Pulau Pramuka Jadi Lokasi Strategis untuk Penanaman Mangrove & Restorasi Terumbu Karang

Jakarta, 7 November 2025 — Di tengah deru kota besar dan aktivitas manusia yang padat, terdapat sebuah pulau yang menyimpan potensi besar sekaligus tantangan besar untuk konservasi keanekaragaman hayati: Pulau Pramuka, di kawasan Kepulauan Seribu. Lingkungan laut di sekitar kawasan Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tanjung Elang di Pulau Pramuka memiliki sumber daya terumbu karang yang seharusnya menjadi pusat ekowisata bahari berbasis edukasi, konservasi, dan ekologi — namun saat ini kondisi ekosistemnya telah mengalami kerusakan yang signifikan akibat aktivitas manusia dan faktor alam.

Berdasarkan hasil penelitian, kondisi tutupan karang hidup di perairan Pulau Pramuka menunjukkan angka antara 20,65% hingga 47,17%, yang dikategorikan sebagai kondisi “sedang hingga rusak” (Fadhiilah, 2023). 

Sementara penelitian lain menyebutkan bahwa tutupan karang keras di pulau ini berkisar antara 6%–34,8% pada kedalaman 3 m dan 9,3%–49,5% pada kedalaman 7 m (Ardiansyah et al., 2013). Temuan ini mengingatkan bahwa tanpa intervensi yang tepat, potensi ekosistem Pulau Pramuka bisa terkikis lebih jauh. Padahal kawasan ini berada dekat sekali dengan kawasan ibu kota dan memiliki peluang besar untuk pengembangan ekowisata dan pelibatan masyarakat lokal.

Konservasi terumbuh karang di Pulau Pramuka (Gambar: Tim LindungiHutan)

Menanggapi kondisi tersebut, organisasi konservasi LindungiHutan memilih Pulau Pramuka sebagai lokasi utama untuk program penanaman mangrove sekaligus rehabilitasi terumbu karang. Program ini tidak hanya melibatkan penanaman mangrove namun juga kegiatan restorasi karang di lautan terbuka, sehingga bisa menjadi workshop lapangan bagi komunitas, pelajar, peneliti, dan wisatawan yang tertarik pada konservasi laut.

“Pulau Pramuka menawarkan titik temu antara ekosistem yang sangat rawan dan peluang besar untuk menghidupkan kembali terumbu yang rusak. Kami melihat di sini bukan sekadar penanaman pohon, tapi pemulihan habitat yang bisa menjadi ruang belajar bagi banyak pihak,” ujar seorang perwakilan LindungiHutan.

Program konservasi di Pulau Pramuka mencakup serangkaian langkah penting yang dirancang secara terpadu untuk memulihkan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kegiatan dimulai dengan penanaman mangrove di sepanjang garis pantai, yang berfungsi memperkuat tebing, melindungi pesisir dari abrasi, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.

Di sisi lain, upaya transplantasi terumbu karang dilakukan dengan metode ilmiah, melibatkan komunitas lokal dan lembaga riset agar prosesnya tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memperkaya pengetahuan masyarakat tentang konservasi laut. 

Selain itu, pengembangan ekowisata edukatif turut digalakkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kelestarian laut. 

Tak kalah penting, program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir agar menjadi bagian dari solusi, melalui kegiatan seperti budidaya karang, wisata snorkeling berkelanjutan, hingga pengembangan produk-produk ekonomi hijau berbasis lokal.

Dengan kondisi terumbu karang yang masih relatif baik jika dibandingkan banyak titik di Indonesia, Pulau Pramuka menjadi salah satu contoh urgensi tindakan nyata. 

Sebuah laporan menegaskan bahwa di kawasan barat Indonesia, persentase terumbu dengan tutupan hidup >50% hanya sekitar 23%. Hal ini semakin memperkuat alasan mengapa Pulau Pramuka perlu menjadi fokus konservasi.

Kegiatan konservasi termasuk untuk merancang workshop lapangan, penelitian, dan program edukasi yang menghubungkan manusia dengan alam.

Dengan demikian, LindungiHutan mengundang sekolah, universitas, komunitas lingkungan, dan perusahaan untuk menjadikan Pulau Pramuka sebagai lokasi kegiatan kerja praktis (workshop lapangan) dalam konservasi mangrove dan karang, sekaligus sebagai jembatan antara riset, edukasi, dan aksi nyata.

“Kami percaya bahwa lokasi yang paling dekat dengan tantangan adalah lokasi paling tepat untuk pembelajaran dan aksi. Pulau Pramuka adalah tempat di mana ide konservasi bisa menjadi kenyataan,” tambah perwakilan LindungiHutan.

Sebagai informasi, masyarakat dapat mengenal lebih dekat inisiatif dan dampak konservasi di kawasan ini melalui laman resmi Pulau Pramuka di LindungiHutan. Di sana, publik juga dapat berpartisipasi langsung melalui donasi pohon, kegiatan penanaman, maupun kolaborasi lapangan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Kepulauan Seribu.

  • Related Posts

    Perluas Layanan Perbankan, BRI Region 6 Hadirkan Kantor Kas di Universitas Negeri Jakarta

    BRI Region 6 terus memperluas jangkauan layanan perbankannya dengan mermbuka Kantor Kas BRI di lingkungan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kehadiran kantor kas ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendekatkan…

    Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

    Mimika, 29 Juli 2026 – Menembus pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer, menghadapi cuaca ekstrem, hingga berhadapan langsung dengan kelompok bersenjata OPM, prajurit TNI dari Satuan Tugas Habema tetap melangkah maju.…

    You Missed

    Perluas Layanan Perbankan, BRI Region 6 Hadirkan Kantor Kas di Universitas Negeri Jakarta

    Perluas Layanan Perbankan, BRI Region 6 Hadirkan Kantor Kas di Universitas Negeri Jakarta

    Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

    Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

    Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

    Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

    Waspada Modus Penipuan! Cara Aman Bayar Tagihan Akulaku dan Akulaku PayLater via Virtual Account

    Waspada Modus Penipuan! Cara Aman Bayar Tagihan Akulaku dan Akulaku PayLater via Virtual Account

    Menjawab Tren Intimate Wedding Gen Z, Oakwood Hotel & Residence Surabaya Bersama Para Vendor Terkemuka Resmi Luncurkan Proyek Kolaborasi “The Wedding Era”

    Menjawab Tren Intimate Wedding Gen Z, Oakwood Hotel & Residence Surabaya Bersama Para Vendor Terkemuka Resmi Luncurkan Proyek Kolaborasi “The Wedding Era”

    KAI Mohon Maaf atas Gangguan Perjalanan LRT Jabodebek, Saat ini Kembali Normal

    KAI Mohon Maaf atas Gangguan Perjalanan LRT Jabodebek, Saat ini Kembali Normal