Bitcoin Tembus $80.000 di Tengah Ketegangan Global, Momentum Emas Optimalkan Portofolio Melalui Fitur IDR Swap Tanpa Biaya di Bittime

Jakarta, 4 Mei 2026 – Pasar aset kripto global baru saja mencatatkan sejarah baru setelah harga Bitcoin berhasil menembus angka $80.000 Dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak akhir bulan Januari lalu. Bersamaan dengan ini Bittime hadirkan fitur IDR Swap zero fees yang memungkinkan investor menukarkan Rupiah secara langsung ke dalam bentuk aset kripto.

Sebelumnya, berdasarkan laporan dari artikel TradingView penyebab utama di balik lonjakan harga Bitcoin kali ini berkaitan erat dengan pengumuman mengejutkan dari Washington, Amerika Serikat. Presiden Donald Trump melalui platform media sosialnya memperkenalkan sebuah inisiatif bernama “Project Freedom” yang bertujuan untuk mengawal kapal-kapal dagang yang terjebak di Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. 

Menurut sumber berita dari NewsBTC, langkah ini dianggap sebagai sentimen positif oleh para investor karena memberikan jalur de-eskalasi yang konkret terhadap risiko energi dan gangguan jalur perdagangan global yang selama ini menghantui selera risiko pasar keuangan.

Bersamaan dengan kenaikan Bitcoin yang sangat impresif ini, Bittime platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkenalkan fitur IDR Swap yang memungkinkan investor menukarkan aset rupiah (IDR) ke dalam bentuk aset kripto. Hal ini dipandang sebagai alternatif pilihan yang efisien dan mudah untuk dimanfaatkan.

Apalagi, investor dapat  menukarkan IDR melalui platform ke berbagai aset kripto terkemuka seperti $USDT, $BTC, $BNB, $ETH, $ONDO, $SOL, hingga $PEPE tanpa perlu membeli aset terlebih dahulu.

Keunggulan utama yang ditawarkan oleh Bittime adalah kemudahan transaksi dengan biaya nol rupiah alias zero fees untuk setiap aktivitas penukaran aset dengan IDR Swap. Dengan kebijakan tanpa biaya admin ini, investor bisa memaksimalkan nilai transaksi tanpa harus khawatir saldo terpotong saat ingin berpindah dari rupiah ke aset kripto pilihan.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

    K Mall at Menara Jakarta menghadirkan Glow Society, rangkaian aktivitas yang berlangsung pada 11 September hingga 4 Oktober 2026. Mengusung semangat Discover Your Inner Glow, Glow Society mengajak pengunjung menikmati…

    Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

    Indonesia tengah mempercepat digitalisasi ekosistem kepabeanan dan perdagangan. Namun, perkembangan sistem pemerintah belum selalu diikuti oleh kesiapan sistem bisnis untuk terhubung dan beradaptasi. Dengan berbagai platform pemerintah yang memiliki fungsi…

    You Missed

    Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

    Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

    Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

    Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

    Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta

    Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta

    Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

    Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

    Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

    Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

    Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

    Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case