Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (5/5) diperkirakan mulai menunjukkan peluang penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, melihat adanya sinyal bahwa penurunan harga mulai mereda dan berpotensi diikuti oleh pergerakan naik dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 memperlihatkan bahwa harga berhasil bertahan di area support kuat di level 4.510. Level ini menjadi titik penting yang mampu menahan tekanan jual, sehingga mencegah harga turun lebih dalam. Ketika harga mampu bertahan di area support yang solid, kondisi ini biasanya menjadi tanda awal bahwa tren penurunan mulai kehilangan kekuatan.

Situasi tersebut membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak naik, meskipun dalam bentuk koreksi sementara atau yang dikenal sebagai secondary trend. Kenaikan ini merupakan bagian wajar dari dinamika pasar setelah sebelumnya terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas diperkirakan akan bergerak menuju area resistance terdekat di kisaran 4.560 hingga 4.588. Level ini menjadi target awal yang akan diuji oleh pasar. Namun, area tersebut juga berdekatan dengan indikator Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai resistance dinamis. Artinya, meskipun harga berpotensi naik, pergerakan tersebut kemungkinan akan menghadapi hambatan di area tersebut.

Selain itu, indikator stochastic saat ini menunjukkan kondisi jenuh jual atau oversold. Dalam analisis teknikal, kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal bahwa tekanan jual sudah terlalu kuat dan pasar berpotensi mengalami rebound. Dengan kata lain, peluang terjadinya kenaikan harga dalam jangka pendek semakin terbuka.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu berhati-hati. Kenaikan yang terjadi dalam fase koreksi biasanya tidak berlangsung terlalu lama dan masih berpotensi kembali tertekan apabila tidak didukung oleh momentum yang kuat.

Dari sisi fundamental, potensi kenaikan harga emas juga didukung oleh pelemahan sementara dolar Amerika Serikat. Setelah sebelumnya menguat, dolar mulai menunjukkan tanda-tanda melemah, yang memberikan ruang bagi emas untuk bergerak naik. Hal ini terjadi karena emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global ketika dolar melemah.

Selain itu, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau menurun turut memberikan sentimen positif. Ketika yield tidak meningkat, biaya peluang dalam memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam mulia tersebut.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang mulai lebih berhati-hati juga menjadi faktor pendukung. Pelaku pasar mulai melihat kemungkinan bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih menarik sebagai aset investasi, mengingat sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil tetap.

Di sisi lain, posisi harga yang saat ini berada di area support kuat juga mendorong aksi beli dari pelaku pasar. Banyak investor memanfaatkan kondisi harga yang relatif rendah untuk melakukan pembelian, yang dikenal sebagai strategi bargain hunting. Aktivitas ini turut membantu mendorong harga emas untuk naik dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal dan faktor fundamental memberikan gambaran bahwa harga emas memiliki peluang untuk mengalami rebound dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support penting, potensi kenaikan menuju kisaran 4.560 hingga 4.588 masih terbuka.

Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan kondisi global yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Dengan pasar yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi hal penting dalam mengambil keputusan investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    AI Connect Innovation Lab Dorong Peserta Bangun Produk AI yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar

    AI Connect Innovation Lab mengajak peserta memahami validasi pasar, analisis kompetitor, hingga strategi positioning agar produk AI yang dikembangkan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna dan siap bersaing. Makassar, 18 Juli…

    Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI

    Melalui program AI Clinic for Business, Telkom AI Connect Makassar memfasilitasi 20 pelaku UMKM dengan hands-on workshop pemanfaatan Generative AI dan Heepsy untuk merancang strategi influencer marketing yang tepat sasaran.…

    You Missed

    AI Connect Innovation Lab Dorong Peserta Bangun Produk AI yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar

    AI Connect Innovation Lab Dorong Peserta Bangun Produk AI yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar

    Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI

    Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI

    Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM

    Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM

    MOLD Manila Introduces Croma PolyPhil Polynucleotide Treatments in Quezon City

    MOLD Manila Introduces Croma PolyPhil Polynucleotide Treatments in Quezon City

    Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga

    Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga

    Membandingkan DJI Dock 2 dan DJI Dock 3 untuk Operasi Drone Otomatis di Indonesia

    Membandingkan DJI Dock 2 dan DJI Dock 3 untuk Operasi Drone Otomatis di Indonesia