Fasilitasi Logistik Green Coke di Riau, Pelindo Solusi Logistik Dukung Transisi Energi Hijau

Riau, 31 Juli 2025 – PT Pelindo Solusi Logistik (“SPSL”) sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo, terus memperkuat perannya dalam rantai logistik bahan baku industri strategis nasional. Melalui anak perusahaannya, PT Prima Indonesia Logistik (“PT PIL”), SPSL kini melayani kegiatan transportasi dan delivery untuk komoditas green petroleum coke (Green Coke) milik PT. Pertamina (Persero) di wilayah Dumai, Riau.

Green Coke merupakan produk samping (residu) dari proses pengolahan kilang Pertamina yang kini bertransformasi menjadi salah satu bahan baku penting bagi berbagai sektor industri, seperti industri aluminium, baja dan baterai kendaraan listrik. Di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk ini, SPSL Group menjalankan layanan transportasi Green Coke dari stockpile PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) II Dumai ke Pelabuhan Dumai dengan menggunakan armada dump truck.

Image

Direktur Komersial & Teknik PT Pelindo Solusi Logistik, Ruri I. Rachmaputri, menyampaikan bahwa layanan ini menjadi langkah nyata SPSL dalam mendukung agenda hilirisasi nasional, menciptakan nilai tambah dari sumber daya dalam negeri serta membuka peluang investasi logistik yang terintegrasi dan berdaya saing tinggi.

“Kami hadir sebagai bagian dari solusi logistik end-to-end yang memastikan kelancaran distribusi Green Coke sebagai bagian dari komitmen SPSL dalam memperkuat layanan logistik nasional, khususnya untuk sektor-sektor bernilai tambah seperti energi dan industri pengolahan,” ujar Ruri.

Ruri menambahkan bahwa layanan ini merupakan hasil sinergi antara Pelindo Group dan BUMN lainnya, yang selaras dengan semangat Asta Cita khususnya bidang ekonomi yakni hilirisasi dan industrialisasi, serta pertahanan keamanan negara dan kemandirian. “Kami percaya bahwa logistik yang efektif adalah tulang punggung kemajuan industri. Dengan dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan sinergi layanan, SPSL akan terus memperkuat konektivitas dan efisiensi logistik yang berdaya saing,” tambahnya.

Image

Langkah ini juga memperkuat posisi SPSL sebagai bagian dari ekosistem Pelindo Group dalam mendukung hilirisasi industri dan transformasi ekonomi nasional, serta penguatan industri berbasis sumber daya dalam negeri. Dengan memanfaatkan simpul logistik pelabuhan dan konektivitas multimoda, SPSL menjembatani kebutuhan logistik lintas sektor yang tidak hanya di sektor maritim, tetapi juga industri darat yang membutuhkan kepastian pasok dan efisiensi distribusi.

Kepercayaan terhadap layanan perusahaan tercermin dari apresiasi positif mitra pengguna jasa. “Kami sangat puas dengan layanan PT PIL/SPSL Group, layanannya sangat profesional dan tepat waktu,” ujar Jani P., salah satu tim operasional PT. Pertamina (Persero) di Dumai.

“SPSL akan terus mengembangkan layanan logistik terintegrasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi strategis dengan mitra industri dan pemangku kepentingan, SPSL berkomitmen menjadi penyedia solusi logistik yang mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, inovasi, serta efisiensi jangka panjang,” tutup Ruri.
———

  • Related Posts

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam.…

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas,…

    You Missed

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

    KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa