Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat

Photogrammetry drone menyusun model tiga dimensi dan orthomosaic dari ribuan foto udara. Hasilnya menjadi dasar pemetaan, perhitungan volume, dan pemantauan progres pada konstruksi, pertambangan, dan drone survey infrastruktur.

Photogrammetry adalah teknik mengubah foto menjadi ukuran. Dengan drone, kamera merekam permukaan dari udara dengan tumpang tindih foto yang tinggi, lalu perangkat lunak menyatukan titik-titik yang sama menjadi point cloud dan model tiga dimensi berskala. Produk akhirnya berupa orthomosaic, digital surface model, digital terrain model, dan model bertekstur yang siap dianalisis.

Akurasi ditentukan oleh beberapa faktor teknis. GSD atau ground sample distance menentukan detail per piksel, dan dipengaruhi ketinggian terbang serta resolusi sensor. Overlap juga penting. DJI menggunakan front overlap 75 persen dan side overlap 55 persen pada misi pemetaan Zenmuse P1. Semakin tinggi overlap, semakin rapat point cloud yang dihasilkan, dengan konsekuensi waktu terbang dan volume data yang lebih besar.

Pemilihan perangkat menyesuaikan kebutuhan. DJI Matrice 400 + DJI Zenmuse P1 memakai sensor full-frame 35,9 x 24 mm beresolusi 45 MP dan terdaftar sebagai payload resmi DJI Matrice 400, sehingga akurasi dan cakupannya dapat diverifikasi. Untuk area yang lebih ringkas, DJI Matrice 4E menggabungkan kamera dan RTK dalam satu unit. Untuk pemetaan berulang dan terjadwal, DJI Dock 3 dengan DJI Matrice 4D memungkinkan misi otomatis. Pada sisi pengolahan, DJI Terra memproses foto udara menjadi model 2D dan 3D, orthomosaic, serta peta kontur, sedangkan Terrasolid menangani klasifikasi point cloud saat data foto digabung dengan LiDAR.

Photogrammetry unggul pada tekstur dan orthomosaic yang detail, sementara LiDAR unggul di area bervegetasi karena menembus sela dedaunan. Keduanya sering dipakai berdampingan. Penerapannya luas, mulai dari pemantauan progres dan perhitungan volume di konstruksi dan pertambangan, hingga dokumentasi jalan dan jembatan pada solusi drone untuk survey dan pemetaan Halo Robotics.

Selengkapnya: https://halorobotics.com/photogrammetry-drone-cara-kerja-implementasi/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    Jakarta, 16 Oktober 2026 – Osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan mengalami patah tulang. Penyakit ini sering kali berkembang tanpa…

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    Mengadakan rapat dengan partisipan yang tersebar di berbagai negara adalah tantangan tersendiri bagi bisnis multinasional. Sebab, waktu kerja yang tidak selalu sinkron karena perbedaan zona waktu dan hari libur nasional…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    WASPADAI OSTEOPOROSIS, PATAH TULANG PANGGUL DAPAT MENINGKATKAN RISIKO KEMATIAN PADA LANSIA

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    7 Tips Meeting Management untuk Rapat Multinasional

    5 Tips Membuat Follow Up Email Setelah Meeting dengan Prospek

    5 Tips Membuat Follow Up Email Setelah Meeting dengan Prospek

    7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan

    7 Teknik Persuasi Ampuh untuk Meyakinkan Calon Pelanggan

    Telco bills pass Senate, but Australians left waiting on roaming, compensation and coverage guarantees

    Telco bills pass Senate, but Australians left waiting on roaming, compensation and coverage guarantees

    TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP

    TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP