Konflik Israel-Iran, Dampak Langsung ke Pasar Kripto?

Jakarta, 16 Juni 2025 – Memanasnya ketegangan yang terjadi antara Iran vs Israel, belakangan memicu ketidakpastian di pasar ekonomi dan politik global. Hal ini, termasuk gejolak pada pasar aset digital seperti aset kripto. Menanggapi hal tersebut, Bittime, platform crypto exchange Indonesia yang resmi dan berlisensi menekankan pentingnya manerapkan startegi investasi jangka panjang.

Konflik antar kedua negara ini, bermula dari serangan udara yang diberikan oleh israel terhadap Iran pada Jumat (14/6/2025) dini hari. Serangan ini, menewaskan sejumlah petinggi militer dan ahli nuklir Negeri Persia, termasuk penghubung komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS), Ali Shamkhani.

Akibatnya, Iran membalas dengan menerjunkan sejumlah rudal ke Israel, termasuk ke Ibu Kota Tel Aviv. Di mana, serangan tersebut disebutkan bertujuan untuk membunuh Kepala Staf Militer milisi penguasa Yaman Houthi, Muhammad Al Ghamar.

Lebih lanjut, memanasnya konflik antara Iran dan Israel kemudian memicu berbagai spekulasi, termasuk pada sentimen pasar aset digital. Peningkatan serangan udara oleh Israel dan ancaman serangan balik dari Iran, terjadi beriringan dengan peningkatan fluktuasi harga yang tajam.

Hal ini, mencerminkan reaksi pasar yang digerakkan oleh ketakutan dan spekulasi.  Tercatat, aset Bitcoin sempat mengalami koreksi cukup tajam, bahkan sempat menyentuh $103.000 USD pada 13 Juni, lalu.

Namun, terpantau dalam 24 jam terakhir (16/06/2025) harga aset bitcoin telah kembali bangkit ke angka $107.000 USD atau naik sekitar 1.63%. Secara keseluruhan, meski sempat mengalami koreksi akibat sentimen risk-off di tengah memanasnya gejolak geopolitik, rebound yang cepat memperlihatkan ketahanan pasar aset kripto.

Menanggapi situasi ini, CEO Bittime, Ryan Lymn, menyatakan bahwa gejolak geopolitik dan ketidakpastian kondisi pasar ekonomi global menjadi momen penting bagi para investor aset digital, khususnya aset kripto untuk mengimplementasikan strategi investasi jangka panjang yang tepat.

“Ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini tentu memberikan tekanan pada kondisi psikologis pasar, termasuk investor aset kripto Indonesia. Untuk itu, kami memandang bahwa dalam menghadapi tekanan terhadap nilai aset kripto saat ini, penting untuk mengimplementasikan strategi investasi jangka panjang, berdasarkan tolerasi risiko masing-masing investor,” ungkap Ryan.

Ia menambahkan, dalam kondisi seperti ini momentum fluktuasi pasar tidak jarang juga dimanfaatkan sebagai peluang untuk memanfaatkan aset kripto sebagai alat diversifikasi investasi. Sebab, nilai aset kripto seperti Bitcoin tidak terpengaruh secara langsung oleh kondisi perekonomian dunia karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tidak terikat.

Akan tetapi, banyak dari para investor pemula memilih untuk mengamankan nilai aset yang dimiliki dengan berinvestasi pada aset-aset yang nilainya cenderung stabil seperti aset USDT dan Bitcoin.

Kedua aset tersebut, dipandang sebagai alternatif investasi yang cenderung lebih aman jika dibandingkan dengan aset-aset fluktuatif lainnya. Apalagi, ketersediaan fitur staking yang tersedia di platform crypto exchange resmi dan diawasi OJK, seperti Bittime, belakangan menjadi salah satu pilihan strategi jangka panjang yang sering kali dipilih oleh para investor muda.

Selaras dengan hal tersebut, sebagai alternatif investasi yang terbilang baru, edukasi aset kripto menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri khususnya platform perdagangan aset kripto.

Untuk itu, peningkatan literasi dan edukasi aset kripto menjadi hal yang tidak kalah penting, mengingat investasi aset kripto mengandung risiko yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Oleh karena itu, sangat penting mengetahui tingkat toleransi risiko, serta strategi dan metode investasi yang sesuai bagi masing-masing investor.

  • Related Posts

    Waskita Beton Precast Raih Peningkatan Skor Green Product Readymix menjadi 90,5 dan Pertahankan Predikat Gold

    Jakarta, Oktober 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk mendapatkan peningkatan nilai Green Product Readymix pada Batching Plant WSBP Pegangsaan dari 86,5 menjadi 90,5 oleh Green Product Council Indonesia. Berkat…

    Gaya Hidup Sehat, Keuangan Tetap Terjaga: Biasakan Menabung dari Pengeluaran Kecil

    Menjalani gaya hidup yang nyaman tidak selalu harus diikuti dengan pengeluaran besar. Menikmati kopi sebelum bekerja, membeli makanan favorit, berlangganan layanan hiburan, atau mencoba aktivitas baru bisa menjadi bagian dari…

    You Missed

    Waskita Beton Precast Raih Peningkatan Skor Green Product Readymix menjadi 90,5 dan Pertahankan Predikat Gold

    Waskita Beton Precast Raih Peningkatan Skor Green Product Readymix menjadi 90,5 dan Pertahankan Predikat Gold

    Gaya Hidup Sehat, Keuangan Tetap Terjaga: Biasakan Menabung dari Pengeluaran Kecil

    Gaya Hidup Sehat, Keuangan Tetap Terjaga: Biasakan Menabung dari Pengeluaran Kecil

    Amryan Fajri, Mantri BRI di Teras Kapal Bahtera Seva 1: Mengabdi, Menjangkau, dan Melayani Masyarakat Kepulauan Seribu dengan Penuh Dedikasi.

    Amryan Fajri, Mantri BRI di Teras Kapal Bahtera Seva 1: Mengabdi, Menjangkau, dan Melayani Masyarakat Kepulauan Seribu dengan Penuh Dedikasi.

    Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Melalui Program Mantap Bergerak di Ngawi

    Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Melalui Program Mantap Bergerak di Ngawi

    DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

    DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

    Penerbit KBM Kini Menjadi Rumah Para Penulis Nusantara: Usung Transparansi, Layanan Egaliter, dan Fasilitas Fantastis

    Penerbit KBM Kini Menjadi Rumah Para Penulis Nusantara: Usung Transparansi, Layanan Egaliter, dan Fasilitas Fantastis