Kisah Ujang Pustiawan dan Perjuangan Kelompok Tani Flora Mangrove

Jakarta, 19 November 2025 — Ketika sebagian besar warga Jakarta menjalani hari-hari di tengah padatnya kota, Ujang Pustiawan memilih menghabiskan waktunya di hutan mangrove, sebuah ruang sunyi yang menjadi benteng terakhir ekosistem pesisir ibu kota. Di bawah rimbun akar dan naungan pepohonan, ia bersama Kelompok Tani Flora Mangrove, memperjuangkan sesuatu yang mungkin tak terlihat oleh banyak orang, masa depan lingkungan yang lebih baik.

Kecintaan Ujang pada alam bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba. Ia tumbuh di lingkungan pedesaan, di mana tanah, pepohonan, dan bibit tanaman adalah bagian dari kesehariannya. Dari sanalah ia belajar bahwa menanam bukan hanya soal menaruh bibit di tanah, tetapi merawat, menjaga, dan menghormati kehidupan. 

“Menanam itu bukan buat hari ini saja. Pohon itu tumbuh buat anak cucu kita,” tutur Ujang mengingat masa kecilnya.

Kini, di Jakarta, kecintaan itu ia wujudkan bersama kelompok Flora Mangrove yang telah aktif sejak 2019. Kelompok ini bukan hanya menanam mangrove untuk memulihkan pesisir, tetapi juga membudidayakan tanaman produktif seperti mangga dan sirsak. Bagi mereka, tanah seluas apa pun, sekecil apa pun, tetap bisa memberi manfaat jika dikelola dengan bijak. Upaya ini menjadi bukti bahwa konservasi tidak harus bertentangan dengan produktivitas, keduanya bisa berjalan berdampingan untuk meningkatkan ketahanan lingkungan sekaligus kesejahteraan warga.

Namun, merawat sebuah ekosistem tidak pernah menjadi perkara mudah. Setiap kali air laut pasang, sampah plastik dari perairan Jakarta kembali menyerbu kawasan mangrove, menutup permukaan tanah dan menghambat bibit-bibit muda untuk bertumbuh. Membersihkannya bukan pekerjaan satu kali, hari ini diambil, besok datang lagi.

“Plastik ini yang paling susah. Kita bersihin terus, tapi selalu ada lagi dari laut,” ujar Ujang sambil menunjuk tumpukan sampah yang terperangkap di akar mangrove.

Ancaman lain datang dari penghuni liar kawasan pesisir: monyet ekor panjang. Gemar memanjat dan bermain di batang-batang muda, hewan ini tanpa sadar merusak bibit mangrove yang belum kuat menahan bobot tubuh mereka. Dalam sekejap, tanaman yang baru ditanam bisa patah atau tercabut. “Kadang kita sedih lihatnya, baru tanam sudah rusak lagi,” tutur Ujang. Tapi mereka tidak menyerah. Setiap kerusakan dibalas dengan penanaman ulang, setiap hambatan dianggap bagian dari proses menjaga alam.

Meski begitu, semangat para petani mangrove tidak pernah redup. Bagi Ujang dan rekan-rekannya, perjuangan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi menanam harapan. Mereka membayangkan masa depan di mana anak-anak mereka masih bisa melihat hutan mangrove tumbuh subur, merasakan sejuknya udara pesisir, dan menikmati keanekaragaman hayati yang kini tengah mereka perjuangkan.

“Kami cuma ingin hutan ini tetap ada. Biar anak cucu nanti bisa lihat sendiri indahnya,” kata Ujang dengan mata yang penuh keyakinan.

Di tengah tantangan perubahan iklim, urbanisasi pesisir, dan ancaman pencemaran laut, kisah Ujang menjadi pengingat bahwa keberlanjutan tidak hanya dibangun oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh tangan-tangan kecil yang bekerja setiap hari demi menjaga bumi tetap hidup. Pesisir Jakarta mungkin menghadapi tekanan berat, tetapi selama masih ada orang-orang seperti Ujang dan Kelompok Tani Flora Mangrove, harapan itu tidak akan hilang.

  • Related Posts

    Bittime Gandeng Nobu Bank Luncurkan Program Cashback “10 Menit dari Indonesia ke Wall Street” untuk Akses Investasi Aset Global

    Jakarta, 09 Juni, 2026 – Di tengah meningkatnya minat investor terhadap diversifikasi aset global, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan kampanye…

    Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Melalui Intelligent Core

    Lintasarta memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi industri di era AI melalui jasa andalan Intelligent Core—The Intelligent Foundation Powering Indonesia’s Digital Sovereignty. Intelligent Core membantu organisasi mengubah kompleksitas teknologi menjadi business outcomes yang…

    You Missed

    Consumer Group calls for transparency on NEA’s Regulatory Boundaries

    Consumer Group calls for transparency on NEA’s Regulatory Boundaries

    Bittime Gandeng Nobu Bank Luncurkan Program Cashback “10 Menit dari Indonesia ke Wall Street” untuk Akses Investasi Aset Global

    Bittime Gandeng Nobu Bank Luncurkan Program Cashback  “10 Menit dari Indonesia ke Wall Street” untuk Akses Investasi Aset Global

    Mayfair Wellness Highlights Growing Interest in Skin Longevity as Consumers Seek Science-Backed Solutions for Healthy Aging

    Mayfair Wellness Highlights Growing Interest in Skin Longevity as Consumers Seek Science-Backed Solutions for Healthy Aging

    Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Melalui Intelligent Core

    Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia  Melalui Intelligent Core

    Bank Raya (AGRO) Tegaskan Optimisme Pertumbuhan Bisnis Digital di Public Expose Live 2026

    Bank Raya (AGRO) Tegaskan Optimisme Pertumbuhan Bisnis Digital di Public Expose Live 2026

    KLB Uji Coba LRT Jabodebek Mulai Dimanfaatkan Pengguna pada Jam Sibuk Pagi

    KLB Uji Coba LRT Jabodebek Mulai Dimanfaatkan Pengguna pada Jam Sibuk Pagi