Telkom AI Center Aceh Bekali Generasi Kreatif dengan Pemanfaatan AI untuk Optimasi Konten Media Sosial

Telkom AI Center Aceh menggelar workshop optimasi konten media sosial dengan AI, membekali mahasiswa, kreator, dan pelaku usaha untuk meningkatkan kreativitas, strategi digital, dan produktivitas di era ekonomi kreatif.

Banda Aceh, 6 Juli 2026 –  Dalam upaya meningkatkan kapasitas talenta digital dan ekonomi kreatif di Aceh, Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan “Technical Workshop: Social Media Content Optimization with AI” di Telkom AI Center, Banda Aceh (13/6). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku usaha, content creator, desainer grafis, dan pegiat media sosial.

Workshop menghadirkan Rahmat Ferdiansyah, seorang content creator dan desainer grafis, yang membagikan berbagai strategi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses kreatif, mulai dari brainstorming ide, desain grafis, pembuatan video, manajemen konten, hingga pengembangan strategi media sosial yang lebih efektif dan efisien.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai platform dan tools AI seperti Canva, ChatGPT, Notion, dan berbagai aplikasi pendukung lainnya yang kini semakin banyak digunakan oleh para kreator dan praktisi pemasaran digital.

AI Mengubah Cara Berkarya di Industri Kreatif

Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam workshop adalah bagaimana AI telah mengubah cara individu dan organisasi memproduksi konten digital.

“Di dunia kreatif saat ini, kita sering dituntut menjadi ‘one-man army‘, menguasai desain, video, copywriting, hingga strategi media sosial. AI membantu mempercepat banyak proses tersebut sehingga kreator dapat lebih fokus pada ide dan strategi,” ujar Rahmat Ferdiansyah dalam sesi pemaparan.

Peserta juga diajak memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk mempercepat proses editing video, menghasilkan ide konten, membuat desain visual, hingga melakukan riset kompetitor dan tren media sosial.

Pentingnya Human Oversight dalam Pemanfaatan AI

Meski AI memberikan banyak kemudahan, workshop ini juga menekankan pentingnya pengawasan manusia atau human oversight dalam setiap proses kreatif.

Pemateri mengingatkan bahwa AI masih memiliki keterbatasan dan berpotensi menghasilkan kesalahan apabila digunakan tanpa proses validasi. Salah satu contoh yang dibahas adalah kasus kesalahan visual pada lambang Garuda yang sempat menjadi perhatian publik dan menunjukkan pentingnya pengecekan ulang terhadap hasil yang dihasilkan oleh AI.

“AI adalah alat bantu yang luar biasa, tetapi kreativitas, pertimbangan, dan validasi manusia tetap tidak dapat digantikan. Kita harus memastikan bahwa setiap konten yang dipublikasikan tetap akurat, relevan, dan sesuai dengan identitas merek,” jelas Rahmat.

Strategi Konten yang Efektif di Era Algoritma

Workshop juga membahas berbagai strategi pengelolaan media sosial di tengah perubahan algoritma platform digital. Peserta diperkenalkan pada dua pendekatan utama dalam membangun merek di media sosial, yaitu Virality Chaser, yang fokus mengejar trend dan viralitas, serta Brand Purist, yang lebih menekankan konsistensi identitas merek.

Diskusi juga mencakup strategi konten khusus untuk platform seperti Instagram dan TikTok, pentingnya membuat hook yang kuat, memanfaatkan tren yang sedang berkembang, serta melakukan analisis kompetitor untuk meningkatkan performa konten.

Selain itu, peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai deteksi konten AI oleh platform media sosial, penjadwalan konten, dan peluang otomatisasi dalam proses pembuatan konten digital.

Mendorong Lahirnya Kreator Digital di Aceh

Sebagai bagian dari sesi praktik, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merancang konsep merek dan strategi eksekusi media sosial mereka sendiri. Hasil dari setiap kelompok akan dikumpulkan dan disusun menjadi portofolio bersama sebagai bahan pembelajaran dan tindak lanjut program.

“Kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak talenta kreatif dan content creator di Aceh yang tidak hanya mampu memanfaatkan AI, tetapi juga memahami strategi dan etika dalam penggunaannya. AI harus menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan menggantikan peran manusia,” ujar Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program literasi digital dan pengembangan keterampilan di bidang kecerdasan buatan, pemasaran digital, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Aceh.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Kapan Utang Bisa Dianggap Sehat? Kenali Perbedaannya Sebelum Mengajukan Pinjaman

    Utang tidak selalu berdampak buruk bagi keuangan. Utang bisa dianggap sehat apabila digunakan untuk tujuan yang jelas, sesuai kemampuan membayar, dan tidak mengganggu kondisi keuangan sehari-hari. Sebaliknya, utang yang digunakan…

    Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

    Jakarta – Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui penguatan kinerja, transformasi bisnis yang berkelanjutan, serta komitmen menciptakan nilai…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    CAPTCHA


    You Missed

    Kapan Utang Bisa Dianggap Sehat? Kenali Perbedaannya Sebelum Mengajukan Pinjaman

    Thiess sets 12-month volume production world record for Liebherr R 9600 excavator at Mount Pleasant Operation

    กับวิสัยทัศน์เปลี่ยน LACO สู่ Data-Driven Business จากธุรกิจเกษตรสู่บริษัทอาหารระดับโลกด้วย SAP และ NEXUS

    Inaugural 6200 BookFest to bring publishers, booksellers to Dumaguete

    Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

    TOKYO LIGHTS 2026 Concludes Record-Breaking Approx. 80,000 Visitors Enthralled Over Nine Dazzling Days as Tokyo’s Premier Festival of Light Came to a Close.