BINUS UNIVERSITY Perkuat Visi Keberlanjutan melalui Pengukuhan Prof. Ditdit Nugeraha Utama dan Konsep Eco-Decision Model

Jakarta, 13 November 2025 — BINUS University kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi riset berkelas dunia dengan mengukuhkan Prof. Dr.rer.nat. Ditdit Nugeraha Utama, S.Kom., MMSI. sebagai Guru Besar Tetap di bidang Ilmu Decision Model. Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Eco-Decision Model: Ketika Ilmu Keputusan Bertemu Tanggung Jawab Ekologis”, Prof. Ditdit menghadirkan paradigma baru yang menyatukan logika pengambilan keputusan dengan kesadaran ekologis yang menjadikan keputusan tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan.

Prof. Dr.rer.nat. Ditdit Nugeraha Utama adalah akademisi dan peneliti di BINUS University yang telah lama berkiprah di bidang ilmu komputer, sistem keputusan, dan model komputasi ekologis. Beliau menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Computer Science dengan fokus pada computational modelling dan fuzzy decision systems. Riset-risetnya banyak berfokus pada pengembangan sistem cerdas berbasis model komputasi untuk pertanian, kehutanan, dan mitigasi bencana, yang menggabungkan prinsip sains data dengan kearifan ekologis.

Image

“Sering kali, keputusan yang tampak rasional secara ekonomi justru menyisakan konsekuensi ekologis yang berat. Melalui eco-decision model, saya ingin mengajak dunia akademik dan industri untuk membangun sistem pengambilan keputusan yang tidak hanya cerdas dan berbasis data, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlangsungan bumi.”ujar Prof. Ditdit dalam orasinya.

Dalam paparannya, Prof. Ditdit menjelaskan bahwa model keputusan (decision model) merupakan pendekatan komputasional lintas disiplin yang mampu menyederhanakan kompleksitas dunia nyata melalui struktur matematis, algoritmik, dan simulatif. Model ini mendukung proses pengambilan keputusan yang objektif, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, menurutnya, banyak model keputusan modern masih berorientasi pada efisiensi semata dan belum mempertimbangkan dampak ekologis secara memadai. Untuk menjawab hal tersebut, Prof. Ditdit mengembangkan konsep eco-decision model (eco-DM), sebuah pendekatan yang memadukan logika keputusan dengan model komputasi tanaman (Plant Computational Model/PCM).

Integrasi kedua pendekatan ini memungkinkan terciptanya model keputusan yang mampu memprediksi dampak ekologis suatu tindakan atau kebijakan, misalnya dalam bidang pertanian, kehutanan, hingga mitigasi bencana. Melalui pendekatan ini, keputusan dapat diambil dengan mempertimbangkan nilai ekonomi dan nilai ekologi sekaligus.

“Keberlanjutan ekologis bukanlah pilihan tambahan, tetapi prasyarat etis dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.

Image

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Ditdit juga menyoroti peran Artificial Intelligence (AI) dalam memperkuat pengembangan model keputusan. AI dapat mempercepat proses analisis, memperkaya skenario prediktif, dan memproses data kompleks secara adaptif. Namun, ia mengingatkan bahwa “kecepatan dan kecerdasan AI tidak otomatis berarti ekologis”. Oleh karena itu, indikator lingkungan perlu diintegrasikan dalam sistem AI agar pengambilan keputusan tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan.

Konsep eco-decision model yang dikembangkan Prof. Ditdit telah melalui serangkaian riset selama beberapa tahun terakhir, di antaranya mencakup model komputasi untuk pohon pinus, sistem fuzzy untuk deteksi potensi longsor, dan model penilaian pupuk terbaik bagi tanaman hidroponik.

Beberapa hasil riset tersebut telah terdaftar sebagai paten sederhana di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan dikembangkan menjadi purwarupa aplikasi cerdas yang dapat dimanfaatkan baik oleh akademisi maupun pengambil kebijakan di lapangan.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas pengukuhan ini “Prof. Ditdit telah menunjukkan bahwa riset yang lahir dari ruang akademik dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat dan planet kita. Melalui pengembangan eco-decision model, beliau menghadirkan cara berpikir baru bahwa setiap keputusan, baik di dunia industri maupun kebijakan publik, seharusnya membawa dampak positif tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi lingkungan.”

Lebih lanjut, beliau menambahkan “Karya seperti ini menggambarkan arah baru pendidikan tinggi yang ingin kami wujudkan di BINUS, pendidikan yang berpijak pada ilmu pengetahuan, namun melangkah menuju keberlanjutan. Ini adalah semangat yang sejalan dengan visi BINUS.”

Image

Pengukuhan ini menjadi bagian dari langkah strategis BINUS University dalam mewujudkan visi BINUS 2035, yang menempatkan riset, inovasi, dan keberlanjutan sebagai inti dari transformasi pendidikan tinggi. Melalui eco-decision model, BINUS University menegaskan perannya sebagai pelopor riset interdisipliner di bidang teknologi keputusan, kecerdasan buatan, dan ekologi digital yang kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia.

  • Related Posts

    SWM Returns to EICMA with Four World Premieres “Smart Evolution · Boundless Adventure”

    SWM’s EICMA 2026 showcase brings its off-road heritage into a broader vision of modern riding. From the versatile VENTURO T300 and highway-ready STORMBREAKER V1200 to the TRAILHUNTER ATV and NOMADER…

    Saham Alphabet Anjlok 12,6%, Kapitalisasi Pasar Terpangkas US$482 Miliar dalam Sehari

    Saham Alphabet (GOOGL), perusahaan induk Google, mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Harga sahamnya merosot sekitar 12,6% setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal III 2026 yang memicu kekhawatiran investor…

    You Missed

    SWM Returns to EICMA with Four World Premieres “Smart Evolution · Boundless Adventure”

    SWM Returns to EICMA with Four World Premieres “Smart Evolution · Boundless Adventure”

    Casino Plus makes history with Evolution’s first-ever offline collaboration in the Philippines

    Casino Plus makes history with Evolution’s first-ever offline collaboration in the Philippines

    ‘It’s an equity issue’: State and territory health ministers stand up for dying Australians as pressure grows for VAD telehealth reform

    ‘It’s an equity issue’: State and territory health ministers stand up for dying Australians as pressure grows for VAD telehealth reform

    Saham Alphabet Anjlok 12,6%, Kapitalisasi Pasar Terpangkas US$482 Miliar dalam Sehari

    Saham Alphabet Anjlok 12,6%, Kapitalisasi Pasar Terpangkas US2 Miliar dalam Sehari

    BP Tapera Sosialisasikan KPR FLPP kepada Pegawai KPPN Mojokerto dan Satker Mitra

    BP Tapera Sosialisasikan KPR FLPP kepada Pegawai KPPN Mojokerto dan Satker Mitra

    Call for Photo Entries for ‘TPSW 2026’, Celebrating Volunteerism in Asia

    Call for Photo Entries for ‘TPSW 2026’, Celebrating Volunteerism in Asia