Sebelum Roda Berputar, 11 Syarat Ini Wajib Dipastikan Berfungsi di Lokomotif

Bandung, Jawa Barat — Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap perjalanan kereta api. Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan seluruh 11 syarat yang disebut “Go No Go Item” pada lokomotif berada dalam kondisi berfungsi sempurna sebelum dioperasikan. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dari standar keselamatan berlapis yang diterapkan di seluruh jajaran operasional KAI.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa pemeriksaan 11 item tersebut dilakukan secara ketat oleh tim teknisi dan masinis setiap saat sebelum keberangkatan. “Seluruh lokomotif wajib memenuhi syarat Go No Go Item sebelum dijalankan. Bila satu saja dari komponen ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka lokomotif tidak akan diizinkan beroperasi,” tegas Kuswardojo.

Image

Adapun 11 syarat “Go No Go Item” yang menjadi perhatian utama mencakup:

1. Suling lokomotif, sebagai alat peringatan saat lokomotif melakukan pergerakan sehingga orang-orang di sekitar mengetahuinya.

2. Lampu sorot lokomotif, memastikan pandangan masinis tetap jelas, terutama saat malam hari.

3. Lampu kabin lokomotif, mendukung visibilitas kerja di dalam kabin.

4. APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di lokomotif, untuk kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran.

5. Stop blok, menjaga keamanan lokomotif saat berhenti atau parkir.

6. Radio komunikasi lokomotif, menjamin koordinasi dengan petugas pengatur perjalanan kereta api.

7. Speedometer, memastikan masinis dapat mengontrol kecepatan sesuai batas aman.

8. Wiper (penyeka kaca), menjaga pandangan tetap jelas ketika hujan.

9. Deadman pedal, sistem keselamatan otomatis jika masinis tidak responsif.

10. Locomotive tracking, memungkinkan pemantauan posisi dan pergerakan lokomotif secara real time.

11. Rem darurat, memastikan kereta dapat berhenti dengan aman dalam kondisi darurat.

Menurut Kuswardojo, pemeriksaan seluruh komponen ini selalu dilakukan sebelum lokomotif meninggalkan depo maupun di stasiun awal keberangkatan. Selain pemeriksaan harian, tim perawatan sarana juga melakukan pemeliharaan berkala untuk memastikan semua sistem keselamatan bekerja optimal.

“KAI tidak pernah berkompromi terhadap keselamatan. Setiap perjalanan harus diawali dengan kesiapan penuh, baik dari sisi manusia, sarana, maupun prasarana,” pungkas Kuswardojo.

Melalui kepatuhan terhadap 11 Go No Go Item ini, KAI Daop 2 Bandung terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, andal, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

  • Related Posts

    BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

    Jakarta, 24 September 2026 – Memasuki penghujung September, rencana memiliki mobil baru menjadi salah satu momentum yang dapat direalisasikan masyarakat, khususnya bagi konsumen yang telah mempersiapkan kebutuhan kendaraan sejak beberapa…

    Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT

    Jakarta, 22 September 2026 – Upaya pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Merespons kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia…

    You Missed

    MOLD Manila Highlights Ultraformer III for Non-Surgical Facial Lifting and Skin Tightening

    MOLD Manila Highlights Ultraformer III for Non-Surgical Facial Lifting and Skin Tightening

    Tanatasa Launches Singapore’s First Agent-First E-Commerce Store, Letting AI Assistants Shop for Consumers

    Tanatasa Launches Singapore’s First Agent-First E-Commerce Store, Letting AI Assistants Shop for Consumers

    BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

    BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

    Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT

    Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT

    NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

    NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

    Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

    Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab