Jangan Panik! Koreksi Bitcoin Saat Imlek Justru Bisa Jadi Peluang

Jakarta, 16 Februari 2026 — Periode Tahun Baru Imlek 2026 yang berlangsung pada 17 Februari hingga awal Maret kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto global. Secara historis, perayaan ini kerap diikuti pola musiman pada pergerakan harga Bitcoin, mulai dari tekanan jual menjelang libur hingga pemulihan setelah aktivitas perdagangan kembali normal.

Sejumlah riset pasar menunjukkan bahwa dalam kurun 2015–2023, Bitcoin cenderung mengalami koreksi rata-rata 10–20% dalam dua hingga tiga minggu sebelum Imlek. Setelah periode libur berakhir, harga kerap mencatat reli 15–35% dalam satu hingga dua minggu berikutnya. Bahkan, analisis 10x Research mencatat bahwa strategi membeli Bitcoin tiga hari sebelum Imlek dan menjual 10 hari setelahnya menghasilkan rata-rata imbal hasil (ROI) 11% secara historis.

Fenomena ini tidak lepas dari besarnya partisipasi investor asal China dalam ekosistem kripto global. Meski terdapat pembatasan dari pemerintah setempat, jumlah pemilik aset kripto di China diperkirakan mencapai 59,1 juta orang. Menjelang Imlek, sebagian investor disebut melakukan likuidasi untuk memenuhi kebutuhan musiman seperti perjalanan mudik, pembagian angpao (hongbao), hingga pengeluaran keluarga dan bisnis.

Tekanan jual yang terkonsentrasi dalam waktu singkat menciptakan pola koreksi yang relatif konsisten. Selain itu, selama masa libur delapan hari, aktivitas perdagangan dari kawasan Asia cenderung menurun signifikan. Penurunan volume transaksi ini membuat likuiditas pasar menipis dan order book menjadi lebih tipis, sehingga pergerakan harga lebih mudah terdorong oleh transaksi dalam jumlah relatif kecil.

Tekanan Jual Menjadi Perhatian

Data historis 2024 memperlihatkan pola serupa. Pada Januari 2024, Bitcoin sempat mencapai level US$48.494 sebelum terkoreksi ke sekitar US$38.678, atau turun hampir 20% menjelang Imlek. Namun setelah periode libur, harga berbalik naik dan sempat menyentuh US$56.650 pada akhir Februari, mencerminkan pemulihan lebih dari 30% dari titik sebelum perayaan.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa faktor musiman seperti Imlek memang kerap memberikan tekanan jangka pendek terhadap pasar, namun bukan satu-satunya variabel penentu arah harga.

“Periode seperti Imlek sering kali menghadirkan volatilitas karena faktor likuiditas regional dan kebutuhan musiman investor. Namun, investor perlu melihatnya dalam konteks yang lebih luas, termasuk sentimen global dan arus dana institusional,” ujar Calvin.

Menurutnya, struktur pasar kripto saat ini sudah jauh lebih matang dibandingkan beberapa tahun lalu. Masuknya investor institusi melalui berbagai instrumen investasi, termasuk ETF Bitcoin spot di sejumlah negara, turut memperluas sumber likuiditas yang sebelumnya sangat bergantung pada kawasan Asia.

“Saat ini arus dana tidak lagi terpusat di satu wilayah. Partisipasi institusi global membuat pasar lebih terdiversifikasi, sehingga potensi tekanan dari satu kawasan bisa lebih teredam dibandingkan sebelumnya,” tambahnya.

Meski demikian, Calvin menilai investor tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas jangka pendek selama periode libur panjang. Ia menyarankan agar pelaku pasar memperhatikan manajemen risiko dan tidak bereaksi berlebihan terhadap pergerakan harga yang bersifat musiman.

Selain faktor Imlek, pasar kripto global juga masih dibayangi dinamika makroekonomi, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral utama hingga perkembangan regulasi di berbagai negara. Kombinasi faktor musiman dan sentimen global ini membuat pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir terlihat fluktuatif.

“Pasar kripto dalam beberapa waktu terakhir memang terasa ‘babak belur’ karena kombinasi berbagai faktor eksternal. Oleh karena itu, pemahaman terhadap siklus pasar dan disiplin dalam pengelolaan risiko menjadi semakin penting,” kata Calvin.

Tokocrypto Hadirkan Fitur Gift Card dan Optimalkan Deposit BCA

Di tengah dinamika pasar tersebut, Tokocrypto memperkenalkan sejumlah pembaruan fitur untuk mendorong aktivitas transaksi dan memperluas utilitas aset kripto di Indonesia, bertepatan dengan momentum Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H.

Salah satu fitur yang diluncurkan adalah Gift Card Tokocrypto, yang memungkinkan pengguna mengirim aset kripto sebagai hadiah digital tanpa perlu mengetahui alamat wallet penerima. Pengguna cukup membagikan tautan atau kode yang dapat diklaim oleh penerima, serta dapat menyertakan pesan personal sesuai momen perayaan.

Selain itu, Tokocrypto juga mencatat pertumbuhan signifikan pada metode deposit melalui Virtual Account BCA, yang menjadi salah satu kontributor terbesar transaksi deposit di platform. Pengguna dapat melakukan transfer melalui BCA Mobile, MyBCA, KlikBCA, maupun ATM BCA, dengan proses yang diklaim dapat selesai dalam waktu kurang dari lima menit dan dana langsung dapat digunakan untuk bertransaksi.

Calvin berharap inovasi ini dapat menjaga minat masyarakat terhadap investasi aset digital di tengah kondisi pasar yang menantang.

“Kami ingin memastikan pengguna tetap memiliki akses yang mudah, cepat, dan relevan terhadap aset kripto, termasuk dalam momen spesial seperti Imlek dan Ramadan,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Dampak Sosial

    Jakarta – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 di Gedung BP BUMN, Jakarta, pada Senin (30/6). RUPS dihadiri dan disaksikan oleh…

    Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional

    Jakarta, 1 Juli 2026 – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey menyelenggarakan serangkaian agenda Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai tindak lanjut hasil Asesmen Green and Smart…

    You Missed

    MOLD Manila Redefines Confidence with Specialized Sclerotherapy to Erase Varicose Veins

    Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port Demi Perkuat Efektivitas Logistik Pangan dalam Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional

    PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Dampak Sosial

    Pernah Dengar Metode Sinking Fund? Cara Menyiapkan Pengeluaran Besar Tanpa Bikin Keuangan Kaget

    BP Tapera Optimis Capai Target 2026

    PTPP Kembali Diakui dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, Tegaskan Daya Saing dan Ketahanan Bisnis di Tingkat Regional