Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Jaringan transmisi tenaga listrik yang membentang ratusan kilometer menghadapi ancaman tetap dari pertumbuhan vegetasi yang mendekati konduktor.

Pemangkasan yang terlambat atau tidak tepat sasaran memicu risiko gangguan aliran listrik, blackout, dan kebakaran koridor yang berdampak luas. Terrasolid adalah software pemrosesan data LiDAR yang secara luas digunakan untuk analisis koridor transmisi berbasis point cloud dari survei drone.

TerraScan, modul utama dalam ekosistem Terrasolid, memproses point cloud hasil survei LiDAR drone untuk mengklasifikasikan objek di sepanjang koridor transmisi secara otomatis. Sistem ini memisahkan kelas data seperti ground, vegetasi, konduktor, dan struktur tower dalam satu alur kerja batch tanpa input manual per-span. Hasil klasifikasi menjadi dasar analisis identifikasi pohon atau cabang yang jarak vertikal maupun horizontalnya sudah mendekati batas aman dari konduktor.

TerraModeler membangun Digital Terrain Model (DTM) dan Digital Surface Model (DSM) koridor berdasarkan data LiDAR yang telah diklasifikasikan. Model ini menghasilkan peta kontur dan tampilan cross-section yang menampilkan profil vegetasi versus posisi konduktor di setiap span tower.

TerraMatch mengoreksi misalignment pada data point cloud yang terjadi akibat inkonsistensi trajektori GPS atau turbulensi selama penerbangan. Akurasi data yang lebih tinggi berarti analisis clearance vegetasi lebih andal sebagai dasar keputusan anggaran pemeliharaan koridor.

Di Indonesia, Halo Robotics mengintegrasikan Terrasolid dalam program survei koridor transmisi, dikombinasikan dengan drone DJI Matrice 400 dan payload LiDAR DJI Zenmuse L3 untuk akuisisi data lapangan.

“Data LiDAR koridor transmisi yang diolah dengan Terrasolid memberikan informasi lokasi yang lebih efisien dan presisi dibanding inspeksi visual konvensional,” ujar Halo Robotics.

Kombinasi survei LiDAR drone dan analisis Terrasolid mengubah program pemeliharaan koridor dari aktivitas reaktif menjadi manajemen aset berbasis data yang terencana dan dapat dipertanggungjawabkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama

    Jakarta – PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) mencatatkan keberhasilan dalam proyek East Coast Rail Link (ECRL) Feeder Station (FS) 10 di Malaysia di Gombak, Selangor. Pencapaian ini menjadi…

    Dwi Andi Rohmatika (DA) Rampungkan Training Finance for Non Finance Manager, Perkuat Kapasitas 37 Profesional di PT Gawih Jaya dengan Sistem Terintegrasi AI

    Dwi Andi Rohmatika (DA) sukses memfasilitasi program Training Finance for Non Finance Manager bagi 37 profesional di PT Gawih Jaya menggunakan pendekatan R.E.A.L™ Framework. Didukung oleh Sanggabiz Academy untuk Corporate…

    You Missed

    Keistimewa Hari Kebangsaan: Gabungan Cita Rasa Malaysia bersama Produk Premium Latvia dan Greece

    Keistimewa Hari Kebangsaan: Gabungan Cita Rasa Malaysia bersama Produk Premium Latvia dan Greece

    Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama

    Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama

    Dwi Andi Rohmatika (DA) Rampungkan Training Finance for Non Finance Manager, Perkuat Kapasitas 37 Profesional di PT Gawih Jaya dengan Sistem Terintegrasi AI

    Dwi Andi Rohmatika (DA) Rampungkan Training Finance for Non Finance Manager, Perkuat Kapasitas 37 Profesional di PT Gawih Jaya dengan Sistem Terintegrasi AI

    Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Skill Digital melalui Vibe Design with Canva AI

    Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Skill Digital melalui  Vibe Design with Canva AI

    Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan

    Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan

    NU Akui Bitcoin sebagai Aset, Babak Baru Kripto Indonesia?

    NU Akui Bitcoin sebagai Aset, Babak Baru Kripto Indonesia?