Universitas Brawijaya (UB) resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia, dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional Russia–Islamic World: KazanForum 2026. Penandatanganan MoU di forum internasional ini juga dilakukan oleh Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM) ini menjadi tonggak penting dalam peta jalan UB untuk membangun ekosistem pendidikan cybersecurity bertaraf internasional di Indonesia.
Melalui kemitraan dengan Positive
Technologies, Universitas Brawijaya mengambil langkah nyata untuk mengisi
kesenjangan tenaga ahli tersebut. Universitas Brawijaya kini bergabung dengan
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berbagau institusi pendidikan Indonesia
lainnya yang telah menandatangani MoU dengan Positive Technologies dalam
jejaring kolaborasi akademik industri di tahun 2025.
“Universitas Brawijaya
memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring
pendidikan dan riset internasional, khususnya di bidang cybersecurity. Peluang
seperti mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, kolaborasi riset, hingga
pengembangan program double degree menjadi hal yang sangat relevan untuk
dieksplorasi lebih jauh. Ke depan, kami berharap pembahasan ini dapat
menghasilkan program yang konkret, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi
dunia akademik maupun pengembangan sumber daya manusia digital di Indonesia.”—
Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak. — Wakil Rektor Universitas Brawijaya
Program Kolaborasi: Dari Kelas
Dunia ke Dunia Kerja
Indonesia tengah berpacu mengisi
kebutuhan talenta keamanan siber yang diperkirakan mencapai jutaan posisi
secara global dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah akselerasi transformasi
digital nasional, kehadiran tenaga ahli yang terlatih secara teknis dan
berpengalaman secara global bukan lagi pilihan ini adalah keharusan strategis.
Kerja sama ini bukan sekadar
penandatanganan di atas kertas. Cakupan kolaborasi dirancang komprehensif untuk
menyentuh seluruh rantai nilai pendidikan cybersecurity:
1. Pelatihan intensif bagi dosen dan
tenaga kependidikan dalam keamanan siber terkini
2. Pembangunan laboratorium praktik
cybersecurity berstandar industri di kampus
3. Pengembangan kurikulum keamanan
defensif dan secure software development
4. Akses platform pembelajaran
digital berteknologi terkini untuk mahasiswa dan dosen
5. Penjajakan program double degree
dan pertukaran akademik internasional
“Pengembangan tenaga kerja
dengan keterampilan tinggi merupakan pondasi utama ketahanan siber yang kokoh.
Melalui kemitraan dengan universitas-universitas Indonesia, kami berkomitmen
untuk berbagi keahlian global dan bersama-sama membangun komunitas profesional
keamanan siber yang kuat di kawasan Asia Tenggara.”— Elena Grishaeva —
Direktur Regional Asia Tenggara, Positive Technologies
Wawasan Global dari Pusat
Inovasi Rusia
Jejak Universitas Brawijaya dalam
ekosistem Positive Technologies sebenarnya telah dimulai lebih awal, ketika
hadir dalam pembukaan Positive Hack Camp 2025 di Moskow. Forum bertaraf
internasional itu mempertemukan praktisi ethical hacking, pakar cyber defense,
dan akademisi dari puluhan negara sebuah cerminan komitmen UB untuk aktif dalam
percaturan keamanan siber global.
Lebih dari sekadar menandatangani
perjanjian, para delegasi universitas dari Indonesia juga menjalani kunjungan
akademik eksklusif ke tiga institusi riset dan teknologi terdepan di Rusia:
RUDN University, Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT), dan
Innopolis University. Kunjungan ini memberi perwakilan UB gambaran langsung
tentang ekosistem inovasi, model riset terapan, dan kultur akademik yang dapat
diadopsi untuk memperkuat keunggulan kompetitif UB di level nasional maupun
regional.
Kerja sama ini tidak berdiri
sendiri. Ia merupakan bagian dari strategi besar Positive Technologies untuk
memperluas jejaring akademiknya di Asia Tenggara wilayah yang kini menjadi
salah satu medan pertempuran siber paling dinamis di dunia. Bagi Universitas
Brawijaya, ini adalah kesempatan untuk bertransformasi: dari universitas yang
mengajarkan cybersecurity, menjadi universitas yang membentuk para penjaga
keamanan digital masa depan Indonesia.
Dengan institusi pendidikan
tinggi terkemuka yang kini tergabung dalam jaringan kolaborasi ini, Indonesia
memiliki pondasi yang semakin kuat untuk menghadirkan generasi profesional
siber yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berpengalaman dalam
konteks ancaman siber global yang terus berevolusi.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES





