Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Meskipun demikian, emas sempat mengalami koreksi terbatas pada sesi sebelumnya. XAU/USD tercatat diperdagangkan di level USD 4.590 atau melemah sekitar 0,15 persen pada Selasa (13/1), setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di kisaran USD 4.634. Penurunan tipis tersebut dipicu oleh data inflasi AS yang menunjukkan stabilitas tekanan harga.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyampaikan bahwa pelemahan harga emas yang terjadi masih berada dalam batas wajar dan belum mengubah arah tren utama. Berdasarkan kajian teknikal yang menggabungkan pola candlestick dan indikator Moving Average, pergerakan emas masih berada dalam tren naik. Formasi harga yang terbentuk mengindikasikan dominasi minat beli, sejalan dengan sentimen global yang terus mendukung emas sebagai aset lindung nilai.

Andy Nugraha menambahkan, selama harga mampu bertahan di atas level support terdekat, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Ia memproyeksikan bahwa jika dorongan bullish tetap terjaga, XAU/USD berpotensi bergerak naik hingga mendekati area USD 4.650. Level tersebut dinilai sebagai target kenaikan jangka pendek yang cukup signifikan secara teknikal. Namun, jika harga gagal mempertahankan momentum dan muncul tekanan jual, koreksi jangka pendek berpeluang membawa emas turun ke sekitar level USD 4.565.

Dari sisi fundamental, harga emas kembali memperoleh sentimen positif pada awal sesi Asia Rabu dengan pergerakan naik ke kisaran USD 4.600. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga AS, menyusul data inflasi yang dirilis di bawah perkiraan. Laporan Indeks Harga Konsumen AS menunjukkan inflasi inti hanya meningkat 0,2 persen secara bulanan, lebih rendah dari estimasi 0,3 persen, serta stabil secara tahunan di level 2,6 persen.

Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter tahun ini. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi opportunity cost dalam memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global juga turut menopang permintaan emas sebagai aset aman.

Namun demikian, penguatan dolar AS masih menjadi faktor pembatas bagi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Indeks Dolar AS tercatat menguat ke level 99,15, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun justru mengalami penurunan ke sekitar 4,17 persen. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen AS sebagai acuan tambahan terkait arah kebijakan suku bunga. Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai prospek pergerakan emas hari ini masih cenderung positif dengan peluang mempertahankan tren bullish.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Belum Terlambat! Kesempatan Bawa Pulang Mobil Listrik hingga Liburan ke Jepang Masih Terbuka di Shopvaganza Mitra10

    Memasuki satu bulan penyelenggaraannya, Shopvaganza 2026 dari Mitra10 masih membuka kesempatan bagi pelanggan untuk menikmati beragam keuntungan hingga 31 Desember 2026. Program promosi tahunan ini menghadirkan kesempatan memenangkan hadiah menarik,…

    BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kegigihan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui BRI Region 11 Yogyakarta memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 melalui upacara yang diselenggarakan di BRILiaN Hall pada Rabu (28/10). Yogyakarta, 28…

    You Missed

    Belum Terlambat! Kesempatan Bawa Pulang Mobil Listrik hingga Liburan ke Jepang Masih Terbuka di Shopvaganza Mitra10

    Belum Terlambat! Kesempatan Bawa Pulang Mobil Listrik hingga Liburan ke Jepang Masih Terbuka di Shopvaganza Mitra10

    BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kegigihan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026

    BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kegigihan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026

    Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan di Yogyakarta

    Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan di Yogyakarta

    PTPP Raih KESGI Award 2026, Perkuat Kepemimpinan dalam Penerapan ESG

    PTPP Raih KESGI Award 2026, Perkuat Kepemimpinan dalam Penerapan ESG

    Semangat Sumpah Pemuda, KAI Daop 2 Bandung Hadirkan Rail Clinic untuk Layani Kesehatan Gratis Warga Rancaekek

    Semangat Sumpah Pemuda, KAI Daop 2 Bandung Hadirkan Rail Clinic untuk Layani Kesehatan Gratis Warga Rancaekek

    PLN NPC Raih Penghargaan Top GRC Awards 2026, Perkuat Komitmen Tata Kelola dan Keberlanjutan Bisnis

    PLN NPC Raih Penghargaan Top GRC Awards 2026, Perkuat Komitmen Tata Kelola dan Keberlanjutan Bisnis