Bitcoin Tembus Rp 2 Miliar: Apakah Masih Bisa Naik Lebih Tinggi?

Jakarta, 14 Juli 2025 — Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi dengan menembus level US$123.218 atau sekitar Rp2 miliar (kurs dolar AS Rp 16.251) pada Senin (14/7). Berdasarkan data terkini, BTC sempat mencapai titik tertinggi di US$123.218 sebelum bertahan di kisaran US$122.808 (Rp1,99 miliar). Reli harga ini dinilai sebagai hasil dari kombinasi faktor makroekonomi global, dorongan regulasi, dan dinamika teknikal pasar kripto.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa salah satu pendorong utama adalah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed. Pernyataan bernada dovish dari Gubernur Fed, Christopher Waller dan sejumlah pejabat lainnya membuka peluang pemangkasan suku bunga pada Juli 2025, jika tren inflasi terus menurun. “Sinyal ini meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin,” ujarnya.

Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi akibat kebijakan fiskal ekspansif AS—terutama terkait rencana “Big Beautiful Bill”—turut memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap penurunan nilai dolar.

Dari sisi industri kripto, aliran modal institusional yang deras juga memainkan peran signifikan. ETF spot Bitcoin dan Ethereum yang diterbitkan oleh manajer aset seperti BlackRock dan Fidelity mencatat rekor arus masuk hingga US$1,18 miliar dalam satu hari, dan telah menyumbang total lebih dari US$51 miliar sepanjang 2025. Perusahaan seperti MicroStrategy juga terus meningkatkan kepemilikan BTC mereka, menambah kepercayaan terhadap legitimasi pasar ini.

Di sisi regulasi, perkembangan positif juga turut mendorong sentimen investor. Kongres AS menggelar “Crypto Week” pekan ini untuk membahas tiga RUU penting yang memberikan kejelasan hukum: GENIUS Act (stablecoin), CLARITY Act (regulasi pasar), dan Anti-CBDC Surveillance State Act. Presiden Donald Trump pun menyatakan dukungannya terhadap Bitcoin, bahkan menyuarakan rencana pembentukan cadangan strategis BTC oleh pemerintah AS.

Aspek teknikal turut memperkuat lonjakan harga. Menurut Fyqieh, penembusan level resistensi penting memicu likuidasi posisi short senilai hampir US$1 miliar dalam satu hari, yang menciptakan short squeeze besar dan mendorong harga lebih tinggi. “Kondisi ini juga diperkuat oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya daya tarik Bitcoin sebagai alternatif emas,” tambahnya.

Prospek Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC). Sumber Tokocrypto.

Mengenai prospek ke depan, Fyqieh menilai tren bullish masih sangat kuat. Berdasarkan data internal Tokocrypto, Fyqieh memproyeksikan harga BTC dapat menyentuh US$200.000 atau sekitar Rp3,25 miliar pada akhir 2025, seiring pasokan yang menipis dan peningkatan permintaan dari investor institusional. Lembaga lain seperti Standard Chartered dan Hashdex juga memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai US$135.000–US$140.000 dalam waktu dekat.

Meski demikian, Fyqieh mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan risiko volatilitas, terutama menjelang rilis data inflasi AS dan pertemuan Federal Reserve dalam beberapa pekan ke depan.

“Level US$120.000 ini bukan hanya angka psikologis penting, tetapi juga sinyal teknikal yang bisa menjadi support baru. Investor yang sudah meraih keuntungan disarankan mengevaluasi ulang portofolionya, sementara investor baru bisa mulai menjajaki Bitcoin secara bertahap,” katanya.

Fyqieh menilai momen ini semakin mengukuhkan posisi Bitcoin sebagai aset strategis global. Kombinasi antara dukungan regulasi, likuiditas institusional, dan narasi makro menjadikan BTC sebagai pilihan utama dalam strategi diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

“Jadi, apakah sekarang masih saat yang tepat untuk membeli Bitcoin? Dari sudut pandang jangka menengah hingga panjang, jawabannya adalah ya. Pasar belum menunjukkan tanda-tanda kejenuhan, dan banyak data mendukung kemungkinan adanya ruang kenaikan lanjutan. Bagi yang sudah memiliki BTC, strategi terbaik saat ini adalah hold. Sementara bagi yang belum masuk, pembelian secara bertahap atau dollar-cost averaging (DCA) bisa menjadi pendekatan yang bijak,” ungkapnya

Di sisi lain, untuk trader jangka pendek yang sudah menikmati keuntungan signifikan, mengambil sebagian profit adalah langkah yang wajar, namun tidak disarankan keluar sepenuhnya karena tren besar masih mengarah ke atas.

  • Related Posts

    AI Connect Innovation Lab Dorong Peserta Bangun Produk AI yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar

    AI Connect Innovation Lab mengajak peserta memahami validasi pasar, analisis kompetitor, hingga strategi positioning agar produk AI yang dikembangkan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna dan siap bersaing. Makassar, 18 Juli…

    Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI

    Melalui program AI Clinic for Business, Telkom AI Connect Makassar memfasilitasi 20 pelaku UMKM dengan hands-on workshop pemanfaatan Generative AI dan Heepsy untuk merancang strategi influencer marketing yang tepat sasaran.…

    You Missed

    AI Connect Innovation Lab Dorong Peserta Bangun Produk AI yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar

    AI Connect Innovation Lab Dorong Peserta Bangun Produk AI yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar

    Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI

    Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI

    Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM

    Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM

    MOLD Manila Introduces Croma PolyPhil Polynucleotide Treatments in Quezon City

    MOLD Manila Introduces Croma PolyPhil Polynucleotide Treatments in Quezon City

    Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga

    Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga

    Membandingkan DJI Dock 2 dan DJI Dock 3 untuk Operasi Drone Otomatis di Indonesia

    Membandingkan DJI Dock 2 dan DJI Dock 3 untuk Operasi Drone Otomatis di Indonesia