Menjaga Kondisi Keuangan di Era Quarter Life Crisis, Ini Cara Menyusun Tujuan Keuangan

Memasuki usia 20-an hingga awal 30-an sering kali datang dengan banyak keputusan besar. Mulai dari membangun karier, pindah tempat tinggal, menikah, melanjutkan pendidikan, sampai mulai memikirkan masa depan.

Di tengah berbagai kebutuhan tersebut, kondisi keuangan juga perlu diperhatikan. Punya penghasilan saja belum cukup kalau belum tahu ke mana uang akan digunakan.

Karena itu, menyusun tujuan keuangan pribadi bisa menjadi langkah awal untuk membuat kondisi finansial lebih terarah. Kamu bisa mulai dari target sederhana, membangun kebiasaan menabung, lalu mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala.

Kenali Kondisi Keuangan Sebelum Menentukan Target

Sebelum menentukan target, coba lihat dulu kondisi keuangan saat ini. Catat penghasilan, pengeluaran rutin, cicilan atau kewajiban lainnya, serta jumlah uang yang berhasil disisihkan setiap bulan.

Langkah ini membantu kamu mengetahui berapa dana yang realistis untuk dialokasikan ke tabungan tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Kamu juga bisa mulai memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan begitu, keputusan finansial tidak hanya mengikuti pengeluaran yang muncul saat ini, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan di masa depan.

Bangun Dana Darurat untuk Menjaga Kondisi Keuangan

Salah satu bagian penting dalam mencapai tujuan keuangan adalah memiliki dana yang bisa digunakan ketika muncul kebutuhan tidak terduga.

Materi literasi keuangan OJK menggunakan acuan dana darurat sebesar 3–6 kali pengeluaran bulanan. Dana tersebut sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang relatif likuid agar dapat digunakan ketika dibutuhkan. 

Misalnya, jika kebutuhan bulanan kamu Rp4 juta, target dana darurat berdasarkan acuan tersebut adalah sekitar Rp12 juta hingga Rp24 juta.

Tidak harus langsung terkumpul dalam waktu singkat. Kamu bisa membaginya menjadi target bulanan sesuai kemampuan.

Menabung Secara Rutin untuk Mencapai Tujuan

Setelah menentukan target, langkah berikutnya adalah membuat kebiasaan menabung secara konsisten.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah langsung menyisihkan sebagian penghasilan setelah menerima pendapatan. Jumlahnya tidak harus besar selama sesuai dengan kemampuan dan dilakukan secara rutin.

Untuk kebutuhan yang membutuhkan akses dana cukup fleksibel, kamu juga dapat mempertimbangkan produk tabungan yang memberikan bunga sesuai ketentuan.

Evaluasi Tujuan Keuangan Secara Berkala

Quarter life crisis mungkin membuat rencana hidup berubah. Target yang dibuat saat berusia 23 tahun belum tentu masih relevan ketika memasuki usia 28 tahun.

Karena itu, tujuan keuangan pribadi sebaiknya dievaluasi secara berkala. Ketika penghasilan berubah, kebutuhan bertambah, atau ada target baru, kamu bisa menyesuaikan kembali jumlah tabungan dan prioritas pengeluaran.

Menjaga kondisi keuangan bukan berarti harus memiliki semua jawaban tentang masa depan. Yang lebih penting adalah mengetahui kondisi keuangan saat ini, menentukan prioritas, dan membangun kebiasaan finansial yang bisa dijalankan secara konsisten.

Dengan langkah tersebut, mencapai tujuan keuangan menjadi proses yang lebih terukur dan dapat disesuaikan dengan perjalanan hidupmu.

Menabung di neobank dengan Tabungan NOW

Buat kamu yang ingin menabung di neobank, Tabungan NOW dari Bank Neo Commerce dapat digunakan sebagai salah satu pilihan rekening tabungan berbunga.

Tabungan NOW menawarkan bunga kompetitif* dan bunga cair harian sesuai ketentuan produk. Tabungan NOW juga tidak memiliki minimal setoran awal dan tidak dikenakan biaya administrasi bulanan selama rekening aktif digunakan. Dana dapat ditarik sesuai ketentuan yang berlaku. 

Dengan karakteristik tersebut, Tabungan NOW dapat digunakan untuk membantu mengelola dana seperti tabungan untuk kebutuhan jangka pendek atau dana darurat, selama tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. 

*)Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan

    Ribuan pelari memadati Kota Surakarta, Jawa Tengah, dalam gelaran Solo Run Fest (SRF) 2026, Minggu (27/9/2026). Di tengah antusiasme sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, PT…

    BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan

    BINUS @Semarang menghadirkan SEWUNARA (Semarang International Art & Design Festival) 2026, sebuah perayaan kreatif berskala internasional yang mempertemukan akademisi, industri, pemerintah, organisasi profesi, desainer profesional, seniman, dan mahasiswa dari berbagai…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan

    Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan

    2026 Exam Predictions: ATARMAxxing Targets Year 12 Revision Gaps

    2026 Exam Predictions: ATARMAxxing Targets Year 12 Revision Gaps

    How Year 12 students are getting ahead of their peers in 2026

    How Year 12 students are getting ahead of their peers in 2026

    BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan

    BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan

    PTPN Group bersama Satgas Karhutla Kolaborasi Atasi Karhutla

    PTPN Group bersama Satgas Karhutla Kolaborasi Atasi Karhutla

    Bridging the ₱180 Billion Gap: Why Philippine MSMEs Remain Starved of Capital Despite Driving the Economy

    Bridging the ₱180 Billion Gap: Why Philippine MSMEs Remain Starved of Capital Despite Driving the Economy