Kogabwilhan III Dorong Kesehatan Inklusif di Papua lewat Bantuan Alat Bantu Dengar dan Sembako

Kogabwilhan III menyalurkan bantuan alat bantu dengar bagi penyandang tunarungu seiring peresmian Hearing Center pertama di Papua yang berlokasi di RSUD Jayapura. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses layanan kesehatan pendengaran yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua.

Jakarta – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Papua.

Melalui inisiatif terbarunya, Kogabwilhan III menyalurkan bantuan alat bantu dengar bagi penyandang tunarungu, bertepatan dengan peresmian Hearing Center pertama di Provinsi Papua yang berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura.

Peresmian Hearing Center tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Provinsi Papua, Matius D Fakhiri. Kehadiran fasilitas ini menandai dimulainya era baru pelayanan kesehatan pendengaran yang lebih modern dan inklusif di Tanah Papua.

Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, menyampaikan bahwa pemberian alat bantu dengar tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi TNI dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Syukur Alhamdulillah, di awal tahun 2026 ini masyarakat Papua sudah dapat menikmati layanan kesehatan pendengaran yang lengkap, mulai dari pemeriksaan audiometri, layanan THT, hingga pengobatan gangguan pendengaran, melalui Hearing Center pertama di Papua yang berada di RSUD Jayapura,” kata Bambang saat dihubungi wartawan, Jumat (9/1/2026).

Tak hanya itu, Kogabwilhan III juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas yang tengah menjalani perawatan di RSUD Jayapura.

Bambang menekankan bahwa sinergi antara TNI dan Pemerintah Provinsi Papua menjadi faktor penting dalam menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkesinambungan di Bumi Cendrawasih.

“Bersama Pemerintah Provinsi Papua dan penyelenggra megara lainnya di Bumi Cendrawasih, TNI berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang menjamin kesempatan dan akses yang setara bagi semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyediaan sarana, prasarana, serta lingkungan layanan kesehatan yang ramah disabilitas merupakan langkah strategis untuk menghapus berbagai hambatan, baik fisik maupun nonfisik, sehingga masyarakat dapat memperoleh hak atas kesehatan secara optimal.

“Pelayanan kesehatan yang inklusif memungkinkan setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, hidup sehat, mandiri, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa, sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia,” pungkas Bambang.

Kalau mau versi lebih ringkas, lebih formal, atau gaya media nasional tertentu, tinggal bilang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Related Posts

    Di Tengah Pesatnya Tokenisasi Aset, Bittime Buka Akses Tokenisasi Saham AS bagi Investor Indonesia

    Bittime menyoroti perkembangan tokenisasi aset global yang membuka peluang baru bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap pasar saham AS melalui Tokenized US Stocks Bittime. Di tengah meningkatnya adopsi tokenisasi…

    Melangkah ke Rusia dan Membuka Perspektif Dunia, Inilah Kisah Study Abroad William Budihartos

    Melihat dunia luar secara langsung seringkali memberikan perspektif yang jauh lebih luas dibandingkan apa yang tertulis di dalam buku teks. Inilah yang dirasakan oleh William Budiharto, mahasiswa program studi Information…

    You Missed

    Where MOLD Manila Began: Baesa Branch Continues to Serve North Quezon City

    Where MOLD Manila Began: Baesa Branch Continues to Serve North Quezon City

    From Finding Answers to Getting Things Done: How AI Assistants Are Changing Everyday Life

    From Finding Answers to Getting Things Done: How AI Assistants Are Changing Everyday Life

    From Setback to Second Chance: Cebuana Lhuillier Authorized Agent Turns Adversity into Opportunity

    From Setback to Second Chance: Cebuana Lhuillier Authorized Agent Turns Adversity into Opportunity

    Di Tengah Pesatnya Tokenisasi Aset, Bittime Buka Akses Tokenisasi Saham AS bagi Investor Indonesia

    Di Tengah Pesatnya Tokenisasi Aset, Bittime Buka Akses Tokenisasi Saham AS bagi Investor Indonesia

    Melangkah ke Rusia dan Membuka Perspektif Dunia, Inilah Kisah Study Abroad William Budihartos

    Melangkah ke Rusia dan Membuka Perspektif Dunia, Inilah Kisah Study Abroad William Budihartos

    75 ECOMAX modules, 250 MW: Italian AB’s Power&Cooling application for U.S. Data Centers – and why ANKA wants to bring that model to the Philippines

    75 ECOMAX modules, 250 MW: Italian AB’s Power&Cooling application for U.S. Data Centers – and why ANKA wants to bring that model to the Philippines