XAU/USD Lanjutkan Tren Bearish, Target Penurunan Mengarah ke 4.379

Harga emas global diperkirakan masih menghadapi tekanan sepanjang pekan ketiga bulan Mei, seiring dominasi tren bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih mencerminkan kecenderungan turun yang kuat, dengan peluang penurunan lanjutan selama harga belum mampu menembus area resistance penting.

Dari sisi teknikal, struktur harga emas saat ini masih membentuk pola lower high dan lower low, yang menjadi indikasi utama bahwa tren bearish masih mendominasi pasar. Pola ini menggambarkan bahwa setiap kenaikan harga cenderung terbatas dan diikuti oleh tekanan jual baru. Selain itu, posisi harga yang masih berada di bawah indikator Moving Average (MA) 21 dan 50 memperkuat sinyal pelemahan, mengingat kedua indikator tersebut kini berperan sebagai resistance dinamis yang menahan pergerakan naik.

Dalam proyeksi untuk pekan ini, area resistance terdekat berada di level 4.589 dolar AS sebagai batas awal dan 4.639 dolar AS sebagai resistance berikutnya. Selama harga bergerak di bawah kisaran tersebut, tren turun diperkirakan masih akan berlanjut. Sementara itu, level support terdekat berada di 4.462 dolar AS, dengan support lanjutan di sekitar 4.379 dolar AS yang menjadi target berikutnya apabila tekanan jual semakin meningkat.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih didorong oleh penguatan dolar Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat investor lebih tertarik pada instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dalam jangka pendek. Kuatnya dolar secara langsung berdampak negatif terhadap harga emas, mengingat hubungan keduanya yang cenderung berbanding terbalik.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve turut memperkuat sentimen negatif bagi emas. Pelaku pasar saat ini meyakini bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama, terutama jika data ekonomi tetap menunjukkan kinerja yang solid, khususnya di sektor tenaga kerja dan inflasi. Lingkungan suku bunga tinggi ini menjadi faktor utama yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.

Di sisi lain, stabilnya sentimen pasar global juga turut menekan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika kondisi pasar relatif kondusif dan investor memiliki kepercayaan terhadap pertumbuhan ekonomi, aliran dana cenderung beralih ke aset berisiko seperti saham atau instrumen keuangan lainnya. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas menurun, sehingga memberikan tekanan tambahan pada harga.

Geraldo Kofit menegaskan bahwa selama harga emas belum mampu menembus kembali area resistance utama pada timeframe H4, maka tren bearish diperkirakan masih akan tetap bertahan. Setiap kenaikan harga yang terjadi dalam kondisi ini kemungkinan hanya bersifat sementara atau sekadar koreksi teknikal sebelum kembali melanjutkan penurunan.

Dengan mempertimbangkan kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental, harga emas pada pekan ini diperkirakan masih akan bergerak dalam bias negatif, dengan potensi menguji level support yang lebih rendah. Investor diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi global, khususnya data dari Amerika Serikat serta arah kebijakan moneter Federal Reserve, yang akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan harga emas ke depan. Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam mengelola risiko investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Tindak Lanjuti Arahan Danantara, PTPN Group Tandatangani Kesepakatan Percepatan Penataan Rumah Sakit

    Jakarta — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mengakselerasi penataan anak perusahaan sejalan dengan agenda Danantara selaku pemegang saham. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Penggabungan Bersyarat atau Conditional…

    IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman

    Ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI memicu aksi jual terdalam dalam hampir tiga dekade. Dr. Dhiraj Kelly mengajak investor ritel memeriksa tiga variabel risiko sebelum menambah posisi. JAKARTA, 30 Oktober…

    You Missed

    The Philippines prepares for the festive season. Imports play an important role in poultry meat supplies

    The Philippines prepares for the festive season. Imports play an important role in poultry meat supplies

    Zalopay đồng hành cùng IDEA® ASIA Summit Vietnam 2026 với vai trò Principal Partner

    Zalopay đồng hành cùng IDEA® ASIA Summit Vietnam 2026 với vai trò Principal Partner

    Survey Kiwi and CEO James Cooper-Jones Clinch Double Win at Tech X Summit Global 2026 in Singapore

    Survey Kiwi and CEO James Cooper-Jones Clinch Double Win at Tech X Summit Global 2026 in Singapore

    Tindak Lanjuti Arahan Danantara, PTPN Group Tandatangani Kesepakatan Percepatan Penataan Rumah Sakit

    Tindak Lanjuti Arahan Danantara, PTPN Group Tandatangani  Kesepakatan Percepatan Penataan Rumah Sakit

    IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman

    IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman

    ขยายหลักสูตร Service Design School สู่ภาคธุรกิจในต่างประเทศ — สนับสนุนโครงการบริการหลังการขายของ Mitsubishi Motors (Thailand)

    ขยายหลักสูตร Service Design School สู่ภาคธุรกิจในต่างประเทศ — สนับสนุนโครงการบริการหลังการขายของ Mitsubishi Motors (Thailand)