Panen Perdana Sawit PalmCo Tembus 2,5 Tahun, TM1 Bisa 18 Ton?

Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mencatat capaian mengejutkan dalam panen perdana sawit pasca replanting di Kebun Terantam, Regional III Riau. Di usia tanam baru 2,5 tahun yang sejatinya masih tergolong belum menghasilkan (TBM), tanaman kelapa sawit di bawah pengelolaan PalmCo telah mampu menyentuh angka produktivitas 6,5 hingga 7 ton per hektare. Angka ini hampir dua kali lipat dari rerata nasional untuk umur tanam yang sama, yang umumnya berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektare.

Panen perdana ini dilakukan di area seluas 615,74 hektare yang berada di Afdeling 7 dan 8 Kebun Terantam. Areal ini merupakan bagian dari siklus tanam kedua di kebun tersebut, yang sebelumnya telah memasuki fase tanaman tua sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas. Bahkan, jika tren ini bertahan, bukan tidak mungkin saat memasuki usia TM 1 tahun depan, kebun ini mampu mencetak produksi hingga 18 ton per hektare. Dalam kondisi optimal, proyeksi produksinya bahkan bisa menyentuh angka 33 hingga 35 ton per hektare.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa yang hadir langsung di lokasi panen menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, performa ini adalah buah dari konsistensi dan strategi tanam yang terukur.

“Ini adalah cara kita menjawab risiko terbesar di PTPN Group yakni menjaga kualitas investasi tanam. Hasilnya tidak hanya optimal, tapi bahkan bisa kita dorong hingga maksimal,” ujar Jatmiko.

PalmCo sendiri telah mereplanting lebih dari 19 ribu hektare sejak integrasi PTPN, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing. Selama lima tahun terakhir, pola replanting yang diterapkan terus menunjukkan tren produktivitas yang meningkat.

Contohnya, untuk tanaman tahun tanam 2020, PalmCo mencatat rata-rata produktivitas TBM 3 sebesar 7,2 ton per hektare,jauh di atas potensi standar nasional versi PPKS yang hanya 4 ton per hektare. Saat tanaman tersebut masuk usia TM1, hasil panennya tercatat mencapai 14,5 ton per hektare, melebihi standar PPKS yang berada di angka 12 ton.

“Ini bukan hanya soal unggul dari sisi produktivitas, tapi juga soal konsistensi di berbagai wilayah operasional,” imbuh Jatmiko.

Ia merujuk pada sejumlah kebun yang mencatat produktivitas jauh di atas standar nasional. Misalnya, Kebun Sarang Giting di Regional I, untuk tahun tanam 2020 mencatat 21,5 ton per hektare melampaui standar PPKS 12 ton. Kebun Sisumut (tahun tanam 2019) mencetak 25,8 ton per hektare dibandingkan standar PPKS 15 ton. Bahkan, Kebun Tanah Putih di Regional III berhasil menembus 28,9 ton per hektare untuk tahun tanam 2018 hampir 10 ton lebih tinggi dari standar usia serupa.

Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga memperkenalkan inovasi baru yang kini menjadi standar di Palmco, yaitu sistem Agro View. Teknologi ini memanfaatkan drone untuk memantau kondisi tanaman secara visual dan real-time, membantu Planters dan General Manager Palmco mengambil keputusan cepat berbasis data.

“Drone ini saya operasikan langsung di sini. Kita bisa lihat kondisi tanaman dari udara, deteksi homogenitas, bahkan potensi serangan hama. Ini sekarang sudah jadi alat kerja wajib GM PalmCo,” terang Jatmiko sambil mendemonstrasikan perangkat yang digunakannya.

Penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari sistem pengawasan internal berbasis self-assessment yang kini dijalankan secara berkala dan divalidasi oleh pihak eksternal. Agro View menjadi alat verifikasi penting untuk memastikan akurasi antara laporan dan kondisi lapangan.

Menutup rangkaian kegiatan, Jatmiko menegaskan bahwa capaian tinggi bukan alasan untuk lengah. Inovasi dan perbaikan harus terus menjadi budaya kerja di PalmCo.

“Jangan cepat puas. Terus lakukan inovasi, terus berubah, terus perbaiki. Jangan pernah menyerah, jangan pernah kasih kendor,” pungkasnya.

  • Related Posts

    PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Jadikan Kebun dan Pabrik Laboratorium Kesiapan Kerja, Serap Lebih dari 1.300 Peserta Magang

    JAKARTA — Di tengah tingginya kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga kerja yang siap pakai, program pemagangan semakin dipandang sebagai salah satu jembatan untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Subholding…

    Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama

    Jakarta – PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) mencatatkan keberhasilan dalam proyek East Coast Rail Link (ECRL) Feeder Station (FS) 10 di Malaysia di Gombak, Selangor. Pencapaian ini menjadi…

    You Missed

    Year-End Family Travel: 7 Things to Check Before Your December Holiday

    Year-End Family Travel: 7 Things to Check Before Your December Holiday

    PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Jadikan Kebun dan Pabrik Laboratorium Kesiapan Kerja, Serap Lebih dari 1.300 Peserta Magang

    PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Jadikan Kebun dan Pabrik Laboratorium Kesiapan Kerja, Serap Lebih dari 1.300 Peserta Magang

    Keistimewa Hari Kebangsaan: Gabungan Cita Rasa Malaysia bersama Produk Premium Latvia dan Greece

    Keistimewa Hari Kebangsaan: Gabungan Cita Rasa Malaysia bersama Produk Premium Latvia dan Greece

    Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama

    Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama

    Dwi Andi Rohmatika (DA) Rampungkan Training Finance for Non Finance Manager, Perkuat Kapasitas 37 Profesional di PT Gawih Jaya dengan Sistem Terintegrasi AI

    Dwi Andi Rohmatika (DA) Rampungkan Training Finance for Non Finance Manager, Perkuat Kapasitas 37 Profesional di PT Gawih Jaya dengan Sistem Terintegrasi AI

    Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Skill Digital melalui Vibe Design with Canva AI

    Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Skill Digital melalui  Vibe Design with Canva AI