PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dukung Resiliensi Pelabuhan ASEAN

Partisipasi PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam CEO Forum ASEAN Ports and Logistics 2026

Jakarta, 23 Agustus 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi ekosistem kepelabuhanan dengan berpartisipasi sebagai pembicara pada CEO Forum dalam ajang 24th ASEAN Ports and Logistics 2026 yang diselenggarakan pada 7–9 Juli 2026 di Sofitel Kuala Lumpur Damansara, Malaysia.

ASEAN Ports and Logistics merupakan konferensi dan pameran internasional yang diselenggarakan oleh Port Klang Authority sebagai wadah kolaborasi bagi para pemangku kepentingan sektor pelabuhan, logistik, pelayaran, terminal, dan rantai pasok di kawasan Asia Tenggara. Tahun ini, forum tersebut dihadiri lebih dari 300 senior executives, menghadirkan 35 pembicara kelas dunia, serta diikuti oleh 50 exhibitor dari berbagai negara ASEAN.

Pada sesi CEO Forum, Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva Faruq Hidayat membawakan paparan bertajuk “Strengthening Maritime Connectivity through Port Transformation: Adapting to Current Uncertainties, Addressing Current Disruptions in Cargo Movements and Forecasting the Future of Global Trade Routes and its Implications for ASEAN Ports”.

Transformasi Pelabuhan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global

Dalam paparannya, Faruq menguraikan bahwa sektor maritim saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perubahan jalur pelayaran internasional, volatilitas energi, hingga perubahan kebijakan perdagangan yang berdampak langsung terhadap rantai pasok dunia. Kondisi tersebut menjadikan ketidakpastian sebagai tantangan yang harus diantisipasi melalui peningkatan daya saing dan resiliensi pelabuhan.

“Uncertainty saat ini bukan lagi sebuah kondisi yang bersifat sementara atau terjadi pada periode tertentu, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika bisnis global yang berlangsung secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pelabuhan harus membangun resiliensi agar tetap tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat dua strategi yang perlu dijalankan untuk memperkuat ketahanan bisnis pelabuhan. Pertama, meningkatkan port performance melalui digitalisasi layanan, pemanfaatan teknologi, standarisasi operasional, serta integrasi data guna meningkatkan efisiensi pelayanan dan produktivitas pelabuhan. Kedua, mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan pendukung (port-hinterland integration) sehingga tercipta ekosistem industri yang mampu menghasilkan arus barang secara berkelanjutan, memperkuat konektivitas rantai pasok, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional.

Faruq memaparkan pentingnya digitalisasi sebagai salah satu bentuk adopsi teknologi dalam membangun ekosistem pelabuhan yang terintegrasi mulai dari layanan marine, pelabuhan itu sendiri, hingga layanan pendukung Pelabuhan seperti WMS, YOS, TMS, dll). Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan port performance. Kemudian, Pengembangan ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan Maritime Ecosystem Platform untuk mendukung program Pemerintah Indonesia untuk menciptakan One Maritime Data.

Selain hal tersebut, saat ini sedang dilakukan pengembangan integrasi antara pelabuhan dengan kawasan pendukungnya, antara lain integrasi Pelabuhan Kuala Tanjung dengan Kawasan Pendukungnya, pengembangan Ekosistem Kalibaru beserta jalan akses dan kawasan pendukungnya, Pelabuhan Kijing dengan Kijing Port Supporting Area, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, serta Tanjung Emas Export Processing Zone (TEPZ) di Semarang.

Keikutsertaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam forum internasional ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam mentransformasikan pelabuhan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri dan logistik nasional. Forum ini juga membuka peluang kolaborasi dengan investor, operator pelabuhan, pelaku logistik, regulator, serta mitra bisnis dari berbagai negara ASEAN guna memperkuat konektivitas maritim regional.

Melalui partisipasi aktif pada ASEAN Ports and Logistics 2026, PT Pelindo Sinergi Lokaseva menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi Pelindo dalam membangun ekosistem pelabuhan yang terintegrasi, berdaya saing global, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan kawasan.

PT Pelindo Sinergi Lokaseva senantiasa membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, investor, serta pelaku industri untuk bersama-sama membangun ekosistem pelabuhan dan kawasan yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan guna memperkuat konektivitas maritim Indonesia dan ASEAN.

-selesai-

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife

    Menyambut musim Halloween dengan cara yang lebih ceria, Hublife menghadirkan The Fluffy Pumpkin Fest pada 16 Oktober–8 November 2026 Menyambut musim Halloween dengan cara yang lebih ceria, Hublife menghadirkan The…

    ASHTA DISTRICT 8 Menghadirkan DESIGN SPEAKS, Lewat ADGI Design Week

    ASHTA District 8 kembali menghadirkan pengalaman yang menghubungkan kreativitas, seni, dan gaya hidup urban melalui DESIGN SPEAKS: Where Creativity Lives, yang berlangsung pada 9–25 Oktober 2026. ASHTA District 8 kembali…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife

    The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife

    ASHTA DISTRICT 8 Menghadirkan DESIGN SPEAKS, Lewat ADGI Design Week

    ASHTA DISTRICT 8 Menghadirkan DESIGN SPEAKS, Lewat ADGI Design Week

    Akar Peoni Jadi Kunci Zuo Hao Shi untuk Meredakan Sakit Leher Belakang

    Akar Peoni Jadi Kunci Zuo Hao Shi untuk Meredakan Sakit Leher Belakang

    Industri Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Investor Perlu Pilih Platform Legal

    Industri Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Investor Perlu Pilih Platform Legal

    Transformasi Tata Kelola PAD: Sinergi Sanggabiz dan Pemkot Yogyakarta Wujudkan AiTax untuk Kemandirian Fiskal Daerah

    Transformasi Tata Kelola PAD: Sinergi Sanggabiz dan Pemkot Yogyakarta Wujudkan AiTax untuk Kemandirian Fiskal Daerah

    BRIDS Masuk 16 Besar CX100 Danantara 2026, Peringkat Kedua di Industri Sekuritas dan Manajemen Investasi

    BRIDS Masuk 16 Besar CX100 Danantara 2026, Peringkat Kedua di Industri Sekuritas dan Manajemen Investasi