Dorong Ekonomi Kreatif Indonesia, Sribu.com Buka Akses Freelancer Lokal ke Pasar Global

Hadir sebagai pembicara di U.S. Business for Indonesia: Creative Economy Forum 2025, Sribu paparkan strategi membangun ekosistem kreatif berkelanjutan melalui digitalisasi dan kolaborasi lintas negara.

Sribu, platform layanan freelance kreatif terdepan di Indonesia, menegaskan perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional dengan memberdayakan talenta lokal untuk menjangkau pasar global.

Komitmen ini disampaikan oleh Chief Operating Officer Sribu, Alexandro Wibowo, dalam Panel 3: Publishing and Design pada ajang U.S. Business for Indonesia: Creative Economy Forum yang digelar Selasa (17/6) di Four Seasons Hotel Jakarta.

Forum yang digagas oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI ini mempertemukan pelaku industri kreatif dari kedua negara, termasuk perwakilan Scholastic, Mizan Publishing, dan IKAPI.

“Indonesia memiliki potensi luar biasa di berbagai sektor ekonomi kreatif, dan kami percaya kolaborasi akan memperluas dampak positif yang bisa dihasilkan,” ujar Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, dalam sambutannya saat membuka forum.

Dalam sesi diskusi, Sribu membagikan pengalamannya dalam membangun ekosistem kreatif digital di Indonesia dan memberdayakan puluhan ribu freelancer di berbagai bidang.

“Sejak didirikan, Sribu udah menyelesaikan lebih dari 50.000 proyek kreatif, dengan 2.612 di antaranya berasal dari sektor publishing dan desain dalam tiga tahun terakhir” ujar Alexandro Wibowo, COO Sribu.

Alex juga mencatat bahwa dalam satu tahun terakhir, permintaan proyek di bidang tersebut mengalami peningkatan sebesar 11%. Menurutnya, hal ini menjadi indikator pertumbuhan yang sehat serta dampak langsung dari kontribusi talenta lokal terhadap dunia usaha, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kontribusi pekerja lepas (freelancer) terhadap ekonomi kreatif kini semakin signifikan. Di Indonesia sendiri, sektor ekonomi kreatif telah menyumbang lebih dari 7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020, dengan subsektor seperti desain, konten digital, dan penerbitan menjadi kontributor utama.

Sementara itu, secara global, ekonomi freelance menyumbang triliunan dolar setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pola kerja fleksibel dan kolaboratif bukan hanya tren, melainkan fondasi baru dalam pembangunan ekonomi berbasis kreativitas.

“Kontribusi pasar internasional terhadap Sribu juga terus meningkat, di mana terdapat 13% transaksi internasional berasal dari Amerika Serikat, membuktikan bahwa karya kreatif dari Indonesia memiliki daya saing dan relevansi tinggi di pasar global” tegas Alex.

Sribu sendiri menyediakan beragam layanan kreatif seperti desain, videografi, fotografi, web pemrograman, serta kebutuhan marketing dan bisnis lainnya, semuanya dikerjakan oleh freelancer lokal yang telah dikurasi sesuai kebutuhan bisnis.

“Forum ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif Indonesia memiliki posisi strategis dalam lanskap global. Kolaborasi lintas negara membuka peluang lebih besar bagi talenta lokal untuk dikenal dan diakui secara internasional,” tegas Alex.

Dengan partisipasinya dalam forum ini, Sribu memperkuat posisinya sebagai penggerak transformasi digital di sektor ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi lintas negara, Sribu berkomitmen menghadirkan solusi kreatif yang inklusif, berdaya saing global, dan relevan bagi masa depan UMKM dan pekerja kreatif di Indonesia.

  • Related Posts

    Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

    JAKARTA, [Tanggal] – Setelah bertahun-tahun melanglang buana mendampingi ribuan seller di seluruh Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka lewat platform TiktokShop, Jean Raticia kini resmi mengambil langkah berani dengan meluncurkan brand…

    Kenapa Market Bubble Bisa Terjadi di Pasar Keuangan?

    Pasar keuangan tidak selalu bergerak secara rasional. Dalam beberapa periode tertentu, harga aset dapat meningkat jauh di atas nilai fundamentalnya dan menciptakan kondisi yang dikenal sebagai market bubble. Fenomena ini…

    You Missed

    Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

    Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

    University of Nueva Caceres Breaks Ground on Learning and Innovation Center in Naga City

    University of Nueva Caceres Breaks Ground on Learning and Innovation Center in Naga City

    Kenapa Market Bubble Bisa Terjadi di Pasar Keuangan?

    Kenapa Market Bubble Bisa Terjadi di Pasar Keuangan?

    Berikut Ini Porsi Wet Food Harian untuk Kucing

    Berikut Ini Porsi Wet Food Harian untuk Kucing

    Indonesia’s New Import Prohibitions Are Changing How New Businesses Plan Market Entry

    Indonesia’s New Import Prohibitions Are Changing How New Businesses Plan Market Entry

    Malaysian Enterprise AI Platform Glem.ai Wins Talent Innovation Award at ITEC 2025, Showcasing Malaysia’s Growing Strength in Global Innovation

    Malaysian Enterprise AI Platform Glem.ai Wins Talent Innovation Award at ITEC 2025, Showcasing Malaysia’s Growing Strength in Global Innovation