Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional

Banjarbaru, 19 September 2026 – Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi semakin penting dalam memastikan pendidikan pertambangan tetap relevan dengan kondisi lapangan. Semangat tersebut menjadi bagian dari Temu Nasional Tahunan XII Forum Komunikasi Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Seluruh Indonesia (FORKOPINDO) dan Workshop Mata Kuliah (WMK) yang berlangsung pada 4–9 September 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pertemuan tersebut menghadirkan praktisi dari berbagai perusahaan pertambangan, termasuk PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang diwakili Principal Geotechnical, Anas Abdul Latif, sebagai salah satu narasumber pada Workshop Forkopindo, Senin (7/9/2026).

Pertemuan tersebut mengusung tema ‘Transformasi Pendidikan Pertambangan: Menjawab Tantangan Ketahanan Energi dan Pengembangan Industri Nasional’, yang dihadiri oleh 122 pendaftar dari 46 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Mempertemukan akademisi, pemerintah, dan praktisi pertambangan dari berbagai perusahaan nasional, forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan dan tantangan aktual industri pertambangan. 

Pentingnya kesinambungan kolaborasi disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama, M.Sc., IPU, Dewan Pembina Forkopindo. Menurutnya, perkembangan industri dan teknologi pertambangan perlu terus diikuti bersama agar pendidikan pertambangan mampu menjawab kebutuhan masa depan.

“Forkopindo memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia profesional bagi masa depan pertambangan Indonesia. Mari terus memperkuat kolaborasi dan mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan industri pertambangan,” ujarnya. 

Kehadiran NHM memberikan gambaran langsung mengenai pengalaman industri, khususnya dalam pengelolaan tambang bawah tanah, sekaligus membuka ruang dialog antara kebutuhan kompetensi di lapangan dan pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Anas menjelaskan pengalaman NHM dalam pengelolaan tambang bawah tanah, mulai dari discovery outcrop di Gosowong, Toguraci, dan Kencana hingga karakteristik operasionalnya. NHM saat ini mengoperasikan dua tambang bawah tanah, yaitu Tambang Bawah Tanah Kencana dan Toguraci, dengan kondisi geologi dan tantangan teknis yang berbeda.

“Di Kencana, metode underhand cut and fill diterapkan dengan mempertimbangkan karakteristik endapan berkadar tinggi (high grade) serta kondisi batuan samping yang mudah rapuh. Sementara itu, Tambang Bawah Tanah Toguraci menggunakan metode stoping dengan tantangan berupa keberadaan akuifer hidrotermal yang memiliki temperatur sekitar 80 derajat Celcius,” ungkapnya. 

Anas juga memaparkan siklus penambangan bawah tanah di Gosowong serta strategi pengangkutan bijih emas/ore berdasarkan tingkat prioritas. Material dengan prioritas utama diangkut langsung menuju Rompad, sedangkan material dengan prioritas lebih rendah dikelola melalui proses rehandle. Berbagi pengalaman teknis tersebut tidak hanya menjadi pembelajaran bagi para praktisi pertambangan, tetapi juga memberikan gambaran nyata bagi akademisi dan mahasiswa mengenai bagaimana konsep yang dipelajari di ruang kelas diterapkan dalam kondisi operasional.

GM Geology Resources & Support NHM, Denny Lesmana menambahkan bahwa pertambangan di masa depan akan terus membutuhkan inovasi dan gagasan baru untuk menjawab berbagai tantangan yang berkembang. “Berbagi praktik industri diharapkan tidak hanya memberikan gambaran mengenai penerapan di lapangan, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar di kalangan mahasiswa sebagai calon generasi penerus industri pertambangan.”

Seiring tantangan ke depan akan terus berkembang, kontribusi melalui riset, inovasi, dan pengembangan pengetahuan dari dunia akademis menjadi semakin penting. Momentum ini diharapkan dapat menjadi awal bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara akademisi dan industri dalam mendukung kemajuan pertambangan Indonesia yang aman dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas

    Dalam menjalankan kegiatan operasional perkebunan, aspek lingkungan menjadi salah satu perhatian utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Corporate Secretary PTPN III (Persero), Bambang Hartawan mengatakan, Tanggung Jawab Sosial dan…

    Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

    Gambar tanda tangan yang tersebar di internet berisiko disalahgunakan untuk memalsukan dokumen tanpa sepengetahuan pemiliknya. Penggunaan tanda tangan digital bersertifikat dapat membantu mencegah pemalsuan serta memastikan keaslian dan keabsahan dokumen…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas

    Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

    Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

    DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

    DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

    Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live

    Sanct Social sets its ninth short film in a Johor Bahru home on Deepavali eve and uses it to teach four new features: Sancty’s schedule, community guest links, sleep music and Re-live

    Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2

    Happy Deepavali from Sanct Social: the app’s ninth short film brings two mothers who have never met into one chat, and shows what is new in version 1.2

    Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2

    Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2