PT Akarsa Garment Indonesia Kembangkan Fasilitas Produksi Garmen untuk Memenuhi Kebutuhan Seragam dan Pakaian Kerja Perusahaan dari Berbagai Sektor

JAKARTA – Pertumbuhan sektor industri, manufaktur, dan jasa di Indonesia pascapandemi mendorong peningkatan signifikan terhadap permintaan seragam korporasi dan pakaian kerja (workwear) yang berkualitas. Menjawab tantangan supply chain garmen serta kebutuhan kustomisasi skala besar dari sektor korporasi maupun BUMN, PT Akarsa Garment Indonesia mengumumkan perluasan dan pengembangan fasilitas produksi terintegrasi.

Langkah ekspansi ini diambil guna memperkuat kapasitas manufaktur pakaian lokal sekaligus memberikan jaminan ketepatan waktu (lead time) serta konsistensi standar kualitas bagi para pelaku industri.

Tren Kebutuhan Seragam Korporasi dan Pertumbuhan Sektor Manufaktur

Penggunaan seragam kerja bagi perusahaan kini tidak lagi sekadar pakaian operasional harian, melainkan telah bergeser menjadi instrumen penguat corporate branding, identitas keselamatan kerja (K3), dan profesionalisme bisnis.

Menurut data internal industri garmen nasional, kebutuhan akan pakaian kerja kustom untuk sektor manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik mengalami peningkatan stabil tiap tahunnya. Namun, salah satu tantangan utama yang kerap dihadapi pihak korporasi dalam pengadaan skala besar adalah inkonsistensi standar penjahitan, keterlambatan pengiriman, serta keterbatasan kapasitas pabrik vendor menengah.

Melihat kondisi pasar tersebut, PT Akarsa Garment Indonesia mentransformasi skema manufakturnya melalui pendekatan one-stop garment manufacturing solution. Dengan pengalaman industri garmen yang panjang sejak tahun 2013, perusahaan mengintegrasikan fasilitas pemotongan kain (cutting), penjahitan (sewing), pembordiran komputer, cetak digital (printing), hingga pengemasan akhir (finishing) dalam satu ekosistem terpadu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    Jakarta, 16 Oktober 2026 – Osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami patah tulang. Penyakit ini sering kali berkembang tanpa…

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    Mengadakan rapat dengan partisipan yang tersebar di berbagai negara adalah tantangan tersendiri bagi bisnis multinasional. Sebab, waktu kerja yang tidak selalu sinkron karena perbedaan zona waktu dan hari libur nasional…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    5 Tips Membuat Follow Up Email Setelah Meeting dengan Prospek

    5 Tips Membuat Follow Up Email Setelah Meeting dengan Prospek

    7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan

    7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan

    Telco bills pass Senate, but Australians left waiting on roaming, compensation and coverage guarantees

    Telco bills pass Senate, but Australians left waiting on roaming, compensation and coverage guarantees

    TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP

    TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP