Volume Penumpang KA BIAS Alami Peningkatan Signifikan di Bulan Oktober 2025, Bukti Tingginya Minat Masyarakat terhadap Transportasi Antarmoda

Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (BIAS) mencatatkan peningkatan volume penumpang yang signifikan pada bulan Oktober 2025. KAI Daop 6 Yogyajarta mencatat jumlah penumpang KA BIAS pada bulan Oktober 2025 mencapai 70.686 penumpang, meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 21.178 penumpang pada Oktober 2024.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menjelaskan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan KA Bandara sebagai sarana transportasi yang cepat, efisien, dan terintegrasi.

“Peningkatan volume penumpang ini merupakan bukti nyata bahwa KA BIAS semakin diminati oleh masyarakat, baik untuk perjalanan dari maupun menuju Bandara Adi Soemarmo. Layanan ini terus kami optimalkan agar semakin memudahkan mobilitas masyarakat lintas kota dan moda,” ujar Feni.

Sejak dioperasikan pada akhir tahun 2024 dengan perpanjangan relasi hingga Madiun, KA BIAS telah mencatatkan tren pertumbuhan positif dari bulan ke bulan. Integrasi antarmoda yang dihadirkan oleh KAI Daop 6 ini mendukung konektivitas wilayah Jawa Tengah bagian selatan hingga Madiun Raya, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“KAI berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kehadiran KA BIAS menjadi solusi perjalanan yang cepat, tepat waktu, serta membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya,” tambah Feni.

Feni juga mengingatkan masyarakat bahwa pembelian tiket KA BIAS dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI pada menu “Lokal” mulai H-7 sebelum keberangkatan. Adapun pembelian di loket stasiun dilayani pada hari keberangkatan, maksimal 3 jam sebelum jadwal berangkat.

KAI Daop 6 terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan penumpang, termasuk melalui sosialisasi pentingnya melakukan boarding out setelah turun dari KA serta disiplin terhadap relasi perjalanan sesuai tiket yang dimiliki.

“Kami mengimbau agar penumpang senantiasa tertib dalam menggunakan layanan KA BIAS agar perjalanan semakin nyaman dan aman bagi semua,” tutup Feni.

  • Related Posts

    Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

    Meterai tempel dan e-meterai memiliki bentuk serta cara penggunaan yang berbeda, sehingga penggunaan gambar meterai pada dokumen PDF tidak dapat menggantikan e-meterai resmi. Kesalahan ini dapat menyebabkan dokumen ditolak, membuang…

    Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

    Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD) terhadap personel marinir menunjukkan adanya perbaikan sejumlah indikator kesehatan mulut pada perokok dewasa yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif. Penelitian selama…

    You Missed

    Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

    Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

    Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

    Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

    Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung

    Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung

    MOLD Manila Highlights Ultraformer III for Non-Surgical Facial Lifting and Skin Tightening

    MOLD Manila Highlights Ultraformer III for Non-Surgical Facial Lifting and Skin Tightening

    Tanatasa Launches Singapore’s First Agent-First E-Commerce Store, Letting AI Assistants Shop for Consumers

    Tanatasa Launches Singapore’s First Agent-First E-Commerce Store, Letting AI Assistants Shop for Consumers

    BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

    BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru