Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah

Harga emas dunia berpeluang mengalami penguatan dalam jangka pendek setelah sebelumnya berada dalam tekanan, seiring munculnya indikasi pembalikan arah yang semakin jelas pada pergerakan teknikal. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 kini menunjukkan kecenderungan bullish, didukung oleh sinyal-sinyal teknikal yang mengarah pada potensi rebound harga.

Dalam beberapa sesi terakhir, harga emas sempat mencoba menembus area support di level 4.489 dolar AS. Namun, upaya tersebut tidak berhasil dipertahankan dan justru menghasilkan kondisi false break. Kegagalan untuk melanjutkan penurunan ini menjadi sinyal penting bahwa tekanan jual mulai melemah. Setelah itu, harga membentuk titik terendah baru (swing low) yang valid, yang menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali muncul di pasar.

Menurut Geraldo Kofit, kondisi ini membuka peluang terjadinya koreksi kenaikan dalam jangka pendek. Struktur harga yang terbentuk juga mengindikasikan pola Double Bottom, yang sering kali menjadi sinyal awal pembalikan tren dari bearish menuju bullish. Pola ini mencerminkan adanya fase akumulasi oleh pelaku pasar, di mana investor mulai memanfaatkan harga rendah sebagai peluang untuk masuk kembali. Dengan terbentuknya pola tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di sekitar level 4.622 dolar AS.

Dukungan terhadap potensi penguatan ini juga datang dari indikator teknikal, khususnya stochastic yang menunjukkan adanya Bullish Divergence. Kondisi ini terjadi ketika harga mencetak level rendah baru, tetapi indikator justru menunjukkan pergerakan yang berlawanan. Divergensi ini menandakan bahwa momentum penurunan mulai melemah, sehingga membuka peluang terjadinya pembalikan arah. Dalam konteks saat ini, sinyal tersebut memperkuat proyeksi bahwa harga emas berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, pergerakan emas juga didukung oleh meningkatnya kembali permintaan terhadap aset safe haven. Meskipun tekanan global sempat mereda, ketidakpastian ekonomi dan arah kebijakan moneter masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Kondisi ini membuat investor tetap mempertahankan eksposur terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian tersebut.

Selain itu, pelemahan sementara dolar AS turut memberikan dorongan bagi harga emas. Setelah mengalami penguatan dalam beberapa waktu terakhir, dolar mulai mengalami koreksi akibat aksi profit taking dari pelaku pasar. Melemahnya dolar membuat harga emas menjadi lebih menarik bagi investor global, sehingga mendorong kenaikan permintaan dalam jangka pendek.

Pasar juga mulai mempertimbangkan kemungkinan perubahan sikap dari Federal Reserve ke arah yang lebih dovish, terutama jika data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Ekspektasi ini memberikan sentimen positif tambahan bagi emas, karena kebijakan suku bunga yang lebih longgar cenderung meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Di sisi lain, tekanan jual yang sebelumnya cukup kuat kini mulai berkurang setelah harga gagal melanjutkan penurunan di bawah level support penting. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa area tersebut merupakan zona pertahanan yang kuat bagi harga emas. Ditambah dengan munculnya sinyal teknikal seperti Double Bottom dan Bullish Divergence, peluang terjadinya technical rebound semakin terbuka.

Dengan mempertimbangkan kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental, harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek, dengan target utama di area 4.622 dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga, termasuk dinamika dolar AS dan kebijakan moneter. Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, strategi investasi yang disiplin dan berbasis analisis tetap menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan harga emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Digiten Memperkuat Dukungan Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha di Area Bekasi

    Pemasaran bisnis lima tahun lalu tentu tidak bisa optimal jika diterapkan saat ini. Perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta meningkatnya aktivitas digital membuat bisnis membutuhkan strategi yang lebih relevan dan…

    Muslim AI Companion dari Indonesia Dipakai di 160 Negara, Raih Investasi dari HASAN.VC

    Muslim AI Companion, sebuah platform kecerdasan buatan (AI) yang beretika dan berfokus pada kesejahteraan spiritual serta dukungan digital yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, telah memperoleh pendanaan tahap awal pertamanya dari HASAN.VC.…

    You Missed

    Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah

    Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah

    Digiten Memperkuat Dukungan Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha di Area Bekasi

    Digiten Memperkuat Dukungan Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha di Area Bekasi

    Horatos AI is the Best AI SEO Agency in Singapore in 2026

    Horatos AI is the Best AI SEO Agency in Singapore in 2026

    PetroSync Supports Technical Excellence through Industry-Focused Engineering Training

    PetroSync Supports Technical Excellence through Industry-Focused Engineering Training

    Muslim AI Companion dari Indonesia Dipakai di 160 Negara, Raih Investasi dari HASAN.VC

    Muslim AI Companion dari Indonesia Dipakai di 160 Negara, Raih Investasi dari  HASAN.VC

    Muslim AI Companion Secures Early-Stage Investment from HASAN.VC to Expand Ethical AI for the Global Muslim Community

    Muslim AI Companion Secures Early-Stage Investment from HASAN.VC to Expand  Ethical AI for the Global Muslim Community