Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kedaulatan emas nasional melalui pengembangan ekosistem emas dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin emas yang ditambang di Indonesia tidak sekadar menjadi komoditas yang keluar dari dalam negeri, tetapi dapat disimpan, diperdagangkan, dan dikembangkan nilai tambahnya di dalam negeri.

“Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri sendiri,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional adalah membangun ekosistem bank emas atau bullion bank.

Dalam waktu sekitar satu tahun, ekosistem bank emas nasional telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS. Capaian tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas (bullion), yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas,” kata Prabowo.

Prabowo menilai keberadaan bank emas menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Indonesia. Pengelolaan emas melalui ekosistem keuangan nasional dinilai dapat memperkuat tabungan, pembiayaan, sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik.

“Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang ini akan juga meningkat,” ujarnya.

Dorongan kedaulatan emas tersebut tidak hanya menyangkut kepemilikan emas, tetapi juga bagaimana Indonesia menguasai rantai nilai komoditas tersebut.

Prabowo menegaskan emas Indonesia harus memberikan nilai ekonomi sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Karena itu, emas yang dihasilkan dari pertambangan domestik perlu masuk ke dalam sistem penyimpanan, perdagangan, pembiayaan, hingga investasi di dalam negeri.

Dengan demikian, penguatan ekosistem emas menjadi bagian dari agenda hilirisasi mineral. Tantangannya bukan sekadar meningkatkan produksi tambang, tetapi memastikan semakin banyak nilai tambah dari komoditas tersebut yang tercipta dan berputar di dalam negeri.

Merujuk data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Kapasitas pemurnian tidak hanya berasal dari perusahaan di bawah MIND ID, tetapi juga ditopang sejumlah pelaku usaha swasta.

Selain fasilitas refinery ANTAM berkapasitas 150 ton per tahun dan Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dengan kapasitas pemurnian emas hingga 50 ton per tahun, terdapat smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) yang memiliki kapasitas pengolahan emas sekitar 18 ton per tahun.

Potensi produksi bijih emas nasional juga berasal dari sejumlah perusahaan tambang. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memiliki potensi produksi sekitar 2,4-2,7 ton per tahun, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sekitar 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sekitar 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) sekitar 5,9-6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sekitar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas produksi dan pemurnian tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem emas nasional yang lebih terintegrasi. Indonesia tidak hanya memiliki sumber daya emas, tetapi juga kapasitas untuk menambang, memurnikan, mengolah, memperdagangkan hingga menjadikan emas sebagai instrumen investasi.

Penguatan ekosistem tersebut bahkan berpotensi memberikan manfaat lebih luas terhadap perekonomian, termasuk memperkuat posisi emas sebagai salah satu aset yang dapat mendukung cadangan devisa bank sentral.

Prabowo mengatakan capaian pengelolaan 153 ton emas dalam sekitar satu tahun menunjukkan Indonesia mulai memiliki kemampuan membangun ekosistem bullion dalam skala besar.

“Jadi kita ternyata diam-diam, kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia. Saya kira boleh dicek, bank emas mana yang memiliki, yang mengelola 153 ton emas dalam satu tahun,” kata Prabowo.

Penguatan rantai emas tersebut sekaligus memperluas makna hilirisasi mineral. Jika sebelumnya nilai ekonomi emas terutama diperoleh dari kegiatan pertambangan dan pemurnian, pemerintah kini mendorong agar emas dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih panjang melalui perdagangan, penyimpanan, investasi dan pembiayaan di dalam negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

    Indonesia Health Development Center (IHDC) menyelenggarakan Seri Diskusi Publik bertajuk “Ideologi Kesehatan Indonesia” pada tanggal 15 Agustus 2026 di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Acara yang dibuka oleh Ketua Dewan Pembina…

    Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

    Teknologi generative AI terus berkembang menuju tingkat otomatisasi yang semakin tinggi. Namun, dalam konteks pemasaran, tingkat otomatisasi tertinggi tidak selalu berarti menghasilkan efektivitas pemasaran yang paling tinggi. Penelitian ini telah…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

    Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

    Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

    Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

    Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

    Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

    Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

    Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak  Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa  agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

    PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

    PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

    Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba

    Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba