KAI Dukung Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia dengan Penggunaan Waste Bag Ramah Lingkungan

Program Tarif Diskon 30% Terjual 2.071.134 Tiket

Dalam rangka menyambut Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Juli besok, PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali memperlihatkan komitmennya untuk mendukung gerakan global pengurangan sampah plastik. Sebagai bagian dari upaya ini, KAI telah mengganti waste bag/kantong sampah di dalam kereta dari plastik menjadi bahan kertas yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

“Ini adalah langkah nyata yang diambil KAI untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan. Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia, yang diperingati secara global, bertujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan. KAI mengambil langkah tegas dengan mengganti waste bag berbahan plastik yang digunakan di dalam kereta menjadi kertas yang dapat didaur ulang, mengurangi kontribusi sampah plastik yang selama ini digunakan oleh pelanggan kereta api,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Seiring dengan semakin banyaknya pihak yang menyadari pentingnya pengelolaan sampah plastik, KAI tidak hanya fokus pada penggantian waste bag. Perusahaan juga meluncurkan fasilitas Water Station di stasiun-stasiun kereta, yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mengisi ulang air minum menggunakan tumbler pribadi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai yang selama ini banyak digunakan oleh pelanggan. Dengan adanya fasilitas Water Station ini, pelanggan dapat lebih mudah mendapatkan air minum tanpa harus membeli botol plastik.

“Kami berharap pelanggan kami semakin terbiasa membawa tumbler pribadi, karena ini merupakan bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Dengan Water Station di stasiun, kami berusaha mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang sampah plastik,” tambah Anne.

Untuk mendukung keberlanjutan, KAI juga memperluas jangkauan Water Station di lebih banyak stasiun. Hingga saat ini, sudah terdapat 102 unit Water Station yang tersebar di 54 titik lokasi pada 39 stasiun di seluruh wilayah operasional Divisi Regional dan Daerah Operasi. Stasiun-stasiun tersebut mencakup berbagai titik di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, hingga Tanjungkarang. Dengan terus berkembangnya fasilitas ini, KAI berharap dapat lebih banyak melibatkan pelanggan dalam upaya mengurangi sampah plastik dan membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.

Tak hanya inisiatif ramah lingkungan, KAI juga memberikan kontribusi besar terhadap pemulihan ekonomi nasional melalui program diskon tiket 30% bagi pelanggan selama libur sekolah. Program yang dimulai sejak 5 Juni 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan memberikan kemudahan akses perjalanan yang lebih terjangkau. Hingga 2 Juli 2025, program diskon ini telah terjual sebanyak 2.071.134 tiket dari total kapasitas 3.529.612 tempat duduk yang disediakan, dengan tingkat penjualan mencapai 59% dari total kapasitas.

“Program diskon ini tidak hanya memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan kereta api dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga merupakan bagian dari pemenuhan Asta Cita pemerintah. Kami berharap ini dapat memberikan dorongan yang lebih besar bagi pemulihan ekonomi nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor transportasi publik dan turunannya,” tukas Anne.

Selain diskon tiket, KAI juga terus menerapkan berbagai inovasi yang mendukung keberlanjutan dan efisiensi. Salah satunya adalah penggunaan teknologi Face Recognition Boarding, yang sudah diterapkan di beberapa stasiun untuk mempermudah proses boarding dan mengurangi penggunaan kertas cetak tiket. Ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mengurangi penggunaan kertas dan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi pelanggan.

Di sektor layanan makanan, KAI juga menggantikan penggunaan plastik sekali pakai dengan wooden cutlery untuk mengurangi limbah plastik yang dihasilkan selama perjalanan. Langkah-langkah ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Dengan langkah-langkah ramah lingkungan ini, KAI berkomitmen untuk terus berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan pemulihan ekonomi nasional. Inisiatif Water Station, penggantian waste bag, diskon tiket, dan berbagai program ramah lingkungan lainnya adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan layanan transportasi yang tidak hanya efisien dan nyaman, tetapi juga berkelanjutan dan relevan dengan tren global menuju transportasi yang lebih hijau,” tutup Anne.

  • Related Posts

    BRI Finance Perkuat Struktur Pendanaan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan

    Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% menjadi salah satu faktor yang terus dicermati oleh pelaku industri pembiayaan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai…

    Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar

    Sebagian besar pengguna LRT Jabodebek hanya melihat kereta datang dan berangkat tepat waktu. Namun di balik kelancaran perjalanan tersebut terdapat sistem pengendalian, pemeliharaan, dan prosedur keselamatan yang bekerja selama 24…

    You Missed

    BRI Finance Perkuat Struktur Pendanaan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan

    BRI Finance Perkuat Struktur Pendanaan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan

    Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar

    Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar

    Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

    Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

    Tips Mengelola Tagihan Bulanan Agar Tidak Terlambat

    Tips Mengelola Tagihan Bulanan Agar Tidak Terlambat

    Why Regional Expansion Is No Longer Optional for Malaysian SMEs

    Why Regional Expansion Is No Longer Optional for Malaysian SMEs

    Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan

    Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan