Tangani Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Kementerian PU Kerahkan Ratusan Personel dan Puluhan Alat Berat

Jakarta, 30 November 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat langkah penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera secara simultan, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak 25 November
2025, Kementerian PU secara bertahap telah memobilisasi sumber daya berupa alat
berat, pompa air, bahan penanganan banjir, hingga ratusan personel teknis ke
seluruh lokasi terdampak demi memulihkan akses infrastruktur vital dan pelayanan
publik.

Menteri PU, Dody
Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan bencana skala luas ini menuntut
kolaborasi penuh antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat.

“Dalam
situasi darurat, kecepatan dan kolaborasi adalah kunci. Kementerian PU telah
menggerakkan seluruh sumber daya mulai dari alat berat, personel teknis,
termasuk dukungan logistik untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Utara,
Sumatera Barat, dan Aceh,” ujar Menteri Dody.

Image

Sejak laporan
bencana diterima pada hari pertama, seluruh unit teknis balai Kementerian PU di
tiga provinsi tersebut langsung bergerak. Fokus utama penanganan meliputi
pembukaan akses jalan nasional yang tertutup longsor, pengendalian genangan
banjir, serta penyaluran sarana air bersih dan sanitasi bagi para pengungsi.

Upaya tanggap
darurat diperkuat dengan pendirian posko siaga bencana dan koordinasi intensif
antara balai teknis Kementerian PU dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah
setempat.

Image

Di Provinsi Aceh,
Kementerian PU menyiagakan total 43 unit alat utama yang terdiri dari alat
berat, 30 pompa alkon, dan satu speedboat. Hingga 27 November, tercatat 20 unit
alat berat telah beroperasi di lapangan untuk membersihkan sedimen dan membuka
akses jalan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I secara spesifik menurunkan
excavator untuk mengeruk sedimen pada saluran pembuangan di Kabupaten Aceh
Utara serta mengoptimalkan operasi pintu air pasang surut guna mempercepat
surutnya genangan.

Untuk wilayah
Sumatera Utara, Kementerian PU mengerahkan 75 unit alat utama, mencakup 58 alat
berat, 10 pompa alkon, dua mobil pickup, serta perahu karet. Sebanyak 21 unit
alat berat telah diterjunkan lebih awal untuk menanggulangi titik kritis.

Image

Di Sumatera Utara
ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II bekerja cepat membersihkan
sedimen sisa banjir bandang dan membuka jalur yang terisolasi. Penanganan
diprioritaskan pada longsor besar yang memutus jalur Tarutung–Sibolga, banjir
di kawasan Barus dan Pangkalan Susu, serta perbaikan jembatan yang rusak. Hal
ini menjadi prioritas karena sebagian ruas jalan nasional belum dapat dilalui
kendaraan akibat tingginya tumpukan material longsor.

Sementara itu di
Provinsi Sumatera Barat, Kementerian PU memprioritaskan penanganan bencana
dengan menyiagakan 63 unit alat utama, termasuk 39 alat berat, satu rumah
pompa, delapan pompa alkon, serta armada pendukung seperti mobil tangki air.
Hingga 27 November, 15 alat berat telah diturunkan untuk menangani longsor
beruntun di jalur Lubuk Selasih–Surian, pembersihan sedimen di Intake PDAM
Padang, dan normalisasi Batang Malalo di Tanah Datar.

Sebagai langkah
mitigasi lanjutan, BWS Sumatera V telah mendistribusikan 10.800 geobag dan
1.481 bronjong kawat ke Solok dan Tanah Datar untuk memperkuat stabilitas
tebing dan penanganan banjir.

Image

Selain alat
berat, percepatan penanganan bencana didukung oleh pengerahan ratusan personel
tanggap darurat yang tersebar di tiga provinsi. Total sebanyak 310 personel
diterjunkan dengan rincian: 121 personel di Aceh, 85 personel di Sumatera
Utara, dan 104 personel di Sumatera Barat.

Seluruh personel
tanggap darurat ini bergerak aktif melakukan upaya pembukaan akses jalan,
pembersihan material longsor, serta pemulihan infrastruktur dasar. Kementerian
PU memastikan seluruh sumber daya akan terus digerakkan secara maksimal untuk
melindungi keselamatan masyarakat serta mengembalikan fungsi infrastruktur di
Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

  • Related Posts

    Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

    Bali, 25 Agustus 2026 – Pertumbuhan keterlibatan investor institusi diperkirakan bakal mengubah struktur pasar aset kripto pada siklus berikutnya. Namun, besarnya modal institusional tidak serta-merta menghilangkan peran investor retail yang…

    Dari Beasiswa Penuh hingga Summa Cum Laude, Sherine Kiatandi Temukan Arti Proses di BINUS UNIVERSITY

    Jakarta – Wisuda 75 BINUS University menjadi momen bersejarah bagi 4.758 wisudawan dan wisudawati yang resmi dilantik pada 8–9 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Di antara…

    You Missed

    Okinawa Harborview Hotel Selesai Menjalani Pengubahsuaian Menyeluruh, Menampilkan Pengalaman Okinawa Moden

    Okinawa Harborview Hotel Selesai Menjalani Pengubahsuaian Menyeluruh, Menampilkan Pengalaman Okinawa Moden

    Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

    Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

    Dari Beasiswa Penuh hingga Summa Cum Laude, Sherine Kiatandi Temukan Arti Proses di BINUS UNIVERSITY

    Dari Beasiswa Penuh hingga Summa Cum Laude, Sherine Kiatandi Temukan Arti Proses di BINUS UNIVERSITY

    VRITIMES Supports PhilMedical Expo 2026 as Media Partner

    VRITIMES Supports PhilMedical Expo 2026 as Media Partner

    OKINAWA HARBORVIEW HOTEL completes full-scale renovation to deliver a modern Okinawan experience

    OKINAWA HARBORVIEW HOTEL completes full-scale renovation to deliver a modern Okinawan experience

    Beyond Networking: How Business Leaders Connect Across Southeast Asia

    Beyond Networking: How Business Leaders Connect Across Southeast Asia