Blockchain Resmi Jadi Teknologi Strategis Nasional, Industri Web3 Siap Melaju

Jakarta, 15 Juli 2025 – Beberapa tahun terakhir pertumbuhan industri Web 3.0 atau yang lebih akrab dikenal Web3, menunjukkan pertumbuhan signifikan. Di mana, adopsi teknologi berbasis desentralisasi ini meluas dan memberikan kesempatan lebih besar terhadappara pengembang.

Membawakan konsep dan sistem terdesentralisasi, teknologi Web3 menjanjikan akses keamanan dan keterbukaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan internet Web 2.0. Selain itu, Web3 juga menekankan pada kontrol pengguna atas data mereka sendiri dan interaksi langsung antar pengguna, tanpa perlu perantara terpusat seperti platform media sosial atau bank. 

Hal inilah, yang membawa teknologi Web3 sangat terbuka untuk berbagai proyek terbarukan berbasis blockchain. Di mana dengan memanfaatkan teknologi blockchain, berbagai proyek dapat dikembangkan sesuai dengan tujuan pengembangannya dengan lebih mudah, terdesentralisasi dan transparan.

Di Indonesia sendiri, teknologi blockchain baru-baru ini telah resmi menjadi salah satu teknologi strategis nasional, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025. Ini menunjukkan bentuk optimistisme dan dukungan pemerintah Indonesia terhadap pengembangan dan transformasi digital yang berkelanjutan.

CEO Bittime, Ryan Lymn, mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi Web3 dan besarnya ketertarikan masyarakat terhadap teknologi blockchain menunjukkan peningkatan yang signifikan selama beberapa tahun terakhir. Ini menekankan bentuk keterbukaan masyarakat Indonesia terhadap perkembangan serta adopsi teknologi terbarukan.

“Tidak dipungkiri, perkembangan dan adopsi teknologi blockchain di Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan tingkat ketertarikan yang cukup besar. Tentu, hal ini dapat tercapai salah satunya adalah berkat semakin terarahnya peraturan dan regulasi terkait industri Web3, termasuk aset digital di Indonesia,” jelas Ryan.

Ia menambahkan bahwa sebagai bagian dari industri Web3 itu sendiri, pihaknya sangat mengapresiasi besarnya keterlibatan masyarakat Indonesia, terutama pemerintah terhadap pengembangan, pengaturan, dan pengawasan teknologi blockchain.

Baginya, selain dukungan dalam pengembangan dan pengawasan, perluasan edukasi serta pemberdayaan juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Mengingat masih rendahnya literasi masyarakat terkait industri Web3.

Lebih lanjut, sebagai platform pertukaran aset kripto yang resmi dan berlisensi di Indonesia, Bittime berkomitmen untuk terus menghadirkan aset-aset alternatif bagi pengguna nya. Menekankan bentuk keseriusan platformnya dalam mendorong keberlangsungan industri aset digital dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Selaras dengan hal tersebut, baru-baru ini Bittime melisting aset-aset diversifikasi yang dipandang berpotensi, yakni Hyperlane (HYPER) dan Sign (SIGN). Keberadaan kedua proyek tersebut menandai langkah maju dalam upaya menciptakan dunia aset digital yang tidak hanya lebih terhubung, tetapi juga lebih aman dan efisien bagi semua penggunanya.

Baik HYPER maupun SIGN sama-sama bertujuan untuk menghadirkan teknologi blockchain yang lebih mudah diakses dan digunakan oleh banyak orang. HYPER melalui ekosistemnya dapat menyederhanakan komunikasi cross-chain, sehingga para pengembang mampu membangun aplikasi yang lebih kompleks, berguna dan tidak terbatas pada satu jaringan blockchain.

Sedangkan, ekosistem token SIGN mendukung adopsi ini dengan menyediakan infrastruktur terkemuka melalui verifikasi data yang aman dan distribusi token yang efisien, mengatasi hambatan seperti penipuan dan kerumitan dalam pembagian aset digital.

Dua hal tersebut, memberikan nilai lebih pada latar belakang dan potensi perkembangan ekosistem kedua proyek tersebut. Lebih dari itu, penting untuk dipahami bahwa seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

  • Related Posts

    Sambut Bulan September, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,33%

    Jakarta, 1 September 2026 – Memasuki bulan September, sejumlah rencana yang disusun sejak awal tahun mulai kembali menjadi perhatian. Bagi sebagian keluarga, salah satunya adalah rencana mengganti kendaraan atau memiliki…

    BRI Finance Perkuat Pembiayaan Dana Tunai, Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

    Jakarta, 31 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) membukukan kinerja positif pada segmen pembiayaan dana tunai sepanjang Semester I-2026. Hingga Juni 2026, penyaluran pada segmen tersebut tumbuh…

    You Missed

    Sambut Bulan September, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,33%

    Sambut Bulan September, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,33%

    BRI Finance Perkuat Pembiayaan Dana Tunai, Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

    BRI Finance Perkuat Pembiayaan Dana Tunai, Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

    Tak Hanya Membangun Karier, UPH Ajak Mahasiswa Baru Menemukan Panggilan dan Menjalani Hidup yang Bermakna

    Tak Hanya Membangun Karier, UPH Ajak Mahasiswa Baru Menemukan Panggilan dan Menjalani Hidup yang Bermakna

    Parents Gathering UPH Festival 2026: Membangun Sinergi UPH dan Orang Tua untuk Masa Depan Mahasiswa

    Parents Gathering UPH Festival 2026: Membangun Sinergi UPH dan Orang Tua untuk Masa Depan Mahasiswa

    Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

    Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

    VRICREW Berkolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Program Persiapan Karier Mahasiswa

    VRICREW Berkolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Program Persiapan Karier Mahasiswa