Saat Konsumen Bertanya ke AI, Apakah Brand Anda Disebut?

Ketika konsumen mulai bertanya langsung ke Artificial Intelligence (AI) untuk mencari rekomendasi produk, jasa, hingga perusahaan terbaik, tantangan baru mulai muncul bagi banyak brand: Apakah bisnis mereka ikut disebut dalam jawaban AI?

Perubahan perilaku digital tersebut mulai menggeser cara konsumen menemukan informasi. Jika sebelumnya perusahaan berlomba-lomba muncul di halaman pertama mesin pencari, brand kini mulai menghadapi persaingan baru di ekosistem AI-generated answers, seperti ChatGPT, Google AI Overviews, dan Perplexity.

Dalam banyak kasus, pengguna tidak lagi membuka banyak situs web untuk membandingkan pilihan secara manual. AI kini semakin sering menjadi lapisan pertama yang merangkum rekomendasi, menyusun jawaban, hingga menentukan brand mana yang dianggap paling relevan untuk ditampilkan kepada pengguna.

Perubahan ini mulai menjadi perhatian industri teknologi global. Riset Gartner memprediksi volume pencarian tradisional akan turun hingga 25% pada 2026 akibat meningkatnya penggunaan chatbot AI dan agen virtual.

Di saat yang sama, Google terus memperluas fitur AI Overviews yang menampilkan jawaban sintesis langsung di halaman pencarian tanpa mengharuskan pengguna membuka banyak website.

Fenomena tersebut dinilai mulai menciptakan tantangan baru bagi brand, terutama dalam memahami bagaimana mereka direpresentasikan di platform AI generatif.

“Dulu, brand fokus gimana caranya muncul di halaman pertama mesin pencari. Sekarang, tantangannya berubah jadi apakah AI cukup mengenali dan mempercayai brand Anda untuk ikut merekomendasikannya kepada pengguna,” ujar Alexandro, Co-Founder & Managing Partner dari Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI.

Menurut Alexandro, visibilitas di era AI tidak lagi hanya ditentukan oleh website perusahaan, melainkan juga berbagai sinyal digital lainnya, seperti pemberitaan media, konsistensi narasi brand, pembahasan publik, hingga otoritas informasi yang tersebar di berbagai kanal digital.

“AI nggak bekerja seperti mesin pencari tradisional yang hanya menampilkan daftar link. Sistem AI membangun jawaban berdasarkan pemahaman terhadap berbagai sumber dan konteks digital yang tersedia. Jika AI nggak mengenali brand Anda, ada kemungkinan brand Anda nggak masuk pertimbangan pengguna sejak awal,” lanjutnya.

Ia menambahkan, perubahan tersebut mulai menghadirkan tantangan baru khususnya bagi tim marketing dan public relations (PR). Sebab, perusahaan kini tidak hanya bersaing untuk mendapatkan posisi teratas di hasil pencarian, tetapi juga bersaing agar brand mereka dianggap relevan dan layak direkomendasikan oleh AI.

Melihat perubahan perilaku digital tersebut, Avonetiq menggagas pendekatan baru, yakni AVO. Pendekatan ini berfokus untuk membantu brand membangun jejak digital yang terstruktur dan konsisten sehingga visibilitas mereka di mata AI semakin meningkat.

Namun, seiring pengembangannya, Avonetiq menyadari bahwa visibilitas AI tidak akan bertahan tanpa fondasi otoritas digital yang kuat.

Karena itu, AVO yang sebelumnya dikenal sebagai AI Visibility Optimization kini bertransformasi menjadi “Authority & Visibility Optimization”, kian menegaskan fokusnya bahwa AVO tidak hanya membantu brand lebih mudah ditemukan AI, tetapi juga membangun kredibilitas mereka agar lebih dipercaya dan dipilih di industrinya.

Dari kebutuhan akan visibilitas dan otoritas digital itulah Avonetiq menghadirkan AVO AI, sebuah platform SaaS yang bertindak sebagai konsultan AI bagi brand.

AVO AI dirancang untuk membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka muncul dalam jawaban AI, bagaimana reputasi mereka dibingkai oleh sistem AI generatif, hingga bagaimana posisi mereka dibandingkan kompetitor dalam ekosistem pencarian berbasis kecerdasan buatan.

Menggunakan tiga instrumen utama, yaitu Authority Score, Visibility Score, dan Content Engine, tool ini dapat membantu brand memantau serta meningkatkan visibilitas mereka di platform AI generatif.

Nantinya, AVO AI akan tampil di gelaran Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) pada 4–5 Juni 2026, setelah sebelumnya diperkenalkan secara terbatas melalui undangan eksklusif. Konsultan berbasis kecerdasan buatan ini akan menyapa insan SEO dan marketing yang hadir serta siap menjadi solusi visibilitas brand di era pencarian AI.

Lebih lanjut, di hari kedua acara tersebut, Alexandro juga akan membawakan sesi bertajuk “Winning the Digital War: How to Make AI Pick Your Brand” yang membahas perubahan perilaku pencarian digital dan strategi agar brand lebih mudah dikenali oleh sistem AI generatif.

“Ke depan, visibility bukan lagi hanya soal ranking pencarian, tetapi soal apakah sebuah brand cukup relevan untuk direkomendasikan oleh AI. Ketika konsumen mulai bertanya kepada AI, apakah brand Anda ikut disebut?” tutup Alexandro.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan

    Beberapa jam sebelum bel pembukaan bursa keuangan internasional kembali berbunyi di awal pekan, malam hari di hari Minggu memegang peranan yang sangat vital bagi kesiapan seorang trader. Menghadapi pekan baru…

    Bank Mandiri Taspen Resmikan Toko Aice Mantap di Manado, Dukung Pensiunan Jadi Wirausaha

    Peresmian Toko Aice Mantap di Manado telah dilakukan oleh Bank Mandiri Taspen sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan nasabah pensiunan melalui peluang usaha produktif. Program hasil kolaborasi…

    You Missed

    Why Regional Expansion Is No Longer Optional for Malaysian SMEs

    Why Regional Expansion Is No Longer Optional for Malaysian SMEs

    Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan

    Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan

    Bank Mandiri Taspen Resmikan Toko Aice Mantap di Manado, Dukung Pensiunan Jadi Wirausaha

    Bank Mandiri Taspen Resmikan Toko Aice Mantap di Manado, Dukung Pensiunan Jadi Wirausaha

    Tingkatkan Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Ruas Jalan Tol Semarang

    Tingkatkan Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Ruas Jalan Tol Semarang

    Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    Aceh Tegaskan Peran dalam Ekonomi Maritim Dunia, Dua Komoditas Unggulan Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh

    Aceh Tegaskan Peran dalam Ekonomi Maritim Dunia, Dua Komoditas Unggulan Berlayar dari Pelabuhan Krueng Geukueh