Perlindungan Perdagangan Proaktif Perkuat Keberlanjutan Bisnis Krakatau Steel di Tengah Banjir Baja Global

Jakarta, 4 Februari 2026. – Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke pasar domestik menegaskan pentingnya penguatan perlindungan perdagangan sebagai instrumen strategis menjaga keberlanjutan industri nasional, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group. Tanpa kebijakan yang responsif, tekanan harga dan volume berisiko menekan utilisasi, arus kas, serta ruang investasi sektor baja dalam negeri.

Krakatau Steel
Group melihat efektivitas perlindungan perdagangan bukan hanya soal menjaga
level harga, tetapi menyangkut keberlangsungan kapasitas produksi nasional dan
stabilitas kinerja usaha jangka panjang. Direktur Utama Krakatau Steel Group, Dr.
Akbar Djohan, menegaskan bahwa industri baja nasional membutuhkan sistem
proteksi yang mampu bekerja cepat seiring dinamika tekanan global.

“Pengalaman
negara lain menunjukkan bahwa ketika respons terlambat, biaya pemulihannya jauh
lebih besar. Bagi Krakatau Steel dan industri baja nasional, perlindungan
perdagangan yang kuat adalah fondasi untuk menjaga utilisasi, arus kas sehat,
serta keberlanjutan investasi,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang
juga mengemban amanah sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry
Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia
(ALFI/ILFA).

Ia
menambahkan bahwa pasar domestik harus dikembangkan sebagai basis pertumbuhan
industri nasional, bukan menjadi tempat limpahan kelebihan kapasitas global.

Tekanan Global Semakin Mengalir
ke Indonesia

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan,
Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insight menilai pengalaman Inggris menjadi
pelajaran penting. Industri baja negara tersebut tergerus bertahap akibat impor
murah hingga pemerintah harus turun langsung menyelamatkan pabrik-pabrik
strategis melalui pengambilalihan darurat.

“Reformasi
trade remedies Inggris memindahkan peran negara ke fase awal tekanan pasar,
bukan menunggu industri runtuh lebih dulu,” tulis Widodo.

Kelebihan
kapasitas baja dunia yang melampaui 600 juta ton mendorong ekspor
besar-besaran, khususnya dari Tiongkok yang mencatat rekor 119 juta ton pada
2025. Indonesia menjadi salah satu tujuan utama limpahan surplus tersebut.

Widodo
mencatat impor baja Tiongkok ke Indonesia mendekati 6,4 juta ton pada 2025,
tumbuh sekitar 17 persen yoy, jauh melampaui pertumbuhan permintaan domestik. 

Momentum
Percepatan
Asta Cita 

Adapun penguatan perlindungan perdagangan
sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat industri strategis
nasional dan kemandirian ekonomi. Industri baja menjadi fondasi utama
pembangunan manufaktur dan hilirisasi nasional. 

Widodo
menegaskan, intervensi dini jauh lebih efektif dibanding penyelamatan industri
setelah krisis terjadi. Tanpa sistem proteksi yang adaptif, Indonesia berisiko
mengalami erosi kapasitas industri sebagaimana dialami Inggris.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    Makassar, (25/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) kembali menyelenggarakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa bantuan pembangunan sumur…

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Praktisi bisnis dan edukator finansial Dr. Dhiraj Kelly Sawlani menggarisbawahi pentingnya manajemen risiko dan pemahaman strategi keuangan bagi mahasiswa dalam seminar literasi keuangan di Universitas Sahid, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan…

    You Missed

    Year 12 Past Papers and AI Marking: Check Your Answers

    Year 12 Past Papers and AI Marking: Check Your Answers

    Mulai.com Named Finalist in MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 Out of 195 Global Applicants

    Mulai.com Named Finalist in MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 Out of 195 Global Applicants

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    Perkuat Sinergi Bancassurance, BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kesiapan Finansial Nasabah di BSI International Expo 2026

    Perkuat Sinergi Bancassurance, BSI dan Prudential Syariah Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kesiapan Finansial Nasabah di BSI International Expo 2026