Abram Bersama Bank Mandiri Taspen

Abram, pensiunan PNS RSUD Arifin Ahmad, berhasil mengembangkan usaha kuliner Pondok Nasi Kapau Fina menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Pekanbaru dengan dukungan pendampingan dan pemberdayaan dari Bank Mandiri Taspen. Melalui program pelatihan dan pembinaan, Bank Mandiri Taspen mendorong para pensiunan tetap produktif dan mandiri secara ekonomi setelah memasuki masa purna bakti.

PEKANBARU – Pensiun sering dikaitkan dengan berakhirnya rutinitas kerja. Tapi tidak bagi Abram R., pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru. Babak baru hidupnya dilalui bersama Bank Mandiri Taspen dan membuka usaha kuliner. Kini, Pondok Nasi Kapau Fina yang ia rintis menjadi salah satu kuliner favorit di Pekanbaru. Bahkan telah dikunjungi pelanggan dari Malaysia dan Singapura.

Abram mengaku, saat masih aktif bekerja dia sudah memikirkan bagaimana mengisi masa purna bakti agar tetap produktif dan bermanfaat. Sejak pensiun pada 22 Juni 2021, rencana tersebut langsung dilakoni.

“Jujur saya memang hobi memasak. Kami kakak beradik berasal dari Bukittinggi dan terbiasa memasak masakan khas Minang. Dari situlah muncul keyakinan untuk membuka usaha kuliner,” ujar Abram.

Keputusan tersebut ternyata menjadi titik balik kehidupannya. Berawal dari menjual Sup Markisa, sate, hingga mie kuah Medan, usaha Abram terus berkembang hingga lahirlah Pondok Nasi Kapau Fina. Rumah makan ini dikenal dengan 17 menu andalan yang memiliki cita rasa khas. Keunikannya, seluruh hidangan diracik dengan resep sendiri tanpa MSG, termasuk gulai cincang tanpa santan yang menjadi favorit pelanggan.

“Keuntungan bukan target utama saya. Kalau pelanggan senang dan menikmati masakan kami, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri,” katanya.

Kini, pelanggan Pondok Nasi Kapau Fina tidak hanya berasal dari Pekanbaru, tetapi juga berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara. Kehadiran media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok turut membantu memperluas jangkauan usahanya.

Kesuksesan Abram menjadi salah satu contoh nyata bagaimana Bank Mandiri Taspen mampu mendorong para pensiunan untuk tetap produktif setelah memasuki masa purna bakti. Melalui program ini, Mandiri Taspen tidak hanya memberikan layanan perbankan, tetapi juga menghadirkan pendampingan, pelatihan, serta pemberdayaan usaha bagi para nasabah pensiunan yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis.

Sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan tersebut, Bank Mandiri Taspen Pekanbaru secara aktif mendampingi Abram dalam berbagai aspek pengembangan usaha. Tidak hanya akses layanan keuangan, tetapi juga melalui pembinaan mengenai pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, hingga penguatan jejaring komunitas Mantapreneur.

“Saya selalu diundang mengikuti pelatihan dan pembinaan dari Mandiri Taspen Pekanbaru. Dari sana saya banyak belajar bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” tutur Abram.

Pendampingan tersebut merupakan implementasi dari layanan tiga pilar Mandiri Taspen, yaitu Mantap Sehat, Mantap Aktif, dan Mantap Sejahtera, yang dirancang untuk mendukung kualitas hidup para pensiunan agar tetap sehat, produktif, dan mandiri secara ekonomi.

Abram pun berharap semakin banyak rekan-rekan pensiunan yang mulai mempersiapkan kehidupan setelah masa kerja dengan membangun usaha sejak dini.

“Kalau dana pensiun ingin dimanfaatkan dengan baik dan tidak habis begitu saja, mulailah usaha dan carilah mitra yang bisa mendukung perkembangan usaha kita. Saya merasakan sendiri manfaat pendampingan dari Bank Mandiri Taspen Pekanbaru,” tandasnya.

Kisah Abram menjadi bukti bahwa Mandiri Taspen terus memperkuat perannya bukan hanya sebagai bank bagi pensiunan, tetapi juga sebagai sahabat di kehidupan baru purna tugas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Tak Hanya Nvidia, Dua Saham Ini Jadi Incaran Investor Berbasis Fundamental

    Di tengah pasar saham Amerika Serikat yang masih diwarnai volatilitas akibat ketidakpastian suku bunga, inflasi, dan dinamika geopolitik, investor semakin selektif dalam memilih emiten. Tidak lagi hanya mengejar saham yang…

    Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya

    LRT Jabodebek menerapkan sistem Automatic Train Wash Plant (ATWP) yang terintegrasi dengan Water Treatment Plant (WTP) untuk mencuci kereta secara otomatis sekaligus mengolah air bekas pencucian agar dapat digunakan kembali.…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Tak Hanya Nvidia, Dua Saham Ini Jadi Incaran Investor Berbasis Fundamental

    Tak Hanya Nvidia, Dua Saham Ini Jadi Incaran Investor Berbasis Fundamental

    Why Philippine Businesses Need an AI-powered Business Growth System

    Why Philippine Businesses Need an AI-powered Business Growth System

    Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya

    Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya

    Tempati Kantor Baru, BP Tapera Siapkan Akad Massal 62.530 KPR Sejahtera FLPP di Batang

    Tempati Kantor Baru, BP Tapera Siapkan Akad Massal 62.530 KPR Sejahtera FLPP di Batang

    Musim Kemarau, KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tidak Membakar dan Membuang Sampah Sembarangan di Sekitar Jalur Rel

    Musim Kemarau, KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tidak Membakar dan Membuang Sampah Sembarangan di Sekitar Jalur Rel

    AI Connect Malang Kenalkan Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing Bisnis

    AI Connect Malang Kenalkan Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing Bisnis