Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia menggelar pemutaran film gratis bertajuk “Layar Desa di Taman Purbakala Geopark” di Dusun Pajjaiang, Desa Tukamasea, Kabupaten Maros (22/08/2026).
MAROS – Akses warga desa untuk menikmati film masih
terbatas. Padahal, film dapat menjadi media pembelajaran, hiburan, dan
pendukung pembangunan. Sering kali alam dan budaya desa menjadi objek dalam
film, tetapi masyarakat di desa tidak pernah menikmati film tersebut karena
terbatasnya akses terhadap bioskop dan kendala biaya.
Hal tersebut mendorong Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia
untuk menggelar pemutaran film gratis bertajuk “Layar Desa di Taman Purbakala
Geopark” di Dusun Pajjaiang, Desa Tukamasea, Kabupaten Maros (22/08/2026).
Kegiatan Layar Desa tersebut memutar film nasional berjudul “Silariang: Cinta
yang (tak) Direstui” karya Ichwan Persada.
“Kami sengaja memilih film ini. Film Silariang dibuat di
kawasan karst Maros, tetapi, sayangnya, hampir semua masyarakat di sekitar
karst ini justru tidak pernah menonton film ini,” ungkap Fitrawan Umar, selaku
Ketua Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia.
Fitrawan Umar, yang juga peneliti BRIN, menambahkan bahwa
tujuan berikutnya dari kegiatan Layar Desa adalah untuk menghidupkan ekosistem
seni dan budaya di desa serta meningkatkan keberdayaan masyarakat dan komunitas
pemuda. “Selain itu, Ikatan Perencana Desa (IPD) mendorong perencana dan
peneliti desa untuk mampu lebih memahami desa, terlibat dalam aktivitas desa,
dan mampu menangkap aspirasi warga desa. Melalui pemutaran film atau festival,
perencana dan peneliti dapat berinteraksi langsung dengan warga desa. Festival
layar desa adalah suatu metode,” ujarnya.
Selain pemutaran film, kegiatan Layar Desa dimeriahkan
dengan pagelaran seni tari dari kelompok seni Dusun Pajjaiang, festival jajanan
lokal yang dibuat oleh ibu-ibu desa, dan penyerahan hadiah lomba Agustusan
Dusun Pajjaiang. Kegiatan ini juga disertai dengan penyerahan simbolis kerja
sama antara Ikatan Perencana Desa (IPD), Ikatan Pemuda Pajjaiang, dan Kepala
Desa Tukamasea. Ikatan Perencana Desa ingin menjadikan Desa Tukamasea sebagai
Desa Binaan dan Laboratorium Sosial Desa, serta menggandeng Ikatan Pemuda
Pajjaiang sebagai Sister Community atau mitra komunitas.
H. Makmur selaku Kepala Desa Tukamasea sangat mengapresiasi
kegiatan Layar Desa ini. “Kami berterima kasih kepada Ikatan Perencana Desa
yang telah memilih Desa Tukamasea sebagai lokasi acara pemutaran film ini. Kegiatan
ini dapat membawa hal positif bagi masyarakat desa,” ungkapnya saat sambutan
dan membuka acara secara resmi.
Kegiatan Layar Desa seolah menjadi penghibur warga desa yang
mayoritas adalah petani, yang saat ini memasuki musim paceklik. Lokasi kegiatan
bahkan memanfaatkan sawah warga yang sedang mengering.
Ketua Ikatan Pemuda Pajjaiang, Basri, turut menyampaikan
rasa terima kasihnya karena telah diajak berkolaborasi oleh Ikatan Perencana
Desa (IPD). “Semoga kami tetap dapat terus bersinergi dengan IPD. Kegiatan
pemutaran film seperti ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi
dan kebersamaan warga desa, khususnya pemuda-pemudi di desa.”
Layar Desa dihadiri oleh sekitar seratus warga Desa
Tukamasea dan sekitarnya, serta komunitas pemuda dan Karang Taruna. Turut hadir
Ahmad Dahlan (Wakil Ketua IPD), Agung Kappi (Kotata’), Fauzan Khabir
(Pascasarjana PWK Unhas), Ibe S Palogai (Antologi Manusia), Nurfitrah (Forum
Lingkar Pena), dan mahasiswa-mahasiswa KKN Berdampak UNM. Hadir langsung juga
produser dan sutradara Ichwan Persada dari Jakarta, associate producer
film Silariang, Irfan Syam, dan pemeran Akbar di film Silariang, Fhail
Firmansyah.
“Kami sangat mendukung acara pemutaran film seperti ini.
Selamat untuk Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia. Semoga berikutnya kita
dapat berkolaborasi lagi dan memperbanyak kegiatan-kegiatan sejenis di tempat
lain,” ujar Ichwan Persada.
Acara Layar Desa berlangsung meriah dan menyenangkan,
terlihat dari wajah antusias dan ekspresi bahagia para pengunjung. Acara
ditutup dengan foto bersama. Banyak penonton yang memanfaatkan kesempatan untuk
berfoto langsung dengan aktor Fhail Firmansyah.
Kegiatan Layar Desa didukung oleh Dana Indonesiana, LPDP,
dan Kementerian Kebudayaan. Sebelum kegiatan puncak di Desa Tukamasea, Ikatan
Perencana Desa (IPD) telah menggelar rangkaian pemutaran film di 5 titik di
Makassar, Gowa, dan Maros.
Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia merupakan wadah bagi
para profesional di bidang perencanaan desa seluruh Indonesia, didirikan atas
inisiatif Dr. Fitrawan Umar, Dr. Amiruddin Akbar Fisu, Ahmad Dahlan, dan Abdul
Qodir Jaelani. IPD Indonesia berdiri sejak deklarasi tanggal 24 Mei 2025 di Jakarta,
bertujuan untuk mendukung terwujudnya desa-desa Indonesia yang maju, sejahtera,
dan berkelanjutan. Aktivitas Ikatan Perencana Desa dapat diikuti di Instagram
@ipd_indonesia dan website www.ipd-indonesia.or.id.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES





