Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi sebagai Jalan Menuju Ketahanan Pangan

Jakarta 10 Oktober 2025 — Dalam rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, para pemimpin dan pakar dari sektor agribisnis dan keberlanjutan berkumpul untuk membahas bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat mendorong transformasi sektor pertanian demi memastikan ketahanan pangan bagi generasi mendatang dalam sesi panel diskusi berjudul “Feeding the Future: Sustainable Innovation to Boost Agriculture Productivity”. Sesi ini dimoderatori oleh Sachin Gopalan, CEO dan pendiri Indonesia Economic Forum, dengan pembicara Anita Neville dari Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART), Peter Bakker dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Djap Tet Fa dari Astra Agro Lestari, dan Rahmad Pribadi dari Pupuk Indonesia.

Kolaborasi sebagai Fondasi Ketahanan Pangan

Image

Dalam pembukaannya, Sachin Gopalan menyoroti perubahan wajah pertanian, di mana generasi muda semakin enggan terjun ke dunia pertanian. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan teknologi untuk menjadikan sektor ini lebih efisien, berkelanjutan, dan menarik bagi generasi penerus.

Djap Tet Fa menekankan pentingnya kemitraan antara sektor publik dan swasta dalam menjaga ketahanan pangan jangka panjang. “Ketahanan pangan tidak bisa dicapai oleh satu sektor saja. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus berkolaborasi,” ujarnya. Ia menjelaskan berbagai inisiatif Astra Agro Lestari seperti peremajaan perkebunan, pengembangan pupuk hayati, serta dukungan bagi petani kecil melalui pelatihan, pembiayaan, dan akses teknologi. “Tidak boleh ada yang tertinggal,” tambahnya.

Menguatkan Petani Kecil melalui Pertumbuhan Inklusif

Anita Neville memperkuat pandangan tersebut dengan menyoroti bahwa petani kecil berkontribusi sekitar 40 persen terhadap produksi kelapa sawit di Indonesia. “Perusahaan besar seperti kami memiliki tanggung jawab untuk mendampingi pelaku usaha yang lebih kecil. Melalui model inclusive closed loop, kami membantu petani kecil menerapkan praktik berkelanjutan, mengakses benih unggul, dan meningkatkan produktivitas,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya aksi kolektif serta kebijakan yang mendorong inovasi dan investasi berkelanjutan.

Meningkatkan Produktivitas dan Ketahanan terhadap Perubahan Iklim

Image

Peter Bakker memberikan perspektif global dengan merujuk pada temuan terbaru laporan EAT-Lancet, yang menyoroti tiga prioritas utama sektor pertanian: pertanian regeneratif, transformasi digital, dan ketahanan terhadap dampak iklim. “Perubahan iklim bukan lagi isu konseptual. Dampaknya sudah nyata, dan inovasi harus difokuskan tidak hanya pada produktivitas, tetapi juga ketahanan,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmad Pribadi menegaskan peran penting pupuk dalam meningkatkan produktivitas pertanian, yang menyumbang lebih dari 60 persen terhadap hasil panen. Ia menjelaskan bagaimana teknologi pertanian presisi berbasis satelit membantu mengoptimalkan penggunaan pupuk sekaligus mengurangi limbah. “Keberlanjutan tidak hanya soal pertanian, tetapi juga ketahanan energi. Pertanian dapat berperan penting dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” jelasnya.

Investasi untuk Generasi Petani Berikutnya

Diskusi ditutup dengan pandangan mengenai cara memperluas skala inovasi dan memberdayakan generasi muda di sektor pertanian. Neville menyoroti bahwa sebagian besar program pemberdayaan masih menargetkan petani berusia di atas 45 tahun, sementara kelompok muda kurang terlibat. “Kita perlu memikirkan kembali cara mendukung mereka yang berusia 18 hingga 35 tahun dan memperlakukan mereka sebagai pelaku usaha kecil, bukan sekadar penerima manfaat,” ujarnya.

Menutup sesi, para panelis sepakat bahwa sepuluh tahun ke depan akan menjadi periode penting untuk memperkuat penelitian, memperluas penerapan pertanian regeneratif, memperbesar akses pembiayaan, dan mempercepat transformasi digital di sektor pertanian. Inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dinilai sebagai kunci untuk mewujudkan masa depan pangan yang tangguh.

  • Related Posts

    Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Melalui Program Mantap Bergerak di Ngawi

    NGAWI, 31 Oktober 2026 – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup nasabah pensiunan melalui program Mantap Bergerak yang diselenggarakan di Kabupaten Ngawi,…

    DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

    30 Oktober 2026 — Tasya, remaja tuli asal Bali, membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi dan berkarya. Memulai modeling sejak kelas 3 sekolah dasar, ia meraih sejumlah penghargaan, antara…

    You Missed

    Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Melalui Program Mantap Bergerak di Ngawi

    Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Melalui Program Mantap Bergerak di Ngawi

    DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

    DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

    Penerbit KBM Kini Menjadi Rumah Para Penulis Nusantara: Usung Transparansi, Layanan Egaliter, dan Fasilitas Fantastis

    Penerbit KBM Kini Menjadi Rumah Para Penulis Nusantara: Usung Transparansi, Layanan Egaliter, dan Fasilitas Fantastis

    Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah

    Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah

    LRT Jabodebek Hadirkan Hiburan Musik Gratis di Stasiun, Perkaya Pengalaman Perjalanan Masyarakat

    LRT Jabodebek Hadirkan Hiburan Musik Gratis di Stasiun, Perkaya Pengalaman Perjalanan Masyarakat

    Antisipasi Penyebaran Nyamuk, LRT Jabodebek Lakukan Fogging di Sejumlah Area Operasional

    Antisipasi Penyebaran Nyamuk, LRT Jabodebek Lakukan Fogging di Sejumlah Area Operasional