Sanct, Sosial Media yang Mengharuskan Bertemu Langsung untuk Berteman, Rilis Dua Film Pendek Jelang Peluncuran di Tiga Negara

Sanct, platform personal networking asal Indonesia yang hanya mengizinkan pengguna berteman setelah bertemu langsung dan saling memindai kode QR, merilis dua film pendek berdurasi satu menit di YouTube menjelang peluncurannya di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Episode pertama terinspirasi kisah nyata seorang pengguna beta; episode kedua memperlihatkan fitur obrolan keluarga dan check-in lokasi dari sudut pandang penggunanya. Sejak dibuka di Car Free Day Senayan (23/8), closed beta Sanct diikuti lebih dari 150 pengguna aktif, dengan lebih dari 1.600 orang di daftar tunggu.

Jakarta, 5 September 2026 — Alih-alih iklan, Sanct memilih bercerita. Platform personal networking asal Indonesia ini merilis dua film pendek berdurasi satu menit di kanal YouTube resminya, menceritakan perjalanan Clarissa pulang di dalam bus, mampir ke food court, sampai tiba di rumah dan menghabiskan waktu bersama orang tuanya di meja makan.

Episode pertama lahir dari kisah nyata seorang pengguna beta, dibagikan dengan izinnya. Di film itu, Clarissa tidak bilang apa-apa ke siapa pun tentang harinya yang berat. Yang ia bagikan di Sanct hanya sebuah lagu. Tapi di lingkaran yang isinya cuma orang terdekat, hal sekecil itu cukup: sahabatnya tahu ada yang tidak beres, dan mereka datang untuk menghibur.

Episode kedua berlangsung di sore yang sama dan dimulai dari pertanyaan paling biasa: Clarissa membuka grup keluarga di Sanct dan bertanya orang tuanya mau makan apa malam ini. Kakaknya, Keisha, yang tinggal di Singapura, ikut membalas satu kalimat: “Aku kangen ayam goreng dekat rumah kita.” Ketika Clarissa check-in di warung langganan mereka, dan bertanya: “Come back soon?” Keisha menjawab hanya satu kata, “Soon”, dengan sebuah hati. Sebuah pertanyaan tentang makan malam berubah menjadi janji untuk pulang.

Dua cerita, satu pesan: yang jauh tetap dekat, yang dekat terasa makin dekat, dan saat kalian sedang tidak baik-baik saja, teman kalian akan langsung mendukung kalian.

Berteman harus bertemu langsung

Yang membuat Sanct berbeda bukan hanya fiturnya, melainkan pendekatan untuk bisa berteman. Di Sanct, teman hanya bisa ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Tidak bisa mencari nama orang asing yang tidak kenal. Akibatnya, lingkaran setiap pengguna hanya berisi orang yang benar-benar dikenal — dan momen yang dibagikan hanya sampai ke lingkaran terdekat saja.

Fitur-fitur yang tampil di kedua film adalah fitur yang sudah berjalan di closed beta: grup obrolan untuk keluarga dan sahabat dekat dengan reaksi dan balasan, check-in di lokasi nyata yang hanya terlihat oleh lingkaran, komentar berupa stiker, lagu, atau foto, serta Sancty — karakter kecil di dalam Sanct yang menyapa pengguna di momen-momen tertentu, misalnya mengingatkan makan malam.

Pertumbuhan pengguna dan rencana ke depannya

Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan; 147 orang mendaftar di hari pertama. Sepekan kemudian gelombang undangan pertama rampung dengan lebih dari 150 pengguna aktif, sementara lebih dari 1.600 orang masih menunggu di daftar tunggu. Sanct tengah mempersiapkan untuk hadir secara bertahap di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sanct akan berjalan dengan model freemium: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional akan menyusul setelah peluncuran.

“Kami harap lewat dua teaser ini pesannya sampai,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Semua orang berhak punya waktu berkualitas dengan orang-orang terdekatnya. Sanct hanya jembatannya: yang jauh di mata tetap dekat di hati, dan yang sudah dekat jadi makin dekat. Dan yang paling penting, saat kalian sedang tidak baik-baik saja, teman kalian akan langsung mendukung kalian.”

Pendaftaran closed beta batch kedua masih dibuka untuk siapa pun yang ingin mencoba lebih dulu, melalui https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    Jakarta, 16 Oktober 2026 – Osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami patah tulang. Penyakit ini sering kali berkembang tanpa…

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    Mengadakan rapat dengan partisipan yang tersebar di berbagai negara adalah tantangan tersendiri bagi bisnis multinasional. Sebab, waktu kerja yang tidak selalu sinkron karena perbedaan zona waktu dan hari libur nasional…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    5 Tips Membuat Follow Up Email Setelah Meeting dengan Prospek

    5 Tips Membuat Follow Up Email Setelah Meeting dengan Prospek

    7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan

    7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan

    Telco bills pass Senate, but Australians left waiting on roaming, compensation and coverage guarantees

    Telco bills pass Senate, but Australians left waiting on roaming, compensation and coverage guarantees

    TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP

    TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP