Mengupas Biaya Jajan Anak Muda dalam Sebulan, Keuangan Masih Aman?

Jajan kini bukan sekadar aktivitas membeli makanan atau minuman. Ada unsur hiburan, pelarian sejenak dari penat, dan kadang juga simbol gaya hidup. Ketika ditotal, angka pengeluaran jajan bisa membuat kamu kaget karena sering kali tidak tercatat dalam anggaran bulanan.

Banyak anak muda punya satu pola yang persis yaitu niat hemat di awal bulan tetapi mulai longgar di pertengahan, lalu panik menjelang tanggal gajian. Jajan sering menjadi biang keladi halus yang menggerogoti saldo. 

Kamu mungkin tidak sadar kalau satu minuman kekinian yang harganya sekitar dua puluh hingga tiga puluh ribu rupiah, jika dibeli tiga sampai empat kali seminggu, sudah menyumbang pengeluaran ratusan ribu dalam sebulan.

Bukan cuma minuman, ada kebutuhan hiburan kecil yang menyelinap. Kamu mampir jajan makanan ringan di minimarket, beli cemilan sambil nongkrong, add on topping, atau biaya ongkir yang sebenarnya bisa dihindari. 

Aktivitas kecil ini mengandung pola psikologis, kamu merasa sedang memberi hadiah kecil untuk diri sendiri setelah hari yang melelahkan. Ada sisi emosional yang membuat jajan menjadi rutinitas menyenangkan.

Perbandingan Pengeluaran Berdasarkan Kebiasaan

Supaya lebih konkret, bayangkan tiga tipe anak muda yang cukup sering ditemui di kota besar.

1. Daily snacker

Mereka hampir selalu jajan minuman atau makanan kecil setiap hari. Sekilas terlihat remeh tetapi kalau dihitung, satu jajan tiga puluh ribu per hari dikalikan tiga puluh hari berarti total sudah sembilan ratus ribu rupiah. Angka ini bahkan belum termasuk jajan tambahan di akhir pekan.

2. Weekend foodie

Mereka jarang jajan di hari kerja dan memilih fokus mengeluarkan uang di akhir pekan untuk makan enak atau nongkrong bareng teman. Biasanya sekali makan bisa menghabiskan sekitar enam puluh hingga seratus ribu rupiah. Jika dilakukan empat kali sebulan, pengeluarannya bisa mencapai tiga ratus hingga empat ratus ribu rupiah. Terasa lebih kecil tetapi tetap signifikan.

3. Kombinasi fleksibel 

Mereka tidak punya pola tetap tetapi mengikuti suasana hati. Kadang jajan setiap hari, kadang belanja makanan enak di akhir pekan. Pengeluaran tipe ini cenderung paling bervariasi karena berasal dari impulsif. Dalam sebulan, angka totalnya bisa menembus satu juta rupiah tanpa terasa.

Ketiga contoh ini menunjukkan bahwa biaya jajan bukan sekadar tentang makanan tetapi tentang kebiasaan, emosi, dan gaya hidup.

Biaya Tersembunyi: Ongkir, Titipan Teman, dan Tidak Memanfaatkan Promo 

Ada tiga hal yang sering membuat biaya jajan naik tanpa sadar di antaranya:

1. Ongkos kirim

Banyak dari kamu merasa ongkir adalah hal kecil tetapi jika kamu pesan empat atau lima kali seminggu, ongkir bisa membentuk total yang besar. 

2. Patungan atau titipan teman

Ketika kamu ikut patungan beli jajan kantor atau tongkrongan, biasanya kamu mengeluarkan uang tanpa sempat menghitung ulang. 

3. Salah memanfaatkan promo

Kamu tidak memanfaatkan promo dengan tepat. Misalnya, promo buy one get one berlaku pada jam 10.00 – 11.00 pagi. Namun, kamu malah membeli ketika siang hari. Maka kamu tidak dapat mendapatkan promo.

Cara Mengendalikan Biaya Jajan tanpa Menghilangkan Kesenangan

Kamu tidak perlu berhenti total dari jajan. Namun, yang kamu butuhkan adalah batasan sehat. Kamu bisa membuat anggaran jajan mingguan sehingga kontrol lebih mudah. Kamu juga bisa mengurangi jajan impulsif dengan mempersiapkan stok makanan ringan di rumah. Jika ingin tetap jajan, pilih waktu tertentu agar pengeluaran tetap stabil.

Pertimbangkan pula untuk mencatat setiap pengeluaran di aplikasi keuangan. Banyak anak muda baru menyadari besaran pengeluaran jajan setelah melihat total bulanan mereka.

Jajan tetap bisa jadi bagian menyenangkan dalam hidup kamu asalkan ada tata kelola yang baik. Mengatur jajan bukan tentang menahan diri secara kaku tetapi tentang membuat hidup terasa lebih seimbang. Kamu masih bisa menikmati minuman favorit atau camilan kesukaan sambil tetap menjaga stabilitas keuangan pribadi.

Kalau kamu sering jajan tanpa uang tunai, pertimbangkan untuk menggunakan metode pembayaran yang praktis dan efisien. Saat ini ada promo menarik untuk pembayaran menggunakan QRIS di neobank dari Bank Neo Commerce yang bisa bikin aktivitas jajan lebih praktis dan lebih hemat dengan promo QRIS.

Bayar pakai  QRIS neobank untuk transaksi makin cepat, aman, dan untung tiap jajan. 

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan gunakan QRIS neobank. Klik QRIS neobank untuk info lengkap dan terbaru  tentang QRIS neobank.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  • Related Posts

    iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

    Jakarta, 28 Agustus 2026 — iFortePay memperkuat dukungannya terhadap digitalisasi transaksi pelakuvusaha dengan menghadirkan solusi pembayaran digital sebagai Official Payment Gateway Pekan Halal Indonesia 2026, yang berlangsung pada 28–30 Agustus…

    Dari Keluarga, untuk Generasi Esok PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

    Kolaborasi Enam Entitas Pelindo Perkuat Intervensi Gizi bagi Anak, Orang Tua, dan Ibu Hamil Jakarta, 28 Agustus 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) memperluas Program Tanggung Jawab Sosial…

    You Missed

    Users of XRP and SOL are flocking to xrp power, earning $5,888 per day

    Users of XRP and SOL are flocking to xrp power, earning ,888 per day

    Test Automation Innovation Summit | Manila , Philippines

    Test Automation Innovation Summit | Manila , Philippines

    iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

    iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia  2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

    Dari Keluarga, untuk Generasi Esok PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

    Dari Keluarga, untuk Generasi Esok  PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita di Jakarta

    2026 High-Performing Local Government Appreciation Batch II Regional Java–Bali: Indonesia Ministry of Home Affairs Grants Performance Incentives and Promotes Inter-Regional Solidarity

    2026 High-Performing Local Government Appreciation Batch II Regional Java–Bali: Indonesia Ministry of Home Affairs Grants Performance Incentives and Promotes Inter-Regional Solidarity

    Perlukah Menyiapkan Dana Darurat Sejak Usia 20-an?

    Perlukah Menyiapkan Dana Darurat Sejak Usia 20-an?