Bangunan Modern Tak Lagi Dibangun per Komponen, Sistem Pintu Kini Masuk Tahap Awal Perencanaan

Industri konstruksi Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan bangunan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi menyumbang sekitar 9,83% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi perekonomian nasional. 

Di tengah pertumbuhan tersebut, pendekatan dalam merancang bangunan pun mengalami perubahan. Jika sebelumnya setiap komponen dipilih secara terpisah, kini pengembang dan kontraktor semakin mengedepankan pendekatan yang terintegrasi sejak tahap perencanaan.

Salah satu perubahan yang mulai terlihat adalah meningkatnya perhatian terhadap sistem pintu. Tidak lagi dipandang sekadar sebagai elemen finishing, sistem pintu kini mulai dipertimbangkan sejak tahap desain karena berpengaruh terhadap efisiensi ruang, kelancaran sirkulasi, proses instalasi, keamanan, hingga biaya operasional bangunan dalam jangka panjang.

Menurut Bernardus Rizky, Chief Operating Officer Roda Bangun Mandiri (RBM), perubahan tersebut mencerminkan bergesernya prioritas industri konstruksi dari sekadar memilih material menjadi memastikan setiap sistem dalam bangunan mampu bekerja secara optimal.

“Bangunan modern tidak lagi dirancang sebagai kumpulan komponen yang berdiri sendiri. Setiap elemen harus saling mendukung agar bangunan dapat beroperasi secara efisien. Karena itu, sistem pintu sebaiknya tidak dipilih di akhir proyek, melainkan mulai dipertimbangkan sejak tahap perencanaan sehingga dapat disesuaikan dengan fungsi ruang, pola sirkulasi, serta kebutuhan operasional bangunan,” ujar Bernardus.

Dalam dua tahun terakhir, PT Roda Bangun Mandiri (RBM) telah terlibat dalam lebih dari ratusan proyek yang mencakup kebutuhan sistem pintu untuk sektor komersial, industri, hunian, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga fasilitas publik. 

Berbekal pengalaman lebih dari 45 tahun sebagai penyedia solusi door hardware dan door system, RBM menghadirkan berbagai produk dari merek-merek terpercaya seperti Henderson, ASSA ABLOY, Yale, Lockwood, Orbita, dan Kinlong yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan setiap proyek.

Dari total proyek tersebut, sekitar 25% telah melibatkan pembahasan sistem pintu sejak tahap desain atau perencanaan awal. Keterlibatan sejak fase awal memungkinkan pemilihan sistem yang lebih tepat, baik dari sisi fungsi, spesifikasi teknis, keamanan, maupun efisiensi biaya.

Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi tim proyek untuk mengevaluasi berbagai aspek sejak awal, seperti pola sirkulasi pengguna, frekuensi penggunaan pintu, kapasitas beban, kebutuhan fire rated door, sistem akses kontrol, hingga integrasi dengan desain arsitektur dan operasional gedung. Dengan demikian, potensi perubahan desain, kendala instalasi, maupun penyesuaian spesifikasi di tahap konstruksi dapat diminimalkan.

Tren tersebut menunjukkan bahwa sistem pintu kini semakin dipandang sebagai bagian penting dari perencanaan bangunan, bukan lagi sekadar komponen pelengkap yang ditentukan pada saat proses konstruksi telah berjalan. Melalui kolaborasi yang lebih awal dengan arsitek, konsultan, kontraktor, dan owner, solusi yang dihasilkan menjadi lebih optimal, aman, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan setiap bangunan.

Dengan pengalaman puluhan tahun di industri door hardware dan door system, PT Roda Bangun Mandiri terus berkomitmen menjadi mitra terpercaya dalam menghadirkan solusi sistem pintu yang andal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan setiap proyek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

    JAKARTA — Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dan menempati posisi keempat dunia sebagai negara dengan cadangan terbesar. Namun, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru…

    Lampung Selatan Jadi Lokasi Relawan Bakti BUMN 2026, PTPN Group dan InJourney Group Siap Bersinergi

    Bandar Lampung – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney akan menggelar Program Relawan Bakti BUMN 2026…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

    Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

    Lampung Selatan Jadi Lokasi Relawan Bakti BUMN 2026, PTPN Group dan InJourney Group Siap Bersinergi

    Lampung Selatan Jadi Lokasi Relawan Bakti BUMN 2026, PTPN Group dan InJourney Group Siap Bersinergi

    BP Tapera Perkuat Sinergi Perumahan melalui REI Kalsel Expo ke-20

    BP Tapera Perkuat Sinergi Perumahan melalui REI Kalsel Expo ke-20

    BP Tapera Tinjau Mahantas Modern Land, Pekerja Muda Belum Menikah Sudah Miliki Rumah

    BP Tapera Tinjau Mahantas Modern Land, Pekerja Muda Belum Menikah Sudah Miliki Rumah

    From infection to protection: Could mosquitoes help eradicate malaria?

    From infection to protection: Could mosquitoes help eradicate malaria?

    Para Pendukung Industri Global dan Lokal Mendukung Automechanika Jakarta karena Minat Peserta Pameran yang Kuat Mendorong Pameran yang Lebih Besar

    Para Pendukung Industri Global dan Lokal Mendukung Automechanika Jakarta karena Minat Peserta Pameran yang Kuat Mendorong Pameran yang Lebih Besar