Jejak Atreyu Moniaga di Art Jakarta 2025: Sebuah Perayaan Refleksi dan Regenerasi Seni

Jakarta, 5 Oktober 2025 – Di tengah meriahnya suasana Art Jakarta 2025, ada satu ruang yang mengundang pengunjung untuk berhenti sejenak. Bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi ruang yang mengajak untuk menarik napas, merenung, dan meresapi pengalaman seni dengan cara yang lebih personal. Dirancang oleh seniman visual Atreyu Moniaga dan arsitek Marcello Decaran, VIP Lounge by DESIGN:JAKARTA persembahan CASA Indonesia menjelma menjadi sebuah ruang refleksi, yang mengaburkan batas antara seni, desain, dan pengalaman batin.

Ruang ini dibangun dengan konsep dualisme, menghadirkan dua zona dengan karakter desain yang saling berlawanan namun saling melengkapi. Permainan cahaya artifisial menciptakan suasana yang dinamis, menghadirkan ilusi siang hari yang lembut di tengah ruang pameran. Atreyu Moniaga, Seniman Visual & Pendiri Atreyu Moniaga Project (AMP) mengatakan: “Keterlibatan saya di Art Jakarta 2025, khususnya lewat VIP Lounge, bukan semata tentang estetika. Bagi saya, ini adalah upaya untuk menghadirkan ruang di mana seni tidak hanya dilihat, tapi dirasakan. Ruang yang mengundang pengunjung untuk berhenti sejenak dan menikmati seni dengan cara yang lebih personal. Bersama Marcello, kami ingin menciptakan pengalaman yang meleburkan batas antara seni, ruang, dan kehidupan sehari-hari.”

Suasana VIP Lounge dengan karya dari Atreyu Moniaga

Adapun tiga karya dari Atreyu Moniaga menjadi titik fokus area ini. Lewat palet hijau dan kuning yang menenangkan, karyanya menegaskan dialog antara alam dan sentuhan manusia (artifisial), sekaligus menghadirkan keseimbangan antara keheningan dan energi. Seperti oasis di tengah hiruk-pikuk pameran, lounge ini mengundang pengunjung untuk berhenti sejenak, merenungi harmoni antara seni dan ruang, antara manusia dan lingkungannya.

Selain proyek kolaboratif tersebut, Atreyu juga menampilkan empat karya terbarunya bersama Ota Fine Arts, galeri internasional yang menaungi seniman besar seperti Yayoi Kusama dan Christine Ay Tjoe. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya, menandai semakin kuatnya posisi Atreyu di kancah seni global.

Atreyu Moniaga dan beberapa karyanya di Art Jakarta 2025

Namun kontribusi Atreyu di dunia seni tidak berhenti pada karya pribadinya. Melalui Atreyu Moniaga Project (AMP), program inkubasi yang ia dirikan pada 2014. Atreyu membangun ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi seniman muda untuk berkembang dan menemukan arah artistik mereka. Selama lebih dari satu dekade, AMP telah menjadi wadah bagi puluhan talenta muda di bidang ilustrasi dan fotografi. Program ini menekankan pentingnya proses, empati, dan keberanian bereksperimen, nilai-nilai yang kini tercermin dalam perjalanan para alumninya.

Image

Kehadiran sembilan orang alumni AMP dalam gelaran Art Jakarta 2025 ini menjadi cerminan bagaimana seni tumbuh melalui proses, pembelajaran, dan kolaborasi. AMP hadir sebagai ruang yang mendorong seniman muda untuk menemukan arah dan bahasa visual mereka sendiri, sambil tetap menjunjung nilai empati dan kebersamaan dalam berkarya. “Saya selalu percaya, kekuatan seni lahir dari keberanian dan empati. Untuk para alumni AMP dan seniman muda Indonesia, teruslah berkarya dengan hati yang jujur dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam. Bangunlah komunitas yang saling menguatkan, karena di situlah seni menemukan makna yang sesungguhnya.” Tutup Atreyu Moniaga, Seniman Visual & Pendiri Atreyu Moniaga Project (AMP)

Beberapa Alumni dari Atreyu Moniaga Project yang mengikuti pameran Art Jakarta 2025

Art Jakarta 2025 berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 3–5 Oktober 2025. Pameran seni kontemporer terbesar di Indonesia ini kembali menjadi panggung bagi seniman Asia untuk bereksperimen, berkolaborasi lintas disiplin, dan memperluas makna seni sebagai bagian dari kehidupan.

Image

  • Related Posts

    Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

    LOMBOK TENGAH, NTB – Sebuah smartphone mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi anak penyandang disabilitas netra, perangkat tersebut dapat menjadi pintu menuju dunia pengetahuan yang lebih luas membantu…

    GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

    Menjual aset berarti kepemilikan barang berpindah secara permanen dan Anda tidak memiliki kewajiban pembayaran kembali. Pilihan ini lebih cocok jika aset sudah tidak dibutuhkan, ingin mengurangi kewajiban, atau tidak memiliki…

    You Missed

    Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

    Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra

    GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

    GADAI ATAU JUAL ASET? MANA YANG LEBIH TEPAT SAAT MEMBUTUHKAN DANA?

    Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

    Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

    Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

    Prediksi XAUUSD Pekan Depan: Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

    ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E

    ASHTA District 8 Menjadi Ruang Eksplorasi Kreatif Dalam Rangkaian WCCE 2026E

    BP Tapera Dorong Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Evaluasi PKPN Program Tiga Juta Rumah

    BP Tapera Dorong Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Evaluasi PKPN Program Tiga Juta Rumah