Krakatau Global Trading Perkuat Rantai Pasok Baja Domestik dan Ekspor sebagai Antisipasi Kebijakan Tarif Trump

Jakarta, 26 Agustus 2025.
Pasar baja domestik memiliki potensi yang sangat besar. Bila di lihat dari sisi konsumsinya, konsumsi baja nasional menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. hal tersebut menjadi peluang bagi pelaku industri baja dalam negeri disamping mengoptimalkan pasar ekspor yang tetap dibutuhkan sebagai balancing.

Disisi lain, situasi perdagangan dan ekonomi global kini
tengah bergejolak sebagai dampak kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald
Trump yang kembali menaikan pemberlakuan tarif impor menjadi 50 persen
khususnya untuk produk baja dan aluminium. Kebijakan tersebut turut
mempengaruhi iklim industri dan perdagangan baja di dunia termasuk Indonesia
walaupun tidak secara langsung.

Direktur Utama PT Krakatau Global Trading, Sugeng
Pangraksa mengungkapkan, dalam situasi global saat ini, pelaku industri dalam
negeri harus mampu memperkuat rantai pasok baja domestik disamping membuka
pasar ekspor baru. “Kalau kita bicara permintaan baja nasional, volumenya terus
meningkat setiap tahunnya. Sampai tahun 2024 diperkirakan konsumsi baja
nasional mencapai 18,6 juta ton. Ini yang harus bisa dioptimalkan pelaku
industri dalam negeri dengan memperkuat rantai pasok baja domestik disamping
mencari pasar ekspor baru sebagai balancing”.

Ancaman dari kebijakan kenaikan tarif tidak secara
langsung berimbas terhadap pasar baja domestik, namun justru datang dari
masuknya produk baja dari negara lain yang tidak bisa lagi masuk ke pasar AS
akibat kebijakan tersebut.

“AS sendiri kita tahu sebagai salah satu produsen besar
baja dunia, produksi crude steel mereka terbesar ke-4 di dunia. Dampak
kebijakan tersebut memang tidak secara langsung terhadap pasar di dalam negeri.
Namun yang menjadi ancaman untuk pasar domestik yaitu ketika produk baja yang
sebelumnya diekspor oleh negara lain ke AS, sekarang akan mencari pasar baru
termasuk Indonesia sehingga persaingan akan semakin berat”, tambah Sugeng.

Sebagai bagian dari Krakatau Steel Group serta didukung
jaringan distribusi yang luas, PT Krakatau Global Trading berkomitmen untuk
terus meningkatkan perannya dalam memperluas rantai pasok dan ekosistem baja
nasional maupun ekspor guna memperkuat posisi Indonesia di tengah ancaman
dampak situasi global tersebut.

“Kami percaya, dengan dukungan dari Krakatau Steel dan
jaringan yang kami miliki, kami akan tetap mampu memperkuat jaringan distribusi
baja baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor. Sehingga pada akhirnya juga
akan mampu memberikan dampak positif pada neraca perdagangan serta perekonomian
nasional”, tutup Sugeng.

  • Related Posts

    PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Dampak Sosial

    Jakarta – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 di Gedung BP BUMN, Jakarta, pada Senin (30/6). RUPS dihadiri dan disaksikan oleh…

    Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional

    Jakarta, 1 Juli 2026 – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menyelenggarakan serangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai tindak lanjut hasil Asesmen Green and Smart…

    You Missed

    MOLD Manila Redefines Confidence with Specialized Sclerotherapy to Erase Varicose Veins

    Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional

    PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Dampak Sosial

    Pernah Dengar Metode Sinking Fund? Cara Menyiapkan Pengeluaran Besar Tanpa Bikin Keuangan Kaget

    BP Tapera Optimis Capai Target 2026

    PTPP Kembali Diakui dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, Tegaskan Daya Saing dan Ketahanan Bisnis di Tingkat Regional