Cara Kerja Sistem Anti Drone: Deteksi, Jamming, dan Spoofing dari LZ Tech

Sistem anti drone LZ Tech kini tersedia di Indonesia untuk mendeteksi, melacak, dan menetralisir drone tanpa izin di sekitar bandara, kilang, pembangkit listrik, dan kawasan industri. Teknologinya membaca sinyal radio antara drone dan pengendalinya, mengenali model drone dengan akurasi hingga 97 persen, dan menjangkau deteksi lebih dari 10 km.

Jumlah drone di ruang udara rendah terus bertambah, dan tidak semuanya terbang dengan izin. Satu drone kecil yang masuk ke area bandara atau kilang dapat menghentikan operasi penerbangan, mengintai fasilitas, bahkan membahayakan keselamatan. Radar biasa sulit menangkap target sekecil dan secepat itu pada ketinggian rendah. Sistem anti drone hadir untuk menutup celah ini.

Sistem anti drone, disebut juga counter-UAS, bekerja bertingkat: mendeteksi, mengidentifikasi, melacak, lalu menetralisir drone tanpa izin. Solusi LZ Tech yang tersedia melalui Halo Robotics berbasis RF detection, yaitu membaca komunikasi radio antara drone dan pengendalinya. Dari pembacaan itu, sistem mengenali model drone tertentu, membedakannya dari burung, bahkan mendeteksi drone sebelum lepas landas. Kamera opto-elektronik dan kecerdasan buatan menjaga target tetap terlacak pada malam hari maupun cuaca buruk, dengan akurasi pengenalan hingga 97 persen dan basis data sekitar 1.000 model drone dari lebih dari 30 merek.

Lini solusinya menyesuaikan kebutuhan. HDJS 1.0 adalah perangkat genggam untuk respons cepat, mendeteksi drone lalu memutus kendalinya sampai memaksa mendarat. Untuk perlindungan yang berpindah, tersedia unit portabel dan versi yang dipasang di kendaraan. Untuk fasilitas permanen, DFJS835 bekerja 24 jam: mengenali model, ID, dan band sinyal drone, menandai posisi drone sekaligus pilotnya, merekam lintasan penerbangan, dan mengekspor laporan dalam format CSV atau PDF. Jangkauan jamming-nya mencapai 3 km, bodinya berperingkat IP66 untuk pemasangan luar ruangan, dan jangkauan deteksinya lebih dari 10 km.

Untuk menghalangi drone, sistem memakai jamming, yaitu memutus sinyal kendali, atau spoofing, yaitu memancarkan sinyal navigasi palsu agar drone salah menentukan posisi lalu dapat dipaksa mendarat. Penggunaan jamming dan spoofing diatur secara hukum dan hanya boleh dilakukan pihak yang berwenang. Solusi ini paling dibutuhkan di bandara, infrastruktur energi seperti kilang dan pembangkit listrik, pelabuhan, serta kawasan industri dan pertambangan.

Selengkapnya: Anti Drone System: Cara Kerja & Solusi

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai

    Memulai investasi di usia 20-an bisa menjadi salah satu cara untuk mulai mengenal pengelolaan keuangan jangka panjang. Namun, investasi sebaiknya tidak dilakukan hanya karena mengikuti tren. Sebelum menempatkan dana, penting…

    Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku

    Pertemuan dengan Fuguku di Bali menjadi bagian dari visi sebuah usaha ritel di Spello, Italia. Menjelang rencana pembukaannya, Craftlab melaporkan penjualan 100 produk Fuguku dalam sekitar 10 minggu. Ketika Craftlab…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai

    Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai

    Astaka Launches SOL HealthTech Brand, Aiming To Capitalise On Growing Demand For Indoor Air Quality Solutions Across Asia

    Astaka Launches SOL HealthTech Brand, Aiming To Capitalise On Growing Demand For Indoor Air Quality Solutions Across Asia

    Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku

    Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku

    Three lessons from Hangzhou, and one potential partnership to follow up: Sanct Social founder on China’s Global Digital Trade Expo

    Three lessons from Hangzhou, and one potential partnership to follow up: Sanct Social founder on China’s Global Digital Trade Expo

    Three notes from Hangzhou: Sanct Social founder on how China backs its start-ups, one task per city, and a whole city out to see the moon

    Three notes from Hangzhou: Sanct Social founder on how China backs its start-ups, one task per city, and a whole city out to see the moon

    Anugerah Fervent Global Love of Lives Award dari Taiwan untuk Filantropis Indonesia

    Anugerah Fervent Global Love of Lives Award dari Taiwan untuk Filantropis Indonesia