Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia

Revitalisasi lahan tambak idle lewat teknologi nila salin diproyeksikan menambah produksi hingga 600.000 ton per tahun dan mengangkat Indonesia sebagai pemain utama ekspor nila global.

Yogyakarta – Di tengah goyahnya dominasi produsen filet asal Tiongkok akibat degradasi lingkungan dan pengetatan regulasi antibiotik, CEO FisTx Indonesia Rico Wisnu Wibisono menyerukan agar Indonesia berhenti memandang ikan nila sebagai komoditas kelas dua. Melalui gagasan yang ia sebut Tilapianomic, Rico mendorong nila diposisikan sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi pesisir, bukan sekadar menu murah di warung pinggir jalan.

“Nila adalah mahakarya biologis yang selama ini kita remehkan. Efisiensi konversi pakannya tinggi, dagingnya premium, dan pasar dunia sedang mencarinya sebagai pengganti cod yang pasokannya kian menipis. Yang belum kita bangun hanyalah orkestrasinya,” ujar Rico.

Menurut Rico, kunci lompatan itu ada pada puluhan ribu hektare tambak idle di sepanjang Pantai Utara Jawa — eks-lahan udang yang kini terbengkalai. Dengan varietas nila salin tahan salinitas tinggi, sekitar 78.000 hektare lahan marginal itu dapat direvitalisasi tanpa membebani perairan tawar daratan. Jika 30 persen saja diaktivasi kembali, potensi tambahan produksi mencapai 450.000–600.000 ton per tahun, cukup mendorong produksi nasional menembus dua juta ton dan mengubah posisi tawar Indonesia di rantai pasok global.

Dampaknya, kata Rico, tidak berhenti di angka produksi. Dengan intervensi teknologi akuakultur presisi, sensor kualitas air, pakan otomatis, hingga telemetri berbasis AI, rasio konversi pakan dapat ditekan dari 1,6 menjadi 1,2. Karena pakan menyerap hingga 70 persen biaya produksi, efisiensi ini langsung terasa di kantong petambak. Secara makro, efek pengganda dari sektor ini diperkirakan mencapai 1,48 artinya nilai ekspor nila tidak menguap ke luar negeri, melainkan memutar roda industri pakan, permesinan, dan logistik dalam negeri.

“Ini bukan sekadar cerita produksi ikan. Ini cerita bagaimana marjin ekspor kembali ke desa, bukan menguap ke kantong segelintir pemodal di kota besar,” tegas Rico, merujuk pada proyeksi kenaikan Nilai Tukar Petani Ikan dan penurunan ketimpangan pendapatan di kawasan pesisir penghasil nila.

Namun Rico menekankan, transformasi sebesar ini mustahil dikerjakan sendirian. Ia mendorong model kolaborasi Quadruple-Helix yang melibatkan Empat Aktor Utama :

1. Pemerintah : melalui regulasi, zonasi, biosekuriti, dan fasilitasi sertifikasi ekspor.

2. Investor strategis : untuk pembangunan infrastruktur skala besar seperti hatchery, cold-chain, dan pengolahan fillet.

3. Koperasi modern : sebagai agregator pembudidaya rakyat agar memiliki skala ekonomi kompetitif.

4. Startup teknologi seperti FisTx : sebagai akselerator efisiensi dan inovasi operasional di tingkat kolam

“Tanpa integrasi, kita hanya akan menghasilkan volume. Dengan integrasi, kita menciptakan nilai, dan nilai itulah yang mengangkat kesejahteraan pembudidaya nila di seluruh Indonesia,” pungkas Rico.

Gagasan Tilapianomic ini lahir dari pengamatan langsung FisTx Indonesia terhadap ribuan pembudidaya nila binaan di berbagai wilayah, dan diharapkan menjadi salah satu rujukan diskusi kebijakan akuakultur nasional ke depan. (Fistx)

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Dari Edukasi Kesehatan hingga Bantuan Sembako, TMMD ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo Hadir untuk Warga

    Kodim 0726/Sukoharjo menggelar penyuluhan kesehatan bagi warga Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sebagai bagian dari sasaran nonfisik TMMD Reguler ke-129 TA 2026. Mengusung tema “Sehat Diawali dari Saya”, warga mendapat…

    Wujudkan Kendaraan Impian, BRI KKB Expo 2026 Hadir di Yogyakarta dengan Beragam Promo

    Kesempatan memiliki kendaraan dengan penawaran pembiayaan yang lebih ringan kini hadir bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya melalui BRI KKB Expo 2026. PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) sebagai bagian dari…

    You Missed

    MEDIA ALERT: Coles Group Ltd – FY26 Full Year Results Media Conference Call 9.15am AEST on Tuesday, 25 August 2026

    MEDIA ALERT: Coles Group Ltd – FY26 Full Year Results Media Conference Call 9.15am AEST on Tuesday, 25 August 2026

    Sribu dan Sudin PPAPP Jakarta Utara Dorong Perempuan Lebih Berdaya di Era Digital

    Sribu dan Sudin PPAPP Jakarta Utara Dorong Perempuan Lebih Berdaya di Era Digital

    LAPA Labs and HELP University Launch Adaptive AI Curriculum That Personalises Learning Sequence for Every Student

    LAPA Labs and HELP University Launch Adaptive AI Curriculum That Personalises Learning Sequence for Every Student

    ROAD TO PURANA 17: PURANA MEMULAI RANGKAIAN SELEBRASI LEWAT “PURANA KIDS MODEL SEARCH” DI CENTRAL DEPARTMENT STORE

    ROAD TO PURANA 17: PURANA MEMULAI RANGKAIAN SELEBRASI LEWAT “PURANA KIDS MODEL SEARCH” DI CENTRAL DEPARTMENT STORE

    Rayakan Kemerdekaan di Fatmawati City Center Dengan Penawaran 17-8-45

    Rayakan Kemerdekaan di Fatmawati City Center Dengan Penawaran 17-8-45

    Rekomendasi Motor Irit untuk Kerja, Tetap Stylish Dipakai ke Mana Saja

    Rekomendasi Motor Irit untuk Kerja, Tetap Stylish Dipakai ke Mana Saja