Harga Emas Berupaya Pulih Jelang Risalah FOMC

Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah mengalami tekanan jual yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Selasa (30/12), emas spot (XAU/USD) tercatat bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan di atas level USD 4.350 pada awal sesi Eropa. Penguatan ini terjadi setelah harga emas sebelumnya merosot sekitar 4,5%, yang menjadi penurunan harian terdalam sejak Oktober lalu.

Tekanan jual tersebut muncul setelah Chicago Mercantile Exchange (CME) Group mengumumkan kenaikan persyaratan margin pada kontrak berjangka emas dan perak. Kebijakan ini mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung sekaligus penyesuaian posisi investasi. Kondisi likuiditas pasar yang menurun menjelang libur Tahun Baru turut memperbesar dampak koreksi harga emas.

Memasuki perdagangan hari Rabu (31/12), harga emas masih berada di bawah tekanan. XAU/USD tercatat melemah lebih dari 4% dari level tertinggi sepanjang masa di sekitar USD 4.555, mencatatkan kinerja terburuk dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, harga mulai berupaya bangkit dengan bertahan di atas area USD 4.300, seiring meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah memburuknya sentimen risiko global.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Andy Nugraha menilai bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini mengindikasikan melemahnya tren naik. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, menunjukkan bahwa momentum bullish XAU/USD mulai berkurang. Situasi ini membuka peluang terjadinya fase konsolidasi, bahkan koreksi lanjutan dalam jangka pendek.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa pada perdagangan hari ini, peluang penguatan emas masih ada, namun cenderung terbatas. Apabila tekanan beli kembali mendominasi pasar, XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD 4.403. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali tertekan, maka potensi pelemahan terdekat diperkirakan mengarah ke area support di kisaran USD 4.308.

Dari sisi fundamental, dinamika geopolitik global masih menjadi faktor yang menopang pergerakan harga emas. Rusia pada awal pekan ini menyatakan akan mengevaluasi kembali sikapnya terkait pembicaraan damai dengan Ukraina, menyusul tuduhan serangan pesawat tak berawak terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin. Meski klaim tersebut dibantah oleh pihak Ukraina, ketegangan ini tetap meningkatkan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik.

Di kawasan Asia, situasi geopolitik juga memanas setelah Tiongkok memperpanjang latihan militernya di sekitar Taiwan untuk hari kedua berturut-turut. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan peringatan terkait kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran jika negara tersebut melanjutkan program senjata nuklirnya. Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Fokus pelaku pasar kini beralih ke agenda ekonomi utama, yakni rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dari Federal Reserve AS. Dokumen ini diperkirakan akan memberikan sinyal tambahan terkait arah kebijakan suku bunga ke depan, yang berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar AS dan harga emas. Meski volatilitas jangka pendek masih tinggi dan volume perdagangan diprediksi tetap tipis, Andy Nugraha menilai risiko penurunan emas relatif terbatas. Prospek penurunan suku bunga The Fed pada 2026, serta ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut, dinilai masih menjadi faktor pendukung bagi harga emas dalam jangka menengah.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Dari Kedaulatan Digital hingga AI untuk Semua

    Seiring Indonesia memperkuat infrastruktur komputasi dan kemandirian teknologinya, para pembuat kebijakan dan pemimpin industri menghadapi tantangan yang lebih besar: memastikan kecerdasan buatan menciptakan peluang ekonomi bagi seluruh masyarakat. Oleh Sachin…

    AI Indonesia Mulai Terwujud di Bali Tech Week 2026

    Dari inisiatif kecerdasan buatan (AI) Indonesia-Singapura hingga kemunculan pengembang gim lokal dan upaya menarik investasi startup, hari ketiga Bali Tech Week menyoroti tantangan mengubah ambisi teknologi menjadi nilai ekonomi nasional.…

    You Missed

    ผลการศึกษาพบ การเสียชีวิตบนท้องถนนส่วนเกินที่สัมพันธ์กับความร้อนในไทยส่วนใหญ่เกิดในวันที่อากาศร้อนทั่วไป

    ผลการศึกษาพบ การเสียชีวิตบนท้องถนนส่วนเกินที่สัมพันธ์กับความร้อนในไทยส่วนใหญ่เกิดในวันที่อากาศร้อนทั่วไป

    A Symphony of Sparkles and An Elf-Tastic World of Sparkles: SM Cabanatuan Malls Welcome the Magic of Christmas

    A Symphony of Sparkles and An Elf-Tastic World of Sparkles: SM Cabanatuan Malls Welcome the Magic of Christmas

    Planet Ocean Underwater Hotels Invites all Philippines Resorts to Evaluate Movable Underwater Hotel Partnership

    Planet Ocean Underwater Hotels Invites all Philippines Resorts to Evaluate Movable Underwater Hotel Partnership

    Dari Kedaulatan Digital hingga AI untuk Semua

    Dari Kedaulatan Digital hingga AI untuk Semua

    AI Indonesia Mulai Terwujud di Bali Tech Week 2026

    AI Indonesia Mulai Terwujud di Bali Tech Week 2026

    PERTASINDO Gelar SIERA III 2026: Dorong Penguatan Ketahanan Kesehatan Nasional Melalui Kerangka 5M

    PERTASINDO Gelar SIERA III 2026: Dorong Penguatan Ketahanan Kesehatan Nasional Melalui Kerangka 5M