The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

JAKARTA — Stigma negatif terhadap industri pertambangan masih kerap muncul di ruang publik. Banyak orang menilai sektor ini semata identik dengan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, sementara praktik-praktik perbaikan, standar keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan sebagian komunitas tidak selalu terlihat utuh. Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture hadir untuk membuka ruang pemahaman yang lebih transparan dengan menghadirkan cerita yang jujur langsung dari masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

Pendekatan film ini sengaja ditempatkan sebagai antitesis dari komunikasi yang sering dianggap satu arah. Alih-alih menyodorkan klaim sepihak, The MINDJourney berupaya memperlihatkan realitas di lapangan secara terbuka, termasuk hal-hal yang masih menjadi catatan dan perlu terus ditingkatkan. Dengan cara ini, film diharapkan menjadi jembatan informasi antara publik dengan dunia pertambangan yang selama ini terasa jauh.

Sebagai produser film, Nia Sihasale Zulkarnaen menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan dengan metode yang membiarkan cerita tumbuh dari observasi lapangan. Tim hadir untuk melihat, mendengar, dan menangkap dinamika yang terjadi—bukan mengarahkan narasi sesuai kebutuhan tertentu.

“Bukan untuk menggurui, tapi supaya masyarakat bisa melihat langsung. Kami datang, melihat, dan membiarkan cerita itu muncul sendiri,” ujar Nia.

Dalam prosesnya, tim produksi film The MINDJourney mengunjungi berbagai wilayah operasional pertambangan yang berada di bawah naungan MIND ID. Namun, perusahaan tidak ditempatkan sebagai “narator” yang menjelaskan semuanya. Kamera justru mengikuti interaksi yang muncul dari aktivitas di lapangan, percakapan dengan warga, pekerja, dan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan kegiatan pertambangan.

Para talent yang terlibat didorong untuk berinteraksi secara spontan. Mereka bertanya langsung kepada masyarakat dan pekerja, tanpa daftar pertanyaan baku dan tanpa respons yang diarahkan, sehingga percakapan yang terekam terasa lebih alami.

Dari perjalanan itulah cerita-cerita hadir secara natural. Sejumlah warga menyampaikan pengalaman tentang perubahan yang mereka rasakan, mulai dari peluang ekonomi, munculnya usaha kecil, sampai bentuk pendampingan sosial yang mereka temui di sekitar operasi.

“Ada yang bilang mereka bisa mulai usaha, ada yang merasa dibimbing. Bahkan ada yang berharap program-program ini terus berlanjut,” kata Nia.

Di sisi lain, film ini juga tidak menutup ruang untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi sektor pertambangan Indonesia. Dalam beberapa bagian, penonton diajak melihat bahwa realitas lapangan selalu kompleks, yakni ada hal yang sudah berjalan baik, dan ada juga hal lain yang masih dapat diperbaiki.

“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Justru dari situ kita bisa melihat secara utuh—mana yang sudah baik, mana yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Selain aktivitas industri, The MINDJourney juga menyoroti kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah tambang. Interaksi yang ditampilkan memperlihatkan relasi yang dinamis antara perusahaan dan komunitas: bukan hanya soal kerja dan ekonomi, tetapi juga soal harapan, kebutuhan, dan proses membangun kepercayaan dari waktu ke waktu.

Sutradara program, Arie, menambahkan bahwa proses di lapangan dibiarkan mengalir apa adanya.

“Kami tidak pernah mengarahkan harus bicara apa. Semua mengalir dari apa yang dilihat dan dirasakan,” ujarnya.

Dengan format tersebut, The MINDJourney diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab—sekaligus membuka ruang dialog yang lebih sehat tentang industri tambang di Indonesia.

Sebagai informasi, The MINDJourney ditayangkan di Metro TV dan hadir secara berkala setiap akhir pekan, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengikuti langsung perjalanan dan cerita dari berbagai wilayah pertambangan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Diskon QRIS dan Bayar Tagihan di Flash Diskon Oktober neobank

    Membayar kebutuhan sehari-hari kini bisa menjadi kesempatan untuk menghemat pengeluaran. Mulai dari transaksi di merchant hingga pembayaran tagihan rutin, promo yang tepat dapat memberikan manfaat tambahan tanpa harus mengubah kebutuhan…

    Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz

    Sanggabiz memilih 30 entitas bisnis untuk mengikuti program Inclusive Business Accelerator. Program ini berfokus pada pematangan validasi pasar dan operasional bisnis, sekaligus mendemokratisasi akses inovasi bagi wirausaha inklusif. Sebagai bagian…

    You Missed

    Diskon QRIS dan Bayar Tagihan di Flash Diskon Oktober neobank

    Diskon QRIS dan Bayar Tagihan di Flash Diskon Oktober neobank

    Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz

    Road to Jogja Business & Economic Outlook 2027: 30 Peserta Terpilih Siap Mengikuti Inclusive Business Accelerator Sanggabiz

    Year 12 Past Papers and AI Marking: Check Your Answers

    Year 12 Past Papers and AI Marking: Check Your Answers

    Mulai.com Named Finalist in MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 Out of 195 Global Applicants

    Mulai.com Named Finalist in MAS Global FinTech Hackcelerator 2026 Out of 195 Global Applicants

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    70 tahun mengabdi, SUCOFINDO hadir melalui penyediaan Sarana Air Bersih di Sulawesi Selatan

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

    Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid