Mahasiswi Computer Science BINUS UNIVERSITY Tampil di WWDC 2025, Karyanya Dipuji Langsung oleh CEO Apple

Mahasiswi Computer Science BINUS University, Sherly Phangestu, mencatatkan prestasi membanggakan di ajang bergengsi Swift Student Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Apple. Karya inovatifnya, Plant Heroes, sebuah aplikasi edukatif berbasis visual untuk memahami zat pertumbuhan tanaman, terpilih sebagai Distinguished Winner, dan membawanya ke panggung dunia dalam acara Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) di Apple Park, Cupertino.

Tidak hanya menjadi satu dari 50 pemenang terpilih dari seluruh dunia, Sherly juga mendapat kehormatan luar biasa: menjadi satu dari 11 peserta yang terpilih untuk mempresentasikan langsung hasil karyanya di hadapan CEO Apple, Tim Cook. Dalam sesi tersebut, Tim Cook memberikan apresiasi tinggi terhadap Plant Heroes, 

menyebutnya sebagai pendekatan baru yang menarik dan berdampak dalam dunia pendidikan.

“Plant Heroes menghadirkan pendekatan baru yang menarik dan mudah diakses dalam belajar. Saya sangat terinspirasi melihat bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan pengalaman edukasi yang bermakna. Sangat menyenangkan bisa bertemu dengan Sherly, dan saya tidak sabar melihat karya hebat apa lagi yang akan ia ciptakan selanjutnya” ujar Tim Cook.

Ide Plant Heroes lahir dari pengalaman Sherly dan kakaknya yang mengalami kesulitan memahami materi Biologi di sekolah, terutama topik tentang hormon pertumbuhan tanaman. “Saya menyadari bahwa banyak pelajar visual seperti saya yang kesulitan memahami materi abstrak di buku pelajaran. Maka dari itu, saya ingin membuat aplikasi yang menyederhanakan proses belajar lewat cara yang lebih intuitif, menyenangkan, dan membekas,” ujar Sherly.

Image

Melalui dukungan BINUS University dan pengalamannya di Apple Developer Academy @BINUS, Sherly berhasil menggabungkan kepekaan terhadap isu pendidikan dengan keterampilan teknis dalam pengembangan aplikasi berbasis Swift. Karya-karyanya tidak hanya mencerminkan kecerdasan teknologis, tetapi juga empati sosial—dari Ukulele Tuner yang membantu musisi, hingga aplikasi terapi untuk anak dengan Down syndrome dan lazy eye.

“Saya percaya teknologi adalah kanvas yang mampu melukis masa depan lebih cerah, terutama ketika diarahkan untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan. Ukuran kesuksesan teknologi bukan pada kompleksitas kodenya, tapi pada dampaknya dalam kehidupan nyata,” tutup Sherly.

Prestasi Sherly Phangestu tak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga bukti bahwa BINUS University melalui School of Computer Science konsisten mencetak talenta global yang mampu menjawab tantangan zaman dengan teknologi yang inklusif, inovatif, dan human-centered.

Buat kamu yang mau jadi generasi digital dan pembuat teknologi masa depan, gabung sekarang di Computer Science BINUS University, dan mulailah perjalananmu untuk ciptakan solusi masa depan melalui teknologi

  • Related Posts

    Produksi Beton Precast Secara Efisien dan Ramah Lingkungan, Precast Plant WSBP Prambon Raih Sertifikat Standar Industri Hijau

    Jakarta, September 2026 – Produk beton precast yang digunakan untuk membangun infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kualitas hasil akhirnya, tetapi juga oleh bagaimana produk tersebut dihasilkan. Menjawab kebutuhan industri konstruksi…

    Saat Kuliner Jepang Makin Dekat dengan Keseharian, Janji Jiwa Hadirkan “A Twist of Japan” bersama Chef Ray Janson

    Jakarta, 23 September 2026 — Kuliner Jepang terus menemukan tempatnya di tengah selera masyarakat Indonesia. Mulai dari sajian utama seperti sushi dan ramen yang disajikan di restoran hingga pilihan yang…

    You Missed

    Growing appetite for poultry – Philippine market boosts production and imports

    Growing appetite for poultry – Philippine market boosts production and imports

    Produksi Beton Precast Secara Efisien dan Ramah Lingkungan, Precast Plant WSBP Prambon Raih Sertifikat Standar Industri Hijau

    Produksi Beton Precast Secara Efisien dan Ramah Lingkungan, Precast Plant WSBP Prambon Raih Sertifikat Standar Industri Hijau

    Saat Kuliner Jepang Makin Dekat dengan Keseharian, Janji Jiwa Hadirkan “A Twist of Japan” bersama Chef Ray Janson

    Saat Kuliner Jepang Makin Dekat dengan Keseharian, Janji Jiwa Hadirkan “A Twist of Japan” bersama Chef Ray Janson

    Panduan Membersihkan Kandang Kucing Dengan Benar

    Panduan Membersihkan Kandang Kucing Dengan Benar

    Malaysia’s Agri-Tech Revolution: How Digital Innovation Is Reshaping Food Security in 2026

    • By vritimes
    • September 25, 2026
    • 24 views
    Malaysia’s Agri-Tech Revolution: How Digital Innovation Is Reshaping Food Security in 2026

    Cacco Menjalin Kemitraan Bisnis dengan Perusahaan AI Commerce Indonesia, bitbybit Studio

    Cacco Menjalin Kemitraan Bisnis dengan Perusahaan AI Commerce Indonesia, bitbybit Studio